QARADAWI: MENGAPA MUSLIM MISKIN – ‘MEREKA TIDAK BEKERJA SEDANGKAN ZIONIS MENGUBAH GURUN PASIR JADI OASIS’

Oleh Memri

Sheik Yusuf al-Qaradawi: Masalah negara Islam adalah Muslim tidak bekerja. Gang Zionis bekerja keras merubah gurun pasir jadi oasis.

Yusuf al-Qaradawi: Kita menggunakan kereta api dan pesawat terbang, tapi itu bukan kereta api dan pesawat terbang milik kita. Memang betul kita membeli segala barang-barang mutakhir untuk rumah-rumah dan keperluan kita sendiri. Orang-orang kita mampu membeli mobil-mobil termahal seperti Rolls-Royce atau Mercedes-Benz 500/700, S, M dan L dengan segala aksesorinya yang mewah. Kita mampu membelinya, tapi tidak mampu membuatnya. Kita bahkan tidak mampu membuat satu buah sekrup sekalipun bagi mobil-mobil ini. Orang lain yang membuatnya bagi kita.

Uang penghasilan seluruh dunia Arab, termasuk negara-negara penghasil minyak, tidak sebanyak penghasilan sebuah negara Eropa sekalipun, misalnya Spanyol. Ini hanya Spanyol saja yang tidak sekaya Jerman, Perancis, Inggris atau Italia. Hanya Spanyol saja sekalipun, dan ini adalah negara yang terletak paling bawah dalam negara-negara industri internasional. Seluruh penghasilan dunia Arab tidak sebanyak penghasilan satu negara Spanyol. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Jawabnya adalah karena orang-orang Arab tidak bekerja dan jikalau mereka bekerja, mereka tidak melakukan pekerjaan itu secara profesional.

Berdasarkan survei diketahui lamanya rata-rata waktu kerja pejabat pemerintah di sebuah negara Arab. Ternyata rata-rata waktu hanyalah 27 menit per hari. 27 menit! Selebihnya pekerja pemerintah ini minum kopi, baca koran dan melakukan tetek bengek tiada guna di sana sini. Hanya segelintir orang yang bekerja. Selebihnya bermalas-malasan saja.

Di pertengahan tahun 1970-an aku pergi ke Jerman. Kami tiba di pagi hari. Aku bertanya kepada orang yang menjemputku dari bandara ke gedung pertemuan. Sewaktu aku melalui jalan-jalan yang sepi, aku bertanya padanya mengapa jalanan ini tidak sibuk seperti di negara-negara kami. Dia menjawab, “Orang-orang pada kerja.” Setelah jam 7 sore, dia membawaku kembali ke hotel, dan jalanan tetap saja sepi. Aku berkata padanya, “Kenapa jalanan ini sepi lagi?” Dia berkata, “Orang-orang kembali ke rumah mereka dan kecapekan. Yang ingin mereka lakukan setelah bekerja adalah makan malam, nonton berita di TV dan tidur, karena besok pagi mereka harus bangun pagi hari dan kerja keras lagi. Waktu perjalanan dari rumah ke kantor bisa memakan waktu satu jam, dan mereka hanya punya waktu satu jam untuk istirahat makan siang. Selebihnya mereka bekerja tanpa henti.”

Negara Arab kita tidak bekerja. Bagaimana mungkin kita bisa berkembang jika kita tidak bekerja? Jikalaupun kita bekerja, kita tidak melakukannya secara profesional. Kita sering berkata, “Jangan khawatir, tenang aja, tenang aja.” Islam mengajarkan kita untuk melakukan hal secara profesional. Bekerja secara profesional merupakan kewajiban agama. Sang Nabi berkata bahwa Allah memerintahkan Muslim untuk unggul di segala bidang. Dia menunjukkan sikap profesional. Profesionalisme harus dilakukan dalam segala hal. “Jika kau membunuh, lakukan dengan benar, dan jika kau memancung, lakukan yang benar.” Bahkan kalau membunuhpun, kau harus melakukannya dengan benar.

Sayangnya, kitapun tidak unggul di bidang militer dan industri. Kita mengimport segalanya dari luar negeri, dari jarum sampai misil. Ini adalah negara kita. Kita masih saja tidak bisa bikin mesin di negara-negara Arab. Kita hanya bisa merangkai bagian-bagian mesin, tapi tidak ada pabrik-pabrik yang membuat mesin-mesin itu. India bisa menghasilkan mobil, dan bahkan pesawat terbang, sedangkan kita masih saja muter-muter di tempat bagaikan kerbau berputar-putar menggiling gandum atau kincir angin yang muter-muter kembali ke titik yang sama.

Bagaimana mungkin gang Zionis bisa jauh lebih unggul daripada kita, padahal mereka begitu sedikit? Mereka jadi begitu superior karena pengetahuan, teknologi dan kekuatan mereka. Mereka jadi begitu kuat karena mereka bekerja keras. Kita punya gurun pasir di muka mata kita, tapi kita tidak bisa berbuat apapun akan hal itu. Sewaktu para Zionis mengambil alih, mereka merubah gurun pasir itu jadi oasis hijau. Bagaimana mungkin suatu negara yang tidak bekerja bisa mencapai kemajuan? Gimana mau berkembang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: