ANTI-KRISTUS DAN SANG MAHDI

SANG ANTI KRISTUS

Kebanyakan orang yang tidak pernah membaca Alkitab sekalipun telah pernah mendengar julukan Anti-Kristus. Pengertian sederhana menurut Alkitab adalah Anti-Kristus merupakan utusan Setan di Bumi pada saat akhir zaman. Dalam Alkitab sendiri, julukan Anti-Kristus hanya disebut sekali saja di 1 Yohanes 2:18. Meskipun demikian, julukan-julukan nama lain yang berhubungan dengan Sang Anti-Kristus terdapat di seluruh bagian Alkitab. Beberapa nama lain bagi Anti-Kristus adalah “Binatang” (Wahyu 13:4), “Pembinasa Keji” (Matius 24:15), “Pemusnah” (Daniel 9:27), “Pendurhaka”, “Lawan yang Meninggikan Diri” (2 Tesalonika 2), “Tanduk Kecil” (Daniel 7:8), “Orang Asyur (Assyria)” (Mikha 5:5, Yesaya 10:5, 14:25), “Raja Babel” (Yesaya 14) dan bahkan “Gog” yang misterius (Yehezkiel 38:1, Wahyu 20:7). Ada sebutan-sebutan lain lagi dalam Alkitab bagi Sang Anti-Kristus.

Tapi di atas segala julukan tersebut, siapakah sebenarnya Anti-Kristus itu? Di bagian ini, kita akan mempelajari penjelasan utama dan perbuatan-perbuatan yang dilakukan Sang Anti-Kristus berdasarkan apa yang tertulis di Alkitab. Pengamatan hanya terpusat pada beberapa kesamaan yang sangat jelas antara Anti-Kristus dan Sang Mahdi.

ANTI KRISTUS: PEMIMPIN POLITIK DAN MILITER DUNIA

Di Alkitab tertulis bahwa di akhir zaman, Sang Anti-Kristus akan muncul sebagai pemipin negara yang sangat kuat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Pemimpin dunia Anti-Kristus ini dengan jelas ditulis oleh Daniel dalam Alkitab. Di Kitab Daniel bagian ke tujuh, Daniel menulis sebuah kesaksian akan “binatang-binatang” berjumlah empat yang tampak aneh dan mengerikan. Setelah menjelaskan tentang ketiga binatang pertama, Daniel bertutur tentang binatang keempat:

Daniel 7:7-8
(7) Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.
(8) Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

Lalu, di ayat 15 dan 16, Daniel bertanya pada Malaikat apakah maksud penglihatan akan empat ekor binatang tersebut. Malaikat menyatakan bahwa keempat binatang mewakili empat kerajaan atau kekaisaran yang sangat besar:

Daniel 7:15-17
(15) Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku.
(16) Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
(17) Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi;

Penjelasan sang Malaikat sangat jelas. Daniel lalu bertanya lagi pada sang Malaikat tentang binatang keempat, dan terutama tentang “tanduk kecil” yang mencabut tiga tanduk lainnya. Sang Malaikat menjawab dengan jelasnya:

Daniel 7:23-24
(23) Maka demikianlah katanya: Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
(24) Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja.

Intinya, sang Malaikat menjelaskan bahwa kerajaan keempat akan menjadi negara besar yang mengakibatkan banyak kekacauan di seluruh dunia. Kerajaan ini memiliki 10 Raja. Lalu Raja berikutnya yakni Raja yang ke-11 akan muncul dan mengenyahkan tiga dari ke-10 Raja tersebut. Raja ke-11 inilah Sang Anti-Kristus yang disebut sebagai “Tanduk Kecil.” Dari penglihatan Daniel, Sang Anti-Kristus adalah pemimpin masa depan yang pertama-tama akan menguasai tiga negara lain, dan akhirnya menguasai seluruh 10 negara, sehingga negaranya jadi negara yang sangat besar. Negara besar ini disebut sebagai negara “Binatang.” Negara ini punya kekuasaan dan kekuatan yang tidak terbandingkan, yang akan “menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.”

Di bagian akhir, sang Malaikat menjelaskan pada Daniel apa yang akan dilakukan Raja besar ini dan bagaimana akhir nasibnya:

Daniel 7:25-26
(25) Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
(26) Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap.

Raja “Tanduk Kecil” ini akan menganiaya orang-orang Kudus Tuhan dalam jangka waktu yang dimengerti para ahli Alkitab selama tiga setengah tahun (satu masa dan dua masa dan setengah masa). Tapi akhirnya kekuasaannya akan diambil dari dirinya, dan diganti dengan kekuasaan Yang Maha Tinggi yakni Tuhan sendiri.

Setengah abad kemudian, di Kitab Wahyu, Rasul Yohanes menjabarkan Sang Anti-Kristus dan kerajaan “Binatang”nya dengan kata-kata serupa:

Wahyu 13:1-2
(1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
(2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

Wahyu 13:4-8
(4) Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: “Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?”
(5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
(6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
(7) Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
(8) Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

Meskipun bahasa simbolis terasa kuat dalam ayat-ayat Wahyu tersebut, jika kita memahami bahasa Alkitab yang menggunakan istilah-istilah simbolis tertentu, maka makna pesan ayat akan menjadi sangat jelas. Kata “binatang” sekali lagi digunakan sebagai julukan Sang Anti-Kristus yang merupakan pemimpin negara besar yang berkuasa atas 10 negara lainnya. Tanduk-tanduk melambangkan kekuasaan dan kekuatan. Sepuluh tanduk melambangkan kepemimpinan yang besar dan juga jumlah negara-negara dan Rajanya yang bersatu membentuk negara milik sang binatang. Sang “naga” yang memberi kekuasaan bagi sang “binatang” adalah Setan. Dalam Alkitab, Setan sering dilambangkan sebagai naga atau ular. Pengaruh negara besar binatang atas dunia tampak jelas pada kalimat berikut:

“Dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.”

Orang-orang tentunya akan bertanya, “Siapakah orang yang seperti sang binatang ini? Siapakah yang berani berperang melawannya?” Tampaknya di dunia ini sang binatang tidak terkalahkan. Sekali lagi pula dinyatakan bahwa jumlah waktu kekuasaan yang dimiliki sang binatang untuk menganiaya orang-orang Kudus milik Tuhan adalah empat puluh dua bulan. Empat puluh dua bulan adalah tiga setengah tahun. Jenjang waktu yang sama ini sudah dinyatakan di Daniel 7:25.

Dari penjelasan tersebut sudah jelas bahwa Alkitab mengungkapkan bahwa Anti-Kristus merupakan penguasa militer dan negara yang kekuasaannya tidak akan tertandingkan oleh pemimpin dunia manapun sepanjang sejarah.

MAHDI: PEMIMPIN POLITIK DAN MILITER DUNIA

Seperti yang telah dinyatakan dalam Hadis Islam dan cendekiawan Muslim, Sang Mahdi, sama seperti Anti-Kristus, akan menjadi pemimpin dunia politik dan militer yang tak tertandingkan dalam seluruh sejarah manusia. Sang Mahdi dinyatakan akan “memerangi kejahatan, memimpin revolusi dunia dan mendirikan negara baru yang berdasarkan keadilan, kebenaran dan kebajikan” [1]. Pada saat itu, menurut Hadis, Sang Mahdi akan berkuasa di seluruh dunia sebagai Khalifah Islam yang terakhir. Tentunya, seperti yang telah dinyatakan di Hadis, kaum Muslim akan “menguasai dunia dan Islam akan unggul di atas segala agama-agama lainnya.” Sudah jelas bahwa Islam memandang Mahdi sebagai orang yang berkuasa di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan kesamaan antara Anti-Kristus dan Mahdi karena keduanya dijabarkan sebagai penguasa politik dan militer yang kuat yang belum pernah disaksikan sebelumnya di dunia. Meskipun telah banyak bermunculan penguasa besar di sepanjang sejarah, penjelasan tentang Anti-Kristus dan Mahdi melampaui semua penguasa yang pernah ada. Selain jadi pemimpin besar politik dan militer, baik Anti-Kristus maupun Mahdi akan dianggap sebagai pemimpin rohani pula.

[1] Ayatollah Mohammad Baqir al-Sadr dan Ayatollah Murtada Mutahhari, The Awaited Saviour, (Karachi, Islamic Seminary Publications), prologue, hal. 4, 5

ANTI-KRISTUS SEBAGAI PEMIMPIN ROHANI DUNIA

Alkitab menjelaskan fakta bahwa Anti-Kristus akan menjadi penguasa rohani yang kekuasaannya diakui seluruh dunia. Setelah mengamati peranan Anti-Kristus sebagai pemimipin rohani dunia, banyak ahli Alkitab meramalkan munculnya “Satu Agama Dunia” atau “Gereja palsu” yang akan didirikan Anti-Kristus dan diterapkan paksa di seluruh dunia. Konsep agama duniawi dominan yang dipimpin Anti-Kristus dijelaskan di berbagai bagian Alkitab. Di Kitab Wahyu dijelaskan bahwa Anti-Kristus akan menuntut untuk disembah. Penyembahan ini diatur oleh Setan yang dijuluki sebagai “sang naga” dan Anti-Kristus yang dijuluki “sang binatang”:

Wahyu 13:4,8
(4) Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: “Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?”
(8) Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

Selain pernyataan bahwa Anti-Kristus akan mendirikan agama dunia, hal lain yang juga menyatakan bahwa dia adalah pemimpin rohani dunia adalah karena Alkitab menyatakan bahwa dia akan dibantu oleh orang yang disebut sebagai “Sang Nabi Palsu.” Nabi yang palsu tentunya mengajarkan agama yang palsu pula. Salah satu peranan utama sang Nabi Palsu adalah melakukan “tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat” palsu yang membuat masyarakat dunia menyembah Sang Anti-Kristus atau Sang Binatang:

Wahyu 19:20
(20) Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.

Dengan begitu sudah jelas bahwa Alkitab menyatakan Anti-Kristus sebagai pemimpin gerakan rohani dunia untuk menyingkirkan dan mengambil alih ibadah pada Tuhan di Alkitab. Ibadah Anti-Kristus ini diarahkan bagi dirinya sendiri dan bagi Setan yang merupakan sumber pemberi motivasi, kekuasaan, kekuatan Sang Anti-Kristus untuk mencapai tujuan duniawinya.

SANG MAHDI SEBAGAI PEMIMPIN ROHANI DUNIA

Sudah jelas bahwasanya Imam Mahdi Islam akan juga menjadi pemimpin gerakan rohani dunia. Tujuannya adalah agar tiada seorang pun melakukan ibadah selain ibadah Islam dan menyembah Allah SWT, sang Tuhan Islam. Seperti yang telah tertulis di bagian sebelumnya, sang Mahdi, “akan memimpin orang-orang dengan Sunnah Nabi dan menegakkan Islam di dunia” [2]. Dan, “Islam akan menang di atas segala agama-agama di dunia” [3].

[2] Sunan Abu Dawood, buku 36, nomer 4273, dikisahkan oleh Umm Salama, Umm al-Mu’minin
[3] Ayatollah Mohammad Baqir al-Sadr dan Ayatollah Murtada Mutahhari, The Awaited Saviour, (Karachi, Islamic Seminary Publications), prologue, hal. 4-5

Karena itulah maka Mahdi akan memimpin revolusi dunia yang menegakkan “aturan dunia” berdasarkan agama Islam. Islam akan menjadi satu-satunya agama yang boleh dipeluk. Baik Anti-Kristus maupun Mahdi akan menjadi pemipin rohani dunia yang menyingkirkan ibadah pada Tuhan dalam Alkitab dan putraNya Yesus Kristus.

Seperti yang telah dijelaskan di bab sebelumnya, ibadah pada Tuhan Islam merupakan penyangkalan langsung atas Tuhan dalam Alkitab dan putraNya Yesus Kristus. Karena inilah maka sebagian Muslim dengan sangat yakin mengatakan bahwa Mahdi akan, “mengenyahkan babi-babi dan anjing-anjing itu” – dan ini maksudnya adalah umat Kristen dan Yahudi yang menolak memeluk Islam. Tentunya hal ini menunjukkan kesamaan jelas antara Sang Anti-Kristus dan Sang Mahdi.

PENYERANGAN SANG ANTI-KRISTUS TERHADAP UMAT YAHUDI DAN KRISTEN

Alkitab menjelaskan bahwa Setan, melalui Anti-Kristus, akan menyerang, pertama-tama, orang Yahudi, dan lalu orang Kristen sampai mati. Di Kitab Wahyu, bagian 12 dan 13, dapat dibaca penglihatan yang sarat dengan bahasa simbolis. Memang awalnya sulit dimengerti, tapi begitu simbol-simbol diterjemahkan, maka semuanya akan menjadi sangat jelas:

Wahyu 12:1
(1) Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Sang “perempuan” di sini melambangkan negara Israel dan masyarakat Yahudi. Dinyatakan bahwa dia bermahkota 12 bintang. Ke-12 bintang ini mewakili 12 putra-putra Israel yang menjadi 12 suku yang membentuk negara Israel (Kejadian 35:23-26).

Wahyu 12:2-5
(2) Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
(3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
(4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
(5) Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

Sang perempuan – yakni negara Israel – menjadi hamil dan melahirkan “anak laki yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi.” Anak ini melambangkan Yesus Kristus sebagai Mesias kaum Yahudi (lihat Mazmur 2:9). Sang naga merah yang disebut di ayat 3 adalah sama dengan naga besar di ayat 9: “Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia.” Dinyatakan bahwa Setan ingin membunuh Yesus, tapi Yesus lalu “dirampas dan dibawa lari kepada Tuhan dan takhtaNya.” Hal ini melambangkan kenaikan Yesus ke Surga setelah mati (Kisah Para Rasul 1:8). Setelah itu, inilah yang terjadi:

Wahyu 12:9, 13, 14, 17
(9) Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
(13) Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
(14) Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
(17) Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Kita baca bahwa Setan “marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Tuhan dan memiliki kesaksian Yesus.” Anak-anak Israel yang lain adalah umat Kristen “yang menuruti hukum-hukum Tuhan dan memiliki kesaksian Yesus.” Ini merupakan bagian satu-satunya yang menjelaskan penyerangan Setan terhadap umat Yahudi dan umat Kristen. Dan bagian ini sudah jelas menyatakan kejadian akhir zaman karena dua kali dinyatakan jangka tiga setengah tahun (42 bulan atau “satu masa, dua masa, dan setengah masa”) Anti-Kristus akan berkuasa memerangi orang-orang suci:

Wahyu 13:5-7
(5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
(6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
(7) Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.

Daniel juga melihat penampakan Anti-Kristus yang akan berkuasa memerangi orang-orang suci. Orang-orang suci di sini adalah pengikut sejati Yesus yang mengenal dan berbakti pada Tuhan yang sejati.

Daniel 7:25
(25) Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Perhatikan pernyataan waktu tiga setengah tahun di mana Sang Anti-Kristus akan menganiaya mereka yang menentangnya.

Alkitab sudah menyatakan dengan jelas bahwa Sang Anti-Kristus akan menyerang orang yang menentang usahanya menegakkan agamanya di seluruh dunia. Di Kitab Wahyu dan Daniel dinyatakan bahwa Setan paling marah terhadap dua kelompok umat yakni umat Yahudi dan Kristen.

PENYERANGAN SANG MAHDI TERHADAP UMAT YAHUDI DAN UMAT KRISTEN

Menarik untuk diperhatikan bahwa Hadis Islam banyak menjelaskan usaha khusus Sang Mahdi agar umat Yahudi dan Kristen beralih iman dan memeluk Islam, tapi Hadis tidak banyak membicarakan peralihan iman dari agama lainnya. Hal ini menyiratkan bahwa usaha pengalihan iman Yahudi dan Kristen ke Islam merupakan usaha kegiatan rohani Sang Mahdi yang utama. Pernyataan Ayatollah Ebrahim Amini berikut memperkuat pengertian tersebut:

Sang Mahdi akan menawarkan agama Islam kepada umat Yahudi dan Kristen; jika mereka menerimanya maka nyawa mereka akan selamat, jika tidak maka mereka akan dibunuh [4].

[4] Ayatollah Ebrahim Amini, Al-Imam al-Mahdi, The Just Leader of Humanity, diterjemahkan oleh Abdulaziz Sachedina, bisa dilihat disini

Dan tentunya kita tidak boleh lupa Hadis terkenal yang menjadi Hadis favorit banyak Muslim anti-Yahudi. Perhatikan penjelasan khusus mengenai akhir zaman:

Akhir jaman tidak akan terjadi kecuali umat Muslim akan memerangi orang-orang Yahudi dan umat Muslim akan membunuhi mereka sampai orang-orang Yahudi menyembunyikan diri mereka di belakang batu atau pohon dan batu atau pohon itu berkata: Muslim, atau hamba Tuhan, ada Yahudi di belakangku; datanglah dan bunuhlah dia; tapi pohon Gharqad tidak akan berkata apa-apa, sebab ia adalah pohon orang-orang Yahudi [5].

[5] Sahih Muslim, Buku 041, Nomer 6985

Setelah membahas Hadis ini, biasanya penulis-penulis Muslim dengan cepat menulis keterangan tambahan bahwa pohon Gharqad ini banyak ditanam orang Yahudi di Israel saat ini. Maksudnya adalah jelas bahwa pembantaian massal orang Yahudi diharapkan Muslim akan terjadi di negara masyarakat Yahudi yakni Israel. Hal ini menunjukkan kesamaan lain antara Sang Anti-Kristus dalam Alkitab dan Sang Mahdi Islam.

SERANGAN MILITER SANG ANTI KRISTUS TERHADAP ISRAEL DAN PENETAPAN HARAM AL-SHARIF (TEMPLE MOUNT) SEBAGAI PUSAT KEKUASAAN

Alkitab menerangkan bahwa Sang Anti-Kristus dengan negara besarnya yang terdiri dari banyak negara-negara lain akan menyerang Israel, dan akan menguasai Yerusalem:

Zakharia 14:2
(2) Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu.

Yehezkiel 38:9-12
(9) Engkau muncul seperti angin badai dan datang seperti awan yang menutupi seluruh bumi, engkau beserta seluruh bala tentaramu dan banyak bangsa menyertai engkau.
(10) Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada hari itu timbullah niat dalam hatimu dan engkau membuat rancangan jahat.
(11) Engkau berkata: Aku akan bangkit bergerak menyerang tanah yang kota-kotanya tanpa tembok dan akan mendatangi orang-orang yang hidup tenang-tenang dan diam dengan aman tenteram; mereka semuanya diam tanpa tembok atau palang atau pintu gerbang.
(12) Engkau bermaksud untuk merampas dan menjarah dan mengacungkan tanganmu terhadap reruntuhan-reruntuhan yang sudah didiami kembali dan menyerang umat-Ku yang dikumpulkan dari tengah bangsa-bangsa. Mereka sudah mempunyai ternak dan harta benda dan mereka diam di pusat bumi.

Menurut Alkitab, penyerangan ini dilakukan Sang Anti-Kristus di Rumah Tuhan. Rasul Paulus menulis keterangan jelas:

2 Tesalonika 2:4
(4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

Tempat rumah ibadah (Rumah Tuhan) Yudaisme dikenal terletak di Gunung Moriah di Yerusalem. Saat ini, bangunan tersebut sudah tidak ada lagi, karena dihancurkan oleh Kaisar Romawi bernama Titus di tahun 70 M, seperti yang sudah diramalkan oleh Yesus:

Matius 24:1-2
(1) Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah.
(2) Ia berkata kepada mereka: “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Di zaman sekarang, Gunung Moriah dikenal sebagai Temple Mount atau bahasa Arabnya adalah Haram-al-Sharif, yang merupakan tempat dua Masjid dan dianggap sebagai tempat tersuci ketiga dalam Islam. Terdapat berbagai perkiraan apakah Bait Tuhan yang baru akan dibangun di Temple Mount. Berdasarkan ramalan Rasul Paulus di Kitab Tesalonika, tampaknya akan dibangun kembali rumah ibadah utama Yahudi di Yerusalem. Rasul Paulus menyatakan bahwa Sang Anti-Kristus akan meninggikan diri sendiri di Rumah Tuhan atau tepatnya akan duduk di Rumah Tuhan. Tentunya ini tidak menekankan kegiatan duduknya, tapi lebih pada kekuasaannya atas Yerusalem. Jadi Sang Anti-Kristus akan menetapkan Gunung Moriah dan Bait Tuhan yang dibangun kembali sebagai pusat kekuasaannya. Yesus sudah memperingatkan hal ini dua ribu tahun yang lalu. Dalam keterangannya tentang Anti-Kristus yang akan menguasai tempat ibadah Yahudi, Yesus berkata:

Matius 24:15-22
(15) Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya–
(16) maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
(17) Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,
(18) dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.
(19) Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.
(20) Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.
(21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.
(22) Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.

Dalam ayat-ayat di atas, Yesus menyebut Sang Anti-Kristus yang menguasai Rumah Tuhan sebagai Pembinasa Keji. Pembinasaan ini berhubungan dengan kekacauan dan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi dan Kristen yang akan segera terjadi setelah jati diri sesungguhnya Sang Anti-Kristus dinyatakan. Setelah menguasai Yerusalem, Sang Anti-Kristus akan menetapkan Temple Mount sebagai pusat kekuasaannya. Di saat itulah kebenciannya yang sesungguhnya terhadap Israel diwujudkan sepenuhnya. Kehancuran yang dilakukannya sedemikian hebat sehingga Yesus memperingatkan penduduk Yerusalem untuk segera melarikan diri ke pegunungan.

SERANGAN MILITER SANG MAHDI TERHADAP YERUSALEM DAN PENETAPAN KEKHALIFAHAN ISLAM DI YERUSALEM

Sama seperti sang Anti-Kristus, Sang Mahdi pun akan menyerang Yerusalem dan menaklukkannya kembali bagi Islam agar bisa mendirikan kekuasaan Islam yang baru atas seluruh dunia dari Yerusalem:

“(Pasukan tentara yang membawa) bendera-bendera hitam datang dari Khorasan (Iran). Tiada kekuatan mana pun yang sanggup menghentikan mereka dan mereka akhirnya akan mencapai Eela (Bayt al-Muqaddas di Yerusalem) di mana mereka akan menegakkan bendera-bendera mereka” [6].

[6] Sunan al-Tirmidhi seperti yang dikutip dari Mohammed Ali Ibn Zubair Ali, Signs of Qiyamah (Islamic Books Service, New Delhi, 2004), hal. 42 dan Prof. M Abdullah, Islam, Jesus, Mehdi Qadiyanis and Doomsday, (Adam, New Delhi, 2004), hal. 54

Yerusalem akan menjadi daerah Khalifah tauladan dan pusat pemerintahan Islam, yang akan diketuai oleh Imam Mahdi [7].

[7] Muhammad Ibn Izzat, Muhammad Arif, hal. 40

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Sang Mahdi tidak akan melakukan penaklukkan atas Yerusalem dengan cara damai. Akhir zaman Islam akan terjadi dengan pembantaian orang-orang Yahudi berusaha menyelamatkan diri dari pedang Islam dengan bersembunyi di belakang batu atau pohon. Penyerangan atas Yerusalem dan pendirian kekhalifahan Islam tidak akan berakibat perdamaian antara orang Yahudi dan Imam Mahdi. Hal ini dijelaskan sebagai berikut:

Ini akan menghapus segala kekuasaan Yahudi dan menghentikan kekuasaan Setan yang menyebarkan kejahatan pada umat manusia dan menyebabkan kejahatan dunia [8].

[8] Muhammad Ibn Izzat, Muhammad Arif, hal. 40

Sehubungan dengan penyerangan terhadap masyarakat Israel, terdapat kesamaan lain yang sangat jelas antar perbuatan Sang Mahdi dan perbuatan Anti-Kristus dalam Alkitab. Jikalau persamaan-persamaan lain yang telah dibahas tampak mengejutkan, maka kesamaan berikut ini sungguh sangat luar biasa.

PERJANJIAN DAMAI TUJUH TAHUN ANTARA SANG ANTI-KRISTUS DAN ISRAEL

Setelah berkuasa, sebagai awal usahanya menyerang Israel, tertulis bahwa Sang Anti-Kristus mengadakan perjanjian damai dengan negara Israel selama tujuh tahun.

Daniel 9:27
(27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.”

Ayat ini menerangkan bahwa Anti-Kristus akan mengadakan “perdamaian” dengan Israel selama tujuh tahun. Kata Ibrani yang digunakan dalam ayat ini adalah shabuwa yang berarti tujuh. Arti harafiah kata shabuwa adalah seminggu, tapi kata ini juga bisa berarti tujuh hari atau tujuh tahun. Dalam pemahaman Yahudi, jangka waktu tujuh tahun sama dengan pengertian kita akan jangka waktu sepuluh tahun. Perhitungan latin barat mengukur jumlah tahun dengan sistem desimal yang berdasarkan kelipatan sepuluh, dan menghitung jumlah minggu dengan kelipatan tujuh. Dalam sistem Ibrani, baik hari dan tahun dihitung dalam kelipatan tujuh. Kata terjemahan “tujuh masa” dalam Daniel 9:27 berarti tujuh tahun. Ini merupakan jangka waktu di mana Anti-Kristus akan menetapkan perjanjian damai dengan Israel. Lalu di tengah-tengah masa tujuh tahun ini, Sang Anti Kristus akan membatalkan perjanjian dan berhenti melakukan persembahan di Rumah Tuhan dan lalu menyatakan diri sebagai penguasa dunia dan Tuhan. Nabi Yesaya membahas tentang “perjanjian damai” dan mencela Israel yang menyetujuinya. Nabi Yesaya menyebut bangsa Israel mengikat perjanjian dengan maut (Yesaya 28:14-15). Di bawah perjanjian ini, bangsa Israel tertipu dengan rasa aman yang salah.

PERJANJIAN DAMAI TUJUH TAHUN ANTARA SANG MAHDI DAN ISRAEL

Dalam Islam, Sang Mahdi dinyatakan membuat perjanjian keempat dan yang terakhir dengan “bangsa Romawi” dan umat Muslim (maksud dari kata bangsa Romawi di sini sebenarnya adalah orang Kristen dan Barat pada umumnya – para Jihadis pemenggal Nicholas Berg dalam pengumumannya menyebut Presiden Bush sebagai, “Kau, anjing-anjing Romawi”). Yang menarik adalah keterangan bahwa perjanjian damai keempat ini akan dibuat melalui keturunan Harun yang adalah saudara Nabi Musa. Keturunan seperti ini dikenal sebagai Cohanim yang berarti anggota keluarga keturunan Nabi. Diantara orang-orang Yahudi, hanya Cohanim saja yang boleh melakukan tugas-tugas kenabian dalam Rumah Tuhan. Hal ini penting untuk dimengerti karena banyak cendekiawan Kristen yang menduga perjanjian Israel dan Sang Anti-Kristus termasuk izin bagi orang Yahudi untuk mendirikan kembali Rumah Tuhan mereka. Tapi hal yang paling mengejutkan adalah jenjang waktu perjanjian antara Sang Mahdi dan Israel. Jenjang waktunya persis sama dengan jenjang waktu perjanjian Sang Anti Kristus dan Israel yakni tujuh tahun! Muhammad Ali ibn Zubair menerangkan dalam hadis berikut tentang munculnya dan kekuasaan sang Mahdi:

Rasul Allah berkata: “Akan terjadi empat perjanjian damai antara kamu dan orang-orang Romawi. Perjanjian keempat akan ditengahi oleh seorang yang berasal dari keturunan Harun dan perjanjian ini akan berlangsung selama tujuh tahun. Orang-orang bertanya, “Wahai Nabi Muhammad, siapakah yang menjadi pemimpin umat pada saat itu?” Sang Nabi menjawab: “Dia akan berasal dari keturunanku dan berusia persis 40 tahun. Wajahnya bersinar bagaikan bintang [9].

[9] Tabarani seperti yang dikutip oleh Mufti A.H. Elias dan Muhammad Ali ibn Zubair Ali, Imam Mahdi, artikel online disini

MERUBAH HUKUM DAN WAKTU

Tujuan Anti-Kristus yang lain yang tertera dalam Kitab Daniel adalah bahwa dia akan “mencoba mengganti waktu dan hukum”:

Daniel 7: 25
Dia akan berkata menentang Yang Maha Tinggi dan menganiaya orang2 kudus milik Yang Maha Tinggi dan mencoba mengubah waktu dan hukum. Orang2 kudus akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Ayat di atas sebenarnya merupakan keterangan penting tentang siapa sebenarnya sang Anti-Kristus. Dari tindakannya, kita bisa memperkirakan asal-usulnya. Dikatakan bahwa dia ingin mengubah dua hal: waktu dan hukum. Kita telah tahu bahwa Sang Mahdi ingin mengubah hukum dengan menerapkan Hukum Syariat Islam di seluruh dunia, tapi kita belum melihat dari bukti literatur Islam bahwa dia ingin mengubah “waktu”. Akan tetapi, pertanyaan sederhananya adalah, siapa lagi selain Muslim yang berhasrat mengubah “waktu dan hukum”? Umat Yahudi atau Hindu bukanlah umat yang berhasrat memaksakan hukum agamanya atau perhitungan penanggalannya diterapkan di seluruh dunia. Akan tetapi Islam punya sistem hukum dan penanggalannya sendiri, dan Muslim jelas ingin seluruh dunia mengikuti kedua sistem tersebut. Penanggalan Islam berdasarkan perkembangan karir ke-Nabi-an Muhammad yang dimulai dengan hijrahnya Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penanggalan Islam dipercaya Muslim sebagai penanggalan bagi seluruh umat manusia. Dr. Waleed Mahanna menjelaskan posisi Islam dalam penanggalan Hijrah Islam:

Sudah dianggap sebagai perintah Ilahi untuk memakai penanggalan (Hijrah) dengan pembagian murni 12 bulan tanpa penambahan hari atau bulan, seperti yang tertulis dalam Qur’an [10].

[10] Dr. Waleed A. Muhanna, A Brief Introduction to The Islamic (Hijri) Calendar, Link

Islam tidak hanya punya sistem penanggalannya tersendiri, tapi juga sistem hari dalam minggu yang tersendiri pula. Sistem minggu Barat menganggap hari Senin sampai Jumat sebagai hari-hari kerja dan hari Sabtu dan Minggu sebagai hari libur. Di hari Sabtu dan Minggu, umat Yahudi dan Kristen melakukan ibadah. Dalam Islam, hari ibadah suci adalah hari Jumat. Di hari inilah umat Muslim pergi ke Masjid untuk melakukan salat bersama dan mendengarkan khotbah.

Berdasarkan penjelasan itu, dapat diduga bahwa Anti-Kristus, yang disebut Alkitab mencoba mengganti waktu dan hukum, adalah seorang Muslim. Marilah kita lihat garis besarnya. Hanya Islam saja yang cocok dengan kesaksian Alkitab karena hanya Islam yang menuntut umatnya menerapkan sistem penanggalan dan Hukum Syariat Islam di seluruh dunia. Sudah jelas bahwa jika seorang Muslim muncul menjadi pemimpin yang sebesar Sang Mahdi, maka dia jelas akan berusaha menerapkan Hukum Syariat dan penanggalan Islam di seluruh dunia.

PENUNGGANG KUDA PUTIH

Kesamaan terakhir antara Sang Anti-Kristus dan Sang Mahdi adalah bahwasanya keduanya dinyatakan dalam Alkitab sebagai penunggang kuda putih. Meskipun naik kuda putih bisa berarti pengertian harafiah yang sebenarnya, tapi hal ini bisa juga dianggap sebagai pengertian simbolis. Harap diperhatikan bahwa kedua keterangan Anti-Kristus menunggang kuda putih dan hadis Islam sang Mahdi menunggang kuda putih berasal dari ayat yang sama dalam Alkitab.

Dasar simbolis yang menggambarkan Anti-Kristus dan Mahdi menunggang kuda putih terdapat di bagian keenam Kitab Wahyu. Di sini Rasul Yohanes menggambarkan penglihatannya akan hal-hal yang akan terjadi di akhir zaman. Dalam penglihatannya tampak Yesus memegang gulungan kitab – di bagian luar gulungan terdapat tujuh materai. Setiap satu materai dibukan akan terjadi kejadian tertentu di akhir zaman:

Wahyu 6:1-2
(1) Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: “Mari!”
(2) Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Materi-materi selanjutnya yang mengikuti penunggang kuda ini adalah:

1. Tiada damai di Bumi.
2. Kelaparan.
3. Penyakit dan kematian.
4. Penganiayaan dan pembunuhan orang-orang milik Tuhan.
5. Gempa dahsyat.
6. Murka Tuhan.

Jadi perhatikan apa yang terjadi setelah penunggang kuda putih muncul. Dunia jatuh ke lembah kesengsaraan tanpa batas dan menjadi sangat kacau di akhir zaman. Pengertian keadaan ini dari para ahli Alkitab adalah sebagai berikut:

Orang menunggangi kuda putih ini berusaha untuk meniru kuda putih yang dikatakan akan ditunggangi Yesus pada saat Dia kembali lagi ke Bumi (Wahyu 19:11). Dengan demikian, orang ini adalah Kristus palsu, yang sebenarnya adalah Sang Anti-Kristus. Panah (dalam hal ini adalah busur tanpa anak panah – lihat terjemahan Alkitab King James) yang dipegangnya merupakan perdamaian palsu. Penunggang kuda itu digambarkan sebagai orang yang muncul dan berkuasa dengan janji-janji damai yang palsu. Hal ini berhubungan dengan perjanjian palsu antara Sang Anti-Kristus dengan Israel di masa awal kekuasaannya selama tujuh tahun. Mahkota di kepalanya sudah jelas merupakan lambang kekuasaan dan kepemimpinan yang akan diberikan kepadanya. Hasratnya yang sebenarnya adalah untuk menaklukkan. Setelah jati diri dan niat asli orang ini telah menjadi jelas pada saat dia berkuasa, maka tidak heran jika yang terjadi bukanlah perdamaian, tapi malahan kehancuran akhir zaman. Rupanya hal ini tidak jadi masalah bagi para cendekiawan Islam yang pada umumnya memang suka serampangan mengambil ayat-ayat Alkitab dan mengartikannya sesuai dengan keinginan sendiri. Begitu membaca ayat-ayat Alkitab yang menyatakan seorang penunggang kuda putih dengan mahkota dan menjadi pemenang, para cendekiawan Muslim melihat jelas sosok Sang Imam Mahdi di situ. Seperti yang telah disebut sebelumnya di bagian awal tentang Sang Mahdi, ahli Hadis Islam Ka’ab al-Ahbar menulis:

Aku menemukan bahwa Sang Mahdi ditulis dalam buku-buku para Nabi. Contohnya, di Kitab Wahyu tertulis: “Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan” [11].

[11] Izzat dan Arif, hal. 15

Jadi kesimpulannya, kita melihat beberapa hal yang sangat unik dan tersendiri tentang sosok, tujuan dan perbuatan Sang Anti-Kristus yang sangat serupa dengan penjabaran akan Sang Mahdi dalam literatur Islam. Juga jelas nyata bahwa ahli-ahli Islam ternyata mengambil ayat-ayat Alkitab tentang Anti-Kristus untuk menjelaskan Sang Juru Selamat Islam yakni Imam Mahdi. Kesamaan ini tentunya sangat ironis.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: