IMAM MAHDI: SANG JURU SELAMAT YANG DITUNGGU-TUNGGU MUSLIM

Dari semua tanda-tanda zaman, yang paling dinantikan dan diharapkan Muslim adalah datangnya orang yang dikenal sebagai “Mahdi”. Dalam bahasa Arab, Mahdī berarti “Sang Teladan” [1]. Sang Mahdi ini juga dianggap penganut Islam Syi’ah sebagai Al-Mahdi (Yang Memandu), Al-Muntathar (Yang Ditunggu-tunggu), Al-Qa’im (Yang Mengangkat), Sahab az-Zaman (Penguasa Zaman), Imam az-Zaman (Pemimpin Zaman), Wali al-‘Asr (Yang Menjanjikan), Al-Hujjah (Bukti Allah Benar). Kedatangan Sang Mahdi hanyalah satu dari tanda-tanda besar lainnya. Hal ini pun dibenarkan oleh Ibn Kathir, cendekiawan Islam dari abad ke-8.

[1] Muhammad Hisham Kabbani, The Approach of Armageddon? An Islamic perspective (Canada, Supreme Muslim Council of America, 2003), hal. 228

Setelah tampak tanda-tanda kecil Hari Kiamat segera datang dan semakin dekat, umat manusia akan mengalami banyak penderitaan. Maka Sang Mahdi yang ditunggu-tunggu akan muncul; Dia adalah tanda yang jelas, besar, yang pertama akan terjadinya Hari Kiamat [2].

[2] Ibn Kathir, The Signs of the Day of Judgment (London, Dar Al-Taqwa, 1991), hal. 18

Kedatangan Sang Mahdi merupakan unsur utama dari semua kisah-kisah Islami tentang Hari Kiamat. Jadi, pusat eskatologi (cabang teologi yang mempelajari akhir zaman) adalah kedatangan Mahdi, dan bahkan beberapa cendekiawan Muslim memandang “tanda-tanda akhir zaman sebagai tanda kedatangan Sang Mahdi” [3]. Meskipun ada perbedaan kepercayaan dalam berbagai aliran Islam seperti Sunni dan Syi’ah, pada umumnya Muslim percaya dan tidak mempermasalahkan pengertian tentang Sang Mahdi dalam Islam. Menurut Muhammad Hisham Kabbani, ketua Konsul Pusat Islam di Amerika:

[3] Muhammad Ibn Izzat, Muhammad Arif, Al Mahdi and the End of Time (London, Dar Al-Taqwa, 1997), hal. 18

Kedatangan Sang Mahdi ditetapkan dalam doktrin-doktrin Sunni dan Syi’ah, dan bagi semua umat manusia [4].

[4] Kabbani, hal. 228

Mohammad Baqir al-Sadr dan Murtada Mutahhari, keduanya adalah cendekiawan Muslim Syi’ah, dalam bukunya yang berjudul “The Awaited Saviour”, yang menjelaskan Sang Mahdi sebagai berikut:

Tiada sosok manusia yang lebih legendaris dalam sejarah umat manusia selain Sang Mahdi, yaitu Juru Selamat Manusia yang ditunggu-tunggu. Kejadian-kejadian dalam dunia telah merajut keberadaan umat manusia, tapi tanda-tanda kedatangan Sang Mahdi lebih unggul daripada semuanya itu. Dia adalah pusat dari segala sejarah penglihatan masa depan. Dia adalah jawaban dari yang diimpikan umat manusia. Bagi penyelamatan paling utama umat manusia, dia adalah bintang kutub harapan di mana semua tatapan mata manusia tertuju. Dalam pencarian akan kebenaran tentang Mahdi, tiada perbedaan kasta, kepercayaan atau negara. Pencarian ini bersifat universal (berlaku untuk seluruh dunia), sama seperti Mahdi sendiri adalah universal. Dia berdiri tinggi di atas tembok-tembok rendah yang menyekat dan memecah belah manusia. Dia milik setiap manusia. Di atas semua itu, siapakah sebenarnya Mahdi itu? Tentunya inilah pertanyaan yang dipikirkan semua manusia [5].

[5] Ayatollah Mohammad Baqir al-Sadr dan Ayatollah Murtada Mutahhari, The Awaited Saviour, (Karachi, Islamic Seminary Publications), prologue, hal. 1

Memang betul, tentunya orang ingin mengetahui siapakah “dia yang ditunggu-tunggu” di dunia Islam, dan apakah yang dimilikinya sehingga dia begitu dinantikan? Tulisan ini berusaha menjawab pertanyaan ini dengan seksama melalui kutipan berbagai Hadis dan pengertian-pengertian cendekiawan Islam yang mempelajarinya. Aku anjurkan agar pembaca membaca setiap kutipan dengan teliti. Dalam tulisan-tulisan Islam itulah terdapat jawaban pusat kepercayaan dan harapan semilyar Muslim yang mendiami bumi bersama kita semua. Siapa yang benar-benar ingin mengerti salah satu unsur rohani utama yang mempengaruhi dunia saat ini sebaiknya menaruh perhatian dengan seksama.

SANG MESIAS (JURU SELAMAT) ISLAM

Dalam pengertian sederhana, Sang Mahdi adalah Sang Mesias (Juru Selamat) Islam. Meskipun kata-kata “Mesias” dan “Messianism” jelas berasal dari akar Yudaisme-Kristen, Abdulaziz Sachedina dari Universitas Virginia setuju bahwa kata-kata ini dalam Islam berkenaan dengan Sang Mahdi. Dalam tulisan ilmiahnya yang berjudul “Islamic Messianism”, Sachedina menjelaskan sebagai berikut:

Kata “Messianism” dalam pengertian Islam digunakan terus-menerus untuk menerjemahkan konsep penting akan sosok yang datang di Hari Kiamat, yakni Sang Mahdi, yang adalah pemimpin yang akan melakukan perubahan sosial besar-besaran untuk membangun dan mengatur kembali semua hal di bawah bimbingan Ilahi. Sang Mesias Islam akan memimpin para pengikutnya untuk menegakkan kembali kemurnian Islam yang memberi bimbingan yang murni dan benar bagi segala umat manusia, mendirikan tata sosial yang adil dan dunia yang bebas dari penindasan di mana Islam menjadi hukum bagi semua negara [6].

[6] Abdulaziz Sachedina, Islamic messianism: the idea of Mahdī in twelver Shīʻism, (State University of New York), 1981, hal. 2

Dengan pengertian di atas, maka bisa dikatakan bahwa kedatangan Mahdi bagi mayoritas Muslim adalah sama dengan kedatangan kembali Yesus bagi umat Kristen. Jikalau umat Kristen menunggu kembalinya Yesus Sang Mesias untuk memenuhi janji-janji Tuhan pada umat Tuhan, para Muslim menunggu kedatangan Mahdi untuk memenuhi tujuan-tujuan Islamiah. Kabbani juga menyatakan Mahdi sebagai sosok mesias utama dalam Islam:

Umat Yahudi menunggu Sang Mesias, umat Kristen menunggu Yesus, dan umat Muslim menunggu Mahdi dan Yesus. Semua agama menjelaskan mereka sebagai orang-orang yang datang untuk menyelamatkan dunia [7].

[7] Kabbani, hal. 229

PRIA DARI KELUARGA MUHAMMAD

Yang pertama dan yang paling sering dikutip dalam Islam tentang Mahdi adalah bahwa dia merupakan keturunan keluarga Muhammad dan akan menyandang nama Muhammad:

Dunia tidak akan musnah sebelum seorang pria dari kalangan keluargaku, yang namanya sama dengan namaku, memimpin seluruh masyarakat Arab [8].

[8] Sunan al-Tirmidhi, Sunan Abu Dawood, Vol. 5, hal. 207; juga dikisahkan oleh Alī ibn Abī Ṭālib, Abu Sa’id, Umm Salama, Abu Hurairah

Sang Nabi berkata: “Sang Mahdi akan berasal dari keluargaku, dari keturunan Fatimah (anak perempuan Muhammad) [9].

[9] Sunan Abu Dawood, buku 36, nomer 4271, dikisahkan oleh Umm Salama, Umm al-Mu’minin

PEMIMPIN UTAMA BAGI SELURUH MUSLIM

Di seluruh dunia Islam saat ini, terdapat keinginan untuk mendirikan kembali kekhalifahan Islam. Dalam Islam, Sang Khalifah merupakan pemimpin politik dan agama tertinggi bagi seluruh Muslim. Sang Khalifah dipandang sebagai wakil Allah di Bumi. Penting untuk dimengerti bahwa jika Muslim ingin mendirikan kembali kekhalifahan, ini berarti mereka mengharapkan kedatangan Sang Mahdi. Hal ini karena Sang Mahdi merupakan Khalifah terakhir dalam Islam. Dengan begitu, Muslim di seluruh dunia harus tunduk pada Sang Mahdi.

Jika kau melihat dia, pergilah dan berikan padanya pengabdianmu, juga bahkan jikalau kau harus merangkak di atas es, karena dialah sang Khalifah (wakil) Allah, yakni Sang Mahdi [10].

[10] Ibn Majah, Kitab al-Fitan, #4084 seperti yang dikutip oleh Kabbani, hal. 231

Dia akan menyusun jalan dan mendirikan Pemerintahan dari keluarga (atau masyarakat) Muhammad. Setiap Muslim wajib mendukungnya [11].

[11] Sunan Abu Dawood, dikisahkan oleh Umm Salama, Umm al-Mu’minin

PEMIMPIN DUNIA

Dipercaya bahwa Sang Mahdi tidak hanya berkuasa atas dunia Islam, tapi juga dunia non-Muslim. Dinyatakan bahwa Sang Mahdi akan memimpin revolusi dunia untuk mendirikan negara Islam baru di seluruh dunia:

Sang Mahdi akan menegakkan hukum dan keadilan di dunia dan menghapus kejahatan dan korupsi. Dia akan berperang melawan musuh-musuh Muslim dan dia akan menang [12].

[12] Sidheeque M.A. Veliankode, Doomsday: Portents & Prophecies (Scarborough, Canada, 1999), hal. 277

Dia akan muncul di hari yang telah ditetapkan dan lalu dia akan berperang melawan kekuatan jahat, memimpin revolusi dunia dan mendirikan dunia baru berdasarkan keadilan, kebenaran dan kebajikan. Akhirnya kebenaran akan mengambil alih dunia dan Islam akan unggul dari segala agama-agama lainnya [13].

[13] Ayatollah Mohammad Baqir al-Sadr dan Ayatollah Murtada Mutahhari, prologue, hal. 4, 5

Dia menegakkan kemenangan Kebenaran dan menghancurkan tirani-tirani. Dia mengakhiri ketidakadilan dan penindasan dan memulai terbitnya sinar mentari Islam yang tidak akan pernah terbenam lagi dan kebahagiaan akan meliputi semua umat manusia. Sang Mahdi adalah tanda jelas dari Allah yang akan segera dilihat oleh setiap orang [14].

[14] Muhammad Ibn Izzat, Muhammad Arif, hal. 4

Cara Sang Mahdi mencapai tujuannya adalah dengan melakukan revolusi dunia yang menggunakan berbagai penyerangan militer atau perang suci (Jihad). Meskipun sebagian Muslim percaya bahwa Kafir akan memeluk Islam secara damai, tapi berbagai keterangan Hadis menunjukkan bahwa dunia Kafir berubah menjadi dunia Islam setelah ditaklukkan oleh Sang Mahdi. Abdulrahman Kelani, penulis buku “The Last Apocalypse”, menjelaskan berbagai perang yang akan dilakukan Sang Mahdi:

Sang Mahdi akan menerima kedudukan sebagai Khalifah bagi umat Muslim. Dia akan memimpin Muslim di berbagai peperangan dalam Jihad. Dia akan berkuasa sama seperti yang dilakukan oleh Sang Nabi. Akan terjadi banyak peperangan antara Muslim dan Kafir dalam masa kekuasaan Sang Mahdi [15].

[15] Abdulrahman Kelani, The Last Apocalypse, An Islamic Perspective, (Fustat, 2003), hal. 34-35

Bahkan Harun Yahya, yang adalah penulis Islam moderat yang sangat terkenal, menyatakan bahwa Sang Mahdi akan melakukan berbagai penyerangan di tanah-tanah non-Muslim:

Sang Mahdi akan menyerang semua daerah diantara Timur dan Barat [16].

[16] Ibn Hajar al-Haytami, Al-Qawl Al-Mukhtasar Fi ‘Alamat Al-Mahdi Al-Muntazar, hal. 50 seperti yang dikutip oleh Harun Yahya, The End Times and the Mahdi (Clarkesville Katoons, 2003), hal. 96

PASUKAN TENTARA BERBENDERA HITAM

Disebutkan bahwa naiknya Sang Mahdi ke takhta kekuasaan didahului oleh pasukan dari Timur yang membawa bendera perang berwarna hitam. Kabbani menulis:

Hadis menunjukkan bahwa bendera-bendera hitam datang dari daerah Khorasan yang menandakan kedatangan Sang Mahdi sudah semakin dekat. Khorasan adalah Iran sekarang, dan beberapa cendekiawan mengatakan bahwa Hadis ini berarti tatkala bendera-bendera hitam muncul dari Asia Tengah, yakni daerah Khorasan, maka kemunculan Sang Mahdi sudah sangat dekat [17].

[17] Kabbani, hal. 231

Hadis lain menyatakan:

Sang Rasul Allah berkata: Bendera-bendera hitam akan datang dari Timur dan hati mereka menjadi sekeras besi. Siapapun yang mendengar mereka akan bergabung dan bersekutu bersama mereka, meskipun ini harus dilakukan dengan merangkak di atas salju [18].

[18] Abu Nu`aym dan Al-Suyuti, disampaikan oleh Thawban, seperti yang dikutip oleh ‘Izzat dan Arif’, hal. 44

Dalam Islam terdapat dua jenis bendera. Yang pertama adalah bendera putih dan yang lain adalah bendera hitam. Tertulis di atas kedua bendera itu kata-kata Arab yang berarti, “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”. Bendera putih bernama Al-Liwaa dan merupakan tanda pemimpin tentara Muslim dan merupakan bendera negara Islam. Bendera hitam bernama Ar-Raya dan digunakan oleh tentara Muslim. Bendera hitam ini juga dikenal sebagai bendera Jihad yang dibawa dalam peperangan [19].

Setelah tinggal di Madinah selama 8 tahun, Muhammad kembali ke Mekkah dengan melakukan penyerangan militer. Dia datang bersama 10.000 tentara Muslim berbendera hitam. Di bendera-bendera itu tercantum satu kata Arab yang berarti: Hukuman [20].

[19] Flags of The Islamic State, Link
[20] Ibn Kathir, The Beginning and The End, vol. 2, pt. 3, hal. 288, seperti yang dikutip oleh Mark A. Gabriel, Jesus and Muhammad (Lake Mary, Charisma house, 2004), hal. 60


Aku pernah berbicara dengan sekelompok Muslim muda dan mengajukan beberapa pertanyaan pada mereka. Aku bertanya apakah Muslim merasa tidak senang bahwasanya kekuatan militer AS dan Israel jauh di atas kekuatan militer negara Islam manapun. Salah satu dari mereka menjadi marah sekali atas pertanyaan ini dan membentak, “Kamu Kafir Amerika dan Zionis hati-hati ya, karena bendera-bendera hitam akan segera datang!” Saat itu aku tidak tahu apa makna ucapannya. Tapi sekarang aku mengerti.

PENAKLUKAN ISRAEL

Hadis Islam menyatakan bahwa Sang Mahdi akan bergabung bersama pejuang-pejuang Muslim membawa bendera-bendera hitam. Sang Mahdi akan memimpin pasukan tentara ini untuk menyerbu dan menaklukkan Israel di bawah Islam. Masyarakat Yahudi akan dibantai sampai sisa sedikit saja dan kota Yerusalem akan menjadi pusat kekuasaan Sang Mahdi di seluruh dunia.

Rasul Allah berkata: “Tentara-tentara berbendera hitam akan datang dari Khorasan. Tiada kekuatan manapun yang dapat menghentikan mereka dan akhirnya mereka akan mencapai Eela (Bayt al-Muqaddas di Yerusalem) di mana mereka akan menegakkan bendera-bendera mereka” [21].

[21] Sunan al-Tirmidhi seperti yang dikutip dari Mohammed Ali Ibn Zubair Ali, Signs of Qiyamah (Islamic Books Service, New Delhi, 2004), hal. 42 dan Prof. M Abdullah, Islam, Jesus, Mehdi Qadiyanis and Doomsday, (Adam, New Delhi, 2004), hal. 54

Perhatikan nama “Bayt al-Muqaddas.” Dalam bahasa Arab, kata ini berarti “rumah suci.” Rumah suci yang dimaksud adalah Masjid Qubbat As-Sakhrah (Dome of the Rock) yang terletak di daerah Temple Mount (the Haram Ash-Sharif) di Yerusalem.

Dengan sikap penuh permusuhan, penulis Muslim Mesir bernama Muhammad Ibn Izzat dan Muhammad Arif memberi penjelasan atas Hadis tersebut:

Sang Mahdi akan menang perang dan membunuhi babi-babi, anjing-anjing dan berhala-berhala di zaman modern sehingga akan berdiri lagi kekhalifahan berdasarkan yang diramalkan Sang Nabi dan dinyatakan dalam Hadis. Yerusalem menjadi tempat Khalifah tauladan dan pusat kekuasaan Islam, yang akan diketuai oleh Imam Mahdi. Ini akan menghapus segala kekuasaan Yahudi dan menghentikan kekuasaan Setan yang menyebarkan kejahatan pada umat manusia dan menyebabkan kejahatan dunia, membuat mereka menjadi budak berhala palsu dan memerintah dunia dengan tidak menggunakan Hukum Syariat dari Tuhan [22].

[22] Muhammad Ibn Izzat, Muhammad Arif, hal. 40

Berikut adalah Hadis yang sangat terkenal yang sering dikutip di dunia Islam jika membicarakan penyerangan militer yang dilakukan Mahdi terhadap Israel. Isi Hadis ini penuh kebencian dan membuat Kafir jadi waspada:

Sang Nabi berkata, Jam-jam terakhir tidak akan terjadi keculai jika para Muslim akan berperang melawan kaum Yahudi dan para Muslim membunuh mereka sampai kaum Yahudi menyembunyikan diri mereka di balik batu atau pohon dan batu dan pohon itu akan berkata, “Muslim, atau budak Allah, ada Yahudi di belakangku; datang dan bunuhlah dia” [23].

[23] Sahih Muslim, Buku 041, Nomer 6985

SANG PEMBUAT MUKJIZAT YANG DICINTAI SEMUA ORANG

Dinyatakan bahwa Sang Mahdi akan menguasai angin, hujan dan tanam-tanaman. Di bawah pemerintahan Mahdi, dunia akan makmur. Hadis Islam menyatakan bahwa Muhammad berkata:

Di hari-hari terakhir umatku, Sang Mahdi akan muncul. Allah memberinya kekuasaan atas angin, hujan dan bumi akan menghasilkan panen. Dia akan memberikan banyak kekayaan, ternak akan berlimpah dan umah akan jadi besar dan terhormat [24].

[24] Al-Mustadrak alaa al-Sahihain, disampaikan oleh Abu Sa’id al-Khudri, Vol. 4, no. 557-558, seperti yang dikutip oleh Kabbani di hal. 233

Di tahun-tahun ini, umatku akan menikmati masa bahagia yang tidak pernah mereka alami sebelumnya. Surga akan melimpahkan air hujan dengan deras, Bumi tidak akan menahan tanam-tanaman dan kekayaan akan dinikmati siapapun. Orang akan berdiri dan berkata, “Berikan padaku, Mahdi!” dan Sang Mahdi akan berkata, “Ambillah” [25].

[25] Al-Tabarani, yang disampaikan oleh Abu Hurairah, seperti yang dikutip oleh “Izzat dan Arif”, hal. 9

Karena banyaknya kemakmuran yang diberikan Sang Mahdi, maka dikatakan bahwa seluruh penduduk dunia akan sangat mencintainya:

Allah menumbuhkan rasa cinta padanya di hati setiap orang [26].

[26] El-Kavlu’l Muhtasar Fi Alamet-il Mehdiyy-il Muntazar, seperti yang dikutip oleh Harun Yahya, Link

Sang Mahdi muncul dan semua orang hanya membicarakan tentang dia, merasakan cinta pada dirinya dan hanya mau membicarakan tentang dia saja [27].

[27] Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, seperti yang dikutip oleh Harun Yahya, Link

WAKTU KEKUASAAN SANG MAHDI

Meskipun ada beberapa Hadis yang menjelaskan kejadian dan waktu Sang Mahdi akan berkuasa, terdapat satu Hadis yang menjelaskan bahwa saat ini terjadi di saat terjadi perjanjian damai antara orang-orang Arab dan orang-orang Romawi (orang-orang Romawi di sini berarti orang-orang Kristen, atau lebih umumnya adalah orang-orang Barat). Meskipun perjanjian damai terjadi dengan orang-orang “Romawi”, dinyatakan bahwa ini terjadi melalui perantara seorang Yahudi keturunan Harun (saudara Musa). Perjanjian damai ini akan berlangsung selama tujuh tahun.

Rasul Allah berkata: “Akan terjadi empat perjanjian damai antara kamu dan Romawi (Kristen). Perjanjian keempat akan ditengahi oleh seorang yang berasal dari keturunan Harun dan perjanjian ini akan berlangsung selama tujuh tahun [28].

[28] Al-Tabarani, seperti yang disampaikan oleh Hazrat Abu Umama, seperti yang dikutip oleh Zubair Ali, hal. 43 dan Abdulrahman, hal. 55

Tampaknya tujuh tahun damai ini berkenaan dengan masa kekuasaan Sang Mahdi. Meskipun ada beberapa Hadis yang dengan jelas menyatakan bahwa Mahdi akan berkuasa di Bumi selama delapan atau sembilan tahun, tapi pada umumnya Hadis menyatakan bahwa dia akan berkuasa selama tujuh tahun.

Sang Nabi berkata, “Dia akan membagi kekayaan dan akan memimpin orang dengan Sunnah Nabi dan menegakkan Islam di dunia. Dia akan berkuasa selama tujuh tahun, lalu mati, dan kaum Muslim akan berdoa baginya” [29].

[29] Sunan Abu Dawood, Buku 36, Nomer 4273, dikisahkan oleh Umm Salama, Umm al-Mu’minin

Sang Nabi berkata: Sang Mahdi akan memenuhi Bumi dengan keadilan sedangkan sebelumnya Bumi dipenuhi dengan penindasan dan tirani, dan dia akan berkuasa selama tujuh tahun [30].

[30] Sunan Abu Dawood, Buku 36, Nomer 4272, dikisahkan oleh Abu Sa’id al-Khudri

SANG MAHDI, SI PENUNGGANG KUDA PUTIH

Dikatakan bahwa Sang Mahdi akan mengendarai kuda putih. Tidak jelas apakah ini merupakan simbol atau arti sebenarnya. Menarik untuk diperhatikan bahwa Hadis Muslim ini merupakan pengertian Muslim atas apa yang tercantum dalam Kitab Suci Kristen. Meskipun Muslim menuduh bahwa Alkitab Kristen telah diubah dan diganti oleh umat Yahudi dan Kristen, para Muslim tetap percaya beberapa bagian yang dianggap mereka masih “asli”. Karena itulah, maka terdapat Hadis dalam literatur Islam yang jelas diambil dari Alkitab Kristen yang dianggap Muslim tidak dipalsu oleh orang-orang Yahudi dan Kristen. Hadis Yahudi-Kristen ini disebut Muslim sebagai Isra’iliyat. Seorang cendekiawan Islam yang sering mengutip Alkitab adalah Ka’ab al-Ahbar. Dia dipandang Muslim sebagai pengutip Hadis dan Isra’iliyat yang dipercaya [31]. Ka’ab al-Ahbar menyatakan bahwa penunggang kuda putih dalam Kitab Wahyu Alkitab adalah Sang Mahdi, dan pandangannya didukung oleh penulis-penulis Islam Mesir terkenal yakni Muhammad Ibn Izzat dan Muhammad Arif dalam buku mereka yang berjudul “Al Mahdi and the End of Time”. Izzat dan Arif mengutip tulisan Ka’ab al-Ahbar yang berbunyi:

[31] M S M Saifullah, Muhammad Ghoniem, Abu Hudhayfah & Khalid al-Khazraji, On The Transmitters Of Isra’iliyyat (Judeo-Christian Material), Link

Aku menemukan bahwa Sang Mahdi ditulis dalam buku-buku para Nabi. Contohnya, di Kitab Wahyu tertulis: “Dan aku melihat: Sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan” (Wahyu 6:2) [32].

[32] Izzat dan Arif, hal. 15

Izzat dan Arif menulis lagi:

Sudah jelas bahwa orang ini adalah Imam Mahdi yang akan mengunggangi kuda putih dan memerintah dengan Qur’an (dengan keadilan) dan bersamanya adalah orang-orang yang punya tanda menyembah di jidat mereka [33].

[33] Izzat dan Arif, hal. 15

Dikatakan bahwa karena Hadis inilah maka Saddam Hussein memerintahkan pembuatan berbagai lukisan dinding dan patung di seluruh Baghdad yang menggambarkan dirinya sebagai Ksatria Muslim menunggangi kuda putih dengan pedang terhunus melakukan perang terhadap para Kafir [34].

[34] Majalah Time, Michael Elliot, 29 Desember 2003, The Semiotics of Saddam

SANG MAHDI, SI ARKEOLOGI SAKTI

Dari berbagai Hadis tentang Mahdi, teradapat satu Hadis yang menarik yang menyatakan bahwa Mahdi akan menemukan kembali naskah-naskah Alkitab yang hilang dan bahkan juga Tabut Perjanjian:

Ka’ab al-Ahbar berkata, “Dia akan disebut ‘Mahdi’ karena dia akan membimbing (Yahudi) kepada sesuatu yang tersembunyi dan menemukan kembali Taurat dan Injil dari kota yang bernama Antiokhia” [35].

[35] Izzat dan Arif, hal. 40

Cendekiawan Islam bernama Al-Suyuti menulis dalam bukunya yang berjudul al-Hawi bahwa Rasul Allah berkata, “Dia akan disebut Mahdi karena dia akan membimbing orang ke gunung di Suriah dan di sana dia akan menemukan naskah-naskah Taurat untuk membuktikan bahwa orang Yahudi salah. Di tangan Sang Mahdi, Tabut Perjanjian akan dibawa keluar dari Danau Tiberias dan akan diletakkan di Yerusalem” [36].

[36] Izzat dan Arif, hal. 16

Abu `Amr Ad-Dani berkata bawha dia disebut Mahdi karena dia akan membimbing orang ke gunung di Suriah di mana dia akan menemukan naskah-naskah Taurat yang akan digunakan untuk membantah orang-orang Yahudi dan karenanya sebagian orang-orang Yahudi itu akan menjadi Muslim [37].

[37] Izzat dan Arif, hal. 16

Sudah jelas bahwa maksud menemukan kembali bagian naskah Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan juga Tabut Perjanjian adalah agar Mahdi bisa mengubah iman umat Kristen dan Yahudi ke Islam sebelum akhirnya membunuh semua yang tetap menolak memeluk Islam.

KESIMPULAN

Setelah mempelajari berbagai Hadis Islam dan pendapat-pendapat cendekiawan Islam, marilah kaji ulang apa yang tertulis mengenai Sang Mahdi dan tujuannya sebagaimana yang dimengerti Muslim pada umumnya.

  1. Sang Mahdi adalah sosok utama Sang Juru Selamat Islam.
  2. Dia berasal dari keturunan Muhammad dan akan memiliki nama Muhammad (Muhammad bin Muhammad).
  3. Dia adalah Muslim sejati.
  4. Dia adalah pemimpin rohani, politik dan militer dunia yang tak terkalahkan.
  5. Dia akan muncul di saat terjadi bencana dan penderitaan hebat di dunia.
  6. Dia akan menegakkan keadilan dan kebajikan di seluruh dunia dan menghapus penindasan dan tirani.
  7. Dia akan menjadi Khalifah dan Imam (wakil Ilahi dan pemimpin) Muslim di seluruh dunia.
  8. Dia akan memimpin revolusi dunia dan mendirikan pemerintahan dunia baru.
  9. Dia akan memimpin serangan militer terhadap siapapun yang bertentangan dengannya.
  10. Dia akan menyerang banyak negara.
  11. Dia akan membuat perjanjian damai selama 7 tahun dengan orang Yahudi dari garis keturunan Nabi Yahudi.
  12. Dia akan menaklukkan Israel di bawah Islam dan memimpin Muslim taat di perang terakhir melawan orang-orang Yahudi.
  13. Dia akan mendirikan pusat pemerintahan Islam di Yerusalem.
  14. Dia akan berkuasa selama 7 tahun (atau mungkin 8 sampai 9 tahun).
  15. Dia akan membuat Islam menjadi satu-satunya agama di Bumi.
  16. Dia akan muncul mengendarai kuda putih (meskipun ini bisa berarti simbolis saja).
  17. Dia akan menemukan kembali bagian naskah-naskah Alkitab yang akan digunakannya untuk membuktikan umat Yahudi salah sehingga sebagian akan beralih memeluk Islam.
  18. Dia akan menemukan kembali Tabut Perjanjian dari Laut Galilee, dan akan dibawanya ke Yerusalem.
  19. Dia akan punya kesaktian dari Allah untuk menguasai angin, hujan dan tanam-tanaman.
  20. Dia akan punya sangat banyak kekayaan.
  21. Dia akan dicintai semua orang di Bumi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: