ALLAH SALAT

33 Al-‘Ahzab 56
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Masalah utama ayat di atas adalah makna SHALAWAT yang artinya sama dengan SALAT, alias sembahyang, berdoa, beribadah pada Allah. Jika Allah bersalat atau berdoa, maka pada siapa yaaa Allah SWT berdoa? Ternyata pertanyaan ini pun banyak dibahas di kalangan Muslim, sebab kedengarannya memang aneh.

Pertama-tama, saya ajukan Tafsir al-Tabari akan QS 33 Al-‘Ahzab 56:

Menurut saya, yang paling penting untuk diperhatikan dari Tafsir al-Tabari di atas adalah keterangan dari halaman 237, paragraf kedua:

Menurut saya, yang paling penting untuk diperhatikan dari Tafsir al-Tabari di atas adalah keterangan dari halaman 237, paragraf kedua:

Perhatikan kalimat yang digaris bawahi merah:

Hal itu karena lafazh  untuk SELAIN Allah berarti mendoakan.

Kenapa kok ada perkecualian seperti itu? Tak ada penjelasan apapun dari Tabari, sehingga kesannya seperti hendak mengatakan: POKOKNYA BEGITU! Alasan utama perkecualian ini adalah karena Muslim MALU mengakui bahwa Allah berdoa bagi Muhammad. Jika Allah berdoa, lalu pada siapa sih Allah berdoa?

Tafsir al-Tabari QS 33 Al-‘Ahzab 56 telah mengganti kata shalawat dengan “melimpahkan karunia”, sedangkan Tafsir ibn Kathir masih jujur mengungkapkan kata aslinya (bershalawat/bersalat):

Keterangan dari Ibn Kathir berikut menjelaskan bahwa Shalawat Allah bukanlah Berkat Allah, sebab baik kata Shalawat dan Berkat digunakan dalam paragraf yang sama, dengan makna yang berbeda. Dengan begitu, Hadis berikut membantah keterangan Muslim bahwa Shalawat Allah = Berkat Allah.

Pengertian yang sebenarnya adalah: Shalawat Allah = Salat/Doa Allah … Bagi Muhammad! Pertanyaan yang lalu timbul adalah: Pada siapakah Allah bersalat?

Tentu saja pertanyaan memalukan seperti ini tak ada jawabannya dalam Islam. Yang bisa dilakukan para ulama Muslim hanya tiga:

(1) Mengakui Muhammad salah atau ngawur;
(2) Mengganti ayat Qur’an;
(3) Mengganti makna Shalawat Allah.

Pilihan 1 dan 2 berakibat Neraka dan terlalu mengerikan bagi Muslim, sedangkan pilihan 3 bisa dianggap sebagai taqiyya di jalan Allah guna menutupi kengawuran Islam. Pilihan nomer 3 adalah pilihan termudah, dan inilah yang lalu dilakukan berbagai ulama Muslim tanpa malu.

Tafsir al-Tabari dan Tafsir ibn Kathir, yang saya cantumkan di atas merupakan bukti nyata bagaimana para ulama atau ahli Islam begitu jungkir balik mengeluarkan berbagai teori, tafsir dan arti kata baru demi menutupi makna asli dari Shalawat/Salat yang dilakukan Allah. Para ulama mengatakan: Shalawat Allah = Berkat Allah. Tapi ternyata ada kata khusus untuk berkat dalam bahasa Arab, yakni Baraqa dan kata ini pun digunakan berkali-kali dalam Qur’an, dan artinya adalah ‘berkat’ dan bukan ‘salat’. Jadi gimana nih? Kata Shalawat yang sama, jika dilakukan oleh Malaikat, bukan berarti ‘berkat’ lagi tapi berarti ‘doa-doa yang dipanjatkan para Malaikat’. Mengapa satu kata (Shalawat) yang sama, bisa berbeda artinya jika dilakukan oleh orang/makhluk lain? Ini sama seperti kasus pada kalimat berikut:

Allah buang hajat, Malaikat buang hajat. Jika memakai logika Muslim QS 33:56, maka penjelasannya serupa dengan ini: Pengertian ‘buang hajat’ pada Allah berubah artinya menjadi memberkati; sedangkan kata ‘buang hajat’ yang dilakukan Malaikat berarti bener-bener buang hajat.

2 Responses

  1. jika anda mempelajari tafsir alquran jgn melakukan sendiri wahai kafir, sebelumnya sudah anda pertanyakan belum dengan ahlinya ( ulama ), anda dihibaratkan anak kecil yg perlu diarahkan karna anda benar benar tersesat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: