KAKBAH DULU ADALAH GEREJA!

Tempat ibadah apakah yang memiliki patung Bunda Maria dan Bayi Yesus? Tempat ibadah Gereja tentunya, apalagi jika patung tersebut ditaruh di atas bangunan.

Suku pertama yang menguasai Kakbah di Mekkah adalah suku Jurhum. Tampaknya suku ini beragama Kristen, karena merekalah yang menempatkan patung Maria dan Yesus di Kakbah. Suku Jurhum berperang melawan suku Khuza’a, kalah, dan diusir keluar dari Mekkah. Suku Khuza’a lalu menguasai Kakbah selama 300 tahun.

Terjemahan:
Fahera adalah putri Umaro Ibn Al-Hareth Bin Mu’da’d Al-Jurhum, ayahnya merupakan penguasa terakhir Kakbah dari suku Jurhum, dan terjadilah perang antara Jurhum dan Khuza’a sampai perang berakhir dengan kemenangan suku Khuza’a yang lalu mengusir keluar suku Jurhum dari Mekkah dan suku Khuza’a kemudian menguasai Kakbah selama tiga ratus tahun.

Setelah itu …

Terjemahan:
Qusai menang perang dan mengambil alih Kakbah dan dia mengumpulkan semua putra suku Faher dan mengusir mereka keluar dari Mekkah.

Setelah Qusai ibn Kilab, si Anak Anjing, berkuasa di Mekkah, dia bukannya membersihkan berhala, tapi malah menambah dua patung berhala sebagai bagian dari ibadah Haji di Kakbah. Perhatikan bahwa Qusai merupakan kakek moyang Muhammad, dan Qusai jelas adalah penyembah berhala. Muslim mengatakan bahwa seluruh silsilah keluarga Muhammad merupakan pengikut Abraham, penyembah Tuhan Abraham. Akan tetapi, pengakuan itu ternyata jauh panggang dari api, karena tidak didukung Hadis Sahih Muslim.

Terjemahan:
Pria itu bernama ‘Isaf Bin Ba’qa’ atau Bin ‘Umar, dan wanita itu bernama Na’elah Bent Ze’eb atau Bent Sahel, mereka berdua berasal dari Jurhum, dan mereka ngeseks di dalam Kakbah sehingga Allah mengubah mereka menjadi dua patung yang diletakkan di sebelah Kakbah, dikatakan bahwa patung-patung ini diletakkan di Safa dan Al-Marwa (dua tempat yang dikunjungi Muslim saat ibadah haji – lihat Qur’an 2:158), jadi Qusai, si Anak Anjing, meletakkan kedua patung itu dekat Kakbah dan dia memberi korban pada kedua patung ini dan memaksa orang-orang untuk memuja patung-patung ini.

Qusai ibn Kilab, si Anak Anjing, ternyata penyembah berhala! Dia itu kakek moyangnya Muhammad. Menurut pengakuan Muslim pada umumnya, Qusai ibn Kilab adalah keturunan Ismael, tapi mengapa keturunan Ismael kok beragama pagan, menyembah berhala, bikin patung-patung untuk disembah, bahkan patungnya diberi persembahan segala? Apa masuk akal? Para keturunan Anjing ini dari dulu adalah pagan, dan Muhammad juga sebenarnya beragama pagan sebelum ngaku jadi Nabi.

Meskipun sudah bergonta-ganti penguasa dari suku Jurhum yang Kristen, lalu suku Khuza’a yang pagan, dan dilanjutkan suku Quraysh yang juga pagan, patung Bunda Maria dan Yesus tetap berada di Kakbah, tanpa diganggu-gugat. Ternyata kebiasaan itu pun diteruskan oleh Nabi pagan kita Muhammad SAW di jaman Islam!! Lihat nih buktinya dari Waqidi yang dikutip oleh Martin Lings (Abu Bakr Siraj Ad-Din) dalam bukunya yang berjudul Muhammad – His Life Based on the Earliest Sources, hal. 314:

Terjemahan:
Selain dari patung suci Perawan Maria dan Bayi Yesus, dan lukisan seorang tua, yang katanya adalah Abraham, dinding Kakbah dipenuh oleh gambar-gambar Dewa pagan. Sambil menempatkan tangannya melindungi patung Maria dan Yesus, Nabi memberitahu ‘Uthman untuk menghapus segala lukisan, kecuali lukisan Abraham.

Muslim ngamuknya setengah modar waktu Adadeh (Translator Indonesia FaithFreedom) bikin gambar wajah Muhammad. Tapi ternyata literatur Islam menjelaskan bahwa Muhammad demen banget patung Maria dan Yesus, dan juga gambar wajah Abraham! Gimana nih? Nabinya ternyata doyan wajah Tuhan Kristen.

Ini bukti lain dari Akhbar Mecca oleh Al-Azraqi, cetakan 2004, vol. 1, hal. 200:

Terjemahan:
Aku diberitahu oleh kakekku yang diberitahu oleh Dawood Ibn Abd-Al-Rahman dari putra Gorieej dan Suliman bin Mousa Al-Shami ‘Ata bin Rabah, aku mendengar bahwa kau bersaksi bahwa Kakbah dulu memiliki patung Maria dan putranya Yesus di pangkuannya, dan keduanya dihiasi dengan berbagai benda yang indah? Dia berkata: Ya, Kakbah dulu punya enam buah tiang dan patung Maria dan Yesus terletak di atas tiang. Dia bertanya apakah kau tahu kapankah patung ini dihancurkan? Dia berkata bahwa patung ini hancur oleh api saat jaman Ibn Al-Zubir (perang antara umat Muslim).

Ini bukti lain dari Sirat Rasul Allah oleh Ibn Ishaq. Perhatikan catatan kaki yang menerangkan bahwa Ibn Hisyam menghapus keterangan ini dari buku aslinya, karena tidak suka saat mengetahui Muhammad ternyata senang sama gambar dan patung tokoh-tokoh utama dan Tuhan Kristen (Maria, Yesus, Abraham).

Terjemahan:
I.I. dari Hakim b. ‘Abbad b. Hanif dan penyampai Hadis lainnya: suku Quraysh telah menempatkan gambar-gambar di dalam Kakbah termasuk gambar Yesus putra Maria dan gambar Maria (damai menyertai mereka berdua). Shihab berkata: Asma’ d. Shaqr berkata bahwa seorang wanita dari Ghassan bergabung dalam ibadah haji bersama orang-orang Arab dan ketika dia melihat patung Maria di dalam Kakbah, dia berkata, ‘Ayah dan ibuku jadi tebusanmu! Kau sungguh adalah wanita Arab!’ Rasul memerintahkan gambar-gambar dihapus kecuali gambar-gambar Yesus dan Maria.

Tuh, lagi-lagi bukti nyata bahwa Muhammad itu senang sama gambar-gambar, terutama gambar Tuhan Kafir! Mengapa Muslim musti sewot kalau ada yang menggambar wajah si Mumahhad, sedangkan Muhammad sendiri senang sekali sama gambar wajah Yesus sampe dibelain mati-matian gitu di Mekkah! Fakta literatur Islam bahwa patung Maria dan Yesus terus berada di Kakbah sampai saat jaman Al-Zubir (cucunya Abu Bakar) menunjukkan bahwa Muhammad tidak pernah menyuruh Muslim menolak pematungan Maria atau Yesus, atau penggambaran wajah Abraham. Kenapa Muslim jaman sekarang sewot banget kalo lihat patung Bunda Maria dan Bayi Yesus? Malah lebih gila lagi, mereka menuduh umat Kristen menyembah patung gara-gara hal ini, padahal Muhammad tidak keberatan patung Maria dan Yesus berada di Kakbah terus sampai dia mati.

Jika sekarang Muslim menuduh umat Kristen menyembah patung karena ada patung Maria dan Yesus di Gereja, maka secara tak langsung mereka juga menuduh Muhammad menyembah patung Maria dan Yesus di Kakbah karena salatnya berqiblat ke Kakbah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: