ASAL-USUL JIZYAH

QS 9 At-Tawbah 28
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

QS 9 At-Tawbah 28 ini turun dua tahun setelah Mekkah ditaklukkan Muhammad dan gerombolan garongnya. Setelah dua tahun, banyak Kafir Mekkah yang masih juga ogah jadi Muslim. Makanya Muhammad mengirim Abu Bakar untuk mengancam siapapun yang masih tetap ogah jadi Muslim untuk masuk Islam atau dibunuh. Ayatnya tak lupa dikeluarkan QS 9 At-Tawbah 5 atau AYAT PEDANG TUKANG JAGAL KAFIR. Selain itu Muslim Mekkah tidak boleh menerima Kafir untuk melakukan Ibadah Haji di Kakbah atau masuk Masjid al-Haram. Ini tentu mengurangi pendapatan Muslim Mekkah, sebab pengunjung Ibadah Haji bayar banyak duit pada mereka. Mereka mengeluh pada Muhammad: Wah penghasilan kami jadi berkurang nih. Muhammad pun menurunkan QS 9 At-Tawbah 28 yang isinya: Jangan khawatir kurang duit, karena Allah akan memberi kekayaan dan mengganti kehilangan duitmu. Dari mana Allah mendapatkan kekayaan bagi Muslim tersebut? Darimana lagi jika bukan dari kantong Kafir? Tepatnya Kafir Kristen dan Yahudi! Muhammad tentu saja kagak mau menutupi duit yang hilang bagi Muslim, makanya dia nyuruh Muslim main rampok dan serang Kafir sambil rampas hartanya, tentunya dengan ayat-ayat Qur’an untuk menutupi kejahatan tersebut.

Ingat, bahwa Muhamad/Allah SWT bukannya menyuruh Muslim berdagang dengan cara lain untuk menutupi kekurangan, tapi malahan menyuruh Muslim memerangi orang lain dan merampas harta orang lain. Mengapa Tuhan kok malahan menyuruh umatnya cari nafkah dengan cara seperti itu? Tentu saja karena Nabi Islam pencipta Tuhan palsu itu juga cari nafkah dengan cara yang sama.

Selain Tafsir al-Tabari, Tafsir ibn Kathir pun menyampaikan keterangan yang sama di QS 9 At-Tawbah 28-29 bahwa Jizyah tak lain adalah ganti nafkah Muslim di Mekkah.

Dahulu masyarakat Mekkah mencari nafkah dengan cara:
(1) Berdagang ke Suriah (negara Kristen) dan
(2) Mendapatkan uang dari jasa Ibadah Haji di Kakbah dan Masjid al-Haram. Mereka menyediakan makanan dan minuman bagi para peziarah Kakbah. Banyak dari para peziarah itu yang pagan alias Kafir sebab Ibadah Haji itu memang ibadah pagan. Para peziarah itu datang dan belanja di pasar-pasar Mekkah. Kayak turis aja yang melancong sambil beribadah.

Tapi Muhammad mematikan nafkah mereka dengan cara mencegat kafilah-kafilah dagang Mekkah ke Suriah, membunuhi mereka, dan merampoki harta mereka. Setelah itu, Muhammad menyerang dan menaklukkan Mekkah. Dua tahun kemudian dia mengirim Ali dan Abu Bakar dengan QS 9 At-Tawbah 5 yang memaksa semua Kafir Mekkah untuk memeluk Islam jika tidak dibunuh. Selain itu, Muhammad juga melarang Muslim Mekkah untuk menerima peziarah Kakbah yang Kafir. Pokoknya Kafir tidak boleh masuk ke tempat Ibadah Haji itu lagi. Tentu saja Muslim Mekkah protes sebab dari mana lagi mereka dapat nafkah? Berdagang dengan Suriah sudah diputus, lalu sekarang tidak boleh menerima turis/peziarah Kafir ke Mekkah pula. Muhammad mengajukan jalan keluar bagi mereka: PERANGI DAN RAMPOK PARA AHLI KITAB SAJA! Peras mereka dalam bentuk Jizyah untuk mengganti nafkah yang hilang gara-gara aturan Islam yang baru!

Jadi dulu sebelum Islam, masyarakat Mekkah cari nafkah secara terhormat dengan berdagang dan menyediakan servis Ibadah Haji, tapi setelah jadi Muslim mereka malahan harus jadi kriminal yang merampoki, memerangi dan menindas Kafir untuk cari nafkah. Itulah asal-usul sebenarnya Jizyah dalam Qur’an, Hadis, Sira dan Tafsir. Penulis Sira dan Tafsir itu banyak, tapi semuanya seragam menjelaskan sejarah asal-usul Jizyah. Muslim zaman sekarang yang “gerah” dengan sejarah kelam Jizyah ini berusaha mengeluarkan teori baru yang “lebih enak didengar telinga Muslim” dengan, apalagi jika bukan, sangkalan-sangkalan dan bualan-bualan yang tak masuk akal, seenak udel sendiri. Jangan percaya sama dusta mereka. Simak langsung dari literatur Islam.

Rasulullah berkata:
“Janganlah kamu memulai mengucap salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Jika kamu menjumpai seorang dari mereka di suatu jalan, maka DESAKLAH MEREKA KE TEMPAT YANG PALING SEMPIT.”

Lalu perangi Kafir Yahudi dan Kristen, paksa mereka bayar Jizyah dengan sikap terhina dan tunduk. Periksa tuh Tafsir di atas. Muhammad sama sekali tak mengatakan bahwa Muslim harus menunggu sampai Kafir Yahudi dan Kristen menyerang terlebih dahulu agar bisa/halal diperangi. Tidak ada keterangan seperti itu. Yang ada hanyalah keterangan langsung serang, tindas dan paksa dengan Jizyah.

Dengan ajaran moral seburuk ini sejak kecil, makanya tak heran jikalau Muslim tumbuh dewasa dengan moral/akhlak yang rendah pula. Mereka senantiasa benci/iri pada Kafir dengan berbagai alasan yang tak masuk akal. Semakin kaffah Islamnya, semakin memuncak pula kebencian Muslim terhadap Kafir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: