NGAWURNYA MUHAMMAD: ALEXANDER AGUNG DAN DONGENG PERSIA

Alexander Agung terkenal sebagai pagan sejati dan penyembah berhala. Tapi Muhammad mengatakan bahwa Alexander adalah budak Allah yang melakukan Jihad untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia.

Selain buta akan kronologi sejarah, Muhammad juga menambahkan hukuman-hukum Ilahi pada negara dan menghilangkan mereka dari sejarah, padahal negara-negara itu masih eksis sampai hampir ke masa hidupnya. Sama seperti para Nabi agama Jin Arab, Muhammad juga memasukkan tokoh-tokoh sejarah penting ke dalam agama Islam.

Dalam Qur’an, Muhammad menyebut Alexander Agung sebagai Zulkarnaen, atau “orang yang bertanduk dua.” Gelar ini tercantum dalam buku “The Romance of Alexander”, yang berbahasa Aramaik dan tersebar diantara umat Kristen sebelum jaman Islam. Versi tua buku ini bahkan berjudul Zulkarnaen.

Alexander Agung digambarkan di berbagai uang logam kerajaan dengan dua tanduk di kepala untuk melambangkan bahwa dia menaklukkan dunia Barat dan Timur. Alexander terkenal sebagai tokoh pagan yang meminta nasehat dari berbagai pendeta Dewa-Dewi Yunani sebelum melakukan penyerangan militer, dan dia juga menyembah berhala di berbagai kota yang ditaklukkannya. Dia juga mengakui bahwa dia adalah Dewa, putra Dewa utama Yunani yakni Zeus. Ketika Alexander mendengar bahwa Philotas, pemimpin pasukan berkuda, mengejeknya karena mengaku sebagai putra Zeus, Alexander menjadi sangat marah dan menangkap Philotas, menghakiminya, dan menjatuhkan hukuman mati. Pengakuan Alexander bahwa dirinya adalah Dewa tertulis di berbagai tulisan klasik kuno. Sejarawan Agatharchides menulis:

Alexander, yang tak terkalahkan di medan perang, tidak bernasib baik dalam hubungan pribadinya. Dia terjerat dengan pujian-pujian, dan tatkala dia mengatakan dirinya adalah putra Zeus, dia tak menganggap dirinya diejek, tapi dikagumi karena minatnya akan hal yang mustahil dan sikapnya yang melupakan wujud alaminya. [25]

[25] Agatharchides dari Cnidus, on the Erythraean Sea, buku I, 17, diterjemahkan dan diedit oleh Stanley Burstein, The Hakluyt Society London, 1989, hal. 52.

Aristobulus, saksi yang bekerja sebagai insinyur bagi Alexander, menerangkan alasan mengapa Alexander berencana menaklukkan Arabia. Aristobulus berkata:

Ketika Alexander mengetahui bahwa orang-orang Arab menyembah dua Dewa utama, dia mengira bahwa mereka akan menyembahnya pula sebagai Dewa ketiga jika dia berhasil menaklukkan mereka dan memperbolehkan mereka mempertahankan adat kakek moyang mereka. [26]

[26] The Geography of Strabo, Buku XVI .I. 11, The Geography of Strabo, Volume VII, Harvard University Press, 1966, hal. 211.

Meskipun fakta literatur sudah jelas, tapi Muhammad tetap saja mengatakan Alexander Agung sebagai Muslim yang menyembah Allah. Muhammad mengatakan perang Alexander sebagai perang Jihad untuk membenarkan tindakannya menyebarkan peperangan terhadap suku-suku Arab dan Yahudi yang tak melakukan kesalahan apapun padanya.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: