IMAM SAUDI: KEBEBASAN BERPIKIR ITU BAHAYA

Teks ini adalah interview Imam Saudi, Muhammad Al-Munajid. Interview ini ditayangkan di TV Al-Majd, pada tanggal 30 Maret, 2008.

Untuk melihat filmnya, silakan kunjungi disini.
Untuk melihat TV MEMRI tentang Muhammad Al-Munajid, silakan kunjungi disini.

Muhammad Al-Munajid: “Beberapa orang munafik berkata: ‘Islam bukanlah barang milik pribadi siapapun.’ Lalu apa yang mereka inginkan? Mereka berkata: ‘Kami ingin membuat aturan-aturan.’ Orang yang ****, tidak tahu bahasa Arab, tidak tahu apa-apa tentang Hukum Islam, berani-beraninya membuat aturan! Mereka katakan: ‘Kami menafsirkan kitab suci.’ Ada konspirasi yang sangat berbahaya melawan agama Islam di dalam surat kabar dan dalam pernyataan orang-orang seperti ini. Seorang wartawan, atau salah seorang yang berakhlak rendah, ingin … Orang-orang ini adalah hasil campuran budaya Barat, lokal dan ideologi-ideologi luar, tapi mereka ingin menunjukkan pandangan mereka sendiri tentang aturan-aturan agama Islam.

Ini hanyalah hak bagi ahli-ahli agama Islam, dan bukannya bagi orang-orang **** – hak khusus bagi orang-orang yang berpengetahuan, dan bukannya orang-orang tolol atau munafik.

[…]

“Masalahnya adalah mereka ingin debat terbuka untuk membahas apakah Islam itu benar atau salah, dan apakah Yahudi dan Kristen itu benar atau salah. Dengan kata lain, mereka ingin memperdebatkan segala-galanya. Mereka ingin bisa mengangkat segala masalah untuk diperdebatkan. Begitulah.”

“Dimulai dari kebebasan berpikir, lalu dilanjutkan dengan kebebasan berbicara, dan hal ini berakhir dengan kebebasan beragama. Lalu di mana konspirasinya? Mereka katakan: ‘Harus ada kebebasan mengartikan Islam’. Apa sih yang sebenarnya mereka inginkan?”

“Mereka katakan: ‘Aku berpikir, karena itu aku ingin mengutarakan pikiranku. Aku ingin mengungkapkan pandanganku, aku ingin bicara dan mengatakan, misalnya, ada hal-hal yang salah dalam Islam, atau bahwa Kristen itu agama yang benar.'”

“Lalu mereka akan bicara tentang kebebasan beragama, dan siapapun berhak mempercayai apapun yang mereka inginkan … Jika kau ingin murtad – ya silakan saja. Kau suka agama Buddha? Silakan tinggalkan Islam, dan silakan memeluk agama Buddha. Tidak jadi masalah. Itulah kebebasan beragama sebenarnya. Mereka ingin bebas dalam segala hal. Yang mereka inginkan sungguh berbahaya.”

[…]

“Kebebasan berpikir, dengan batasan-batasan tertentu, memang baik. Islam mengajak Muslim untuk berpikir, untuk memahami, dan menggunakan pikiran. Tapi kebebasan untuk melakukan bidah, yang memperbolehkan siapapun untuk mengritik apa yang dikehendakinya tentang Islam, misalnya dia tidak suka hukuman terhadap murtadin, dia tidak suka hukuman bagi peminum alkohol, atau dia tidak suka hukuman rajam bagi pezinah – ini merupakan perbuatan barbar.”

“Mereka bertanya: ‘Kenapa sih pencuri harus dipotong tangannya?’ Sebagian dari mereka menyatakan bahwa hukuman seperti itu ‘keterlaluan’. Jika kau hapus hukuman ini, maka kau akan lihat peningkatan pencurian. Di lain pihak, orang-orang merasa aman dengan hartanya karena adanya hukuman ini.”

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: