MAYORITAS YANG DAMAI

Oleh Paul E. Marek

Saya pernah punya teman yang berasal dari keluarga Jerman ARISTOKRAT dalam Perang Dunia II. Mereka memiliki sejumlah pabrik besar dan tanah luas. Saya tanya padanya, berapa sih sebenarynya jumlah orang Nazi yang benar-benar Nazi? Dan jawabannya mengagetkan saya sampai saya tidak dapat melupakannya.

“Hanya sedikit orang yang benar-benar Nazi tulen, “katanya,” namun kebanyakan senang dengan terwujudnya kembali kebanggaan nasional Jerman, dan kebanyakan terlalu sibuk untuk mengurusi soal Nazi.

Saya menyangka bahwa orang-orang Nazi hanyalah segelintir orang-orang gila. Tetapi ternyata, penduduk Nazi ‘moderat’ yang mayoritas itu hanya duduk ongkang kaki tidak peduli dengan pembantaian massal oleh Nazi. Dan sebelum kita menyadari, mereka membom kita, menyita harta kita dan kami kehilangan kontrol, sampai akhir PD II. Keluarga saya kehilangan semuanya dan saya malah mendekam di kamp konsentrasi dan ironisnya, sekutu menghancurkan pabrik-pabrik saya.”

Kami terus dicekoki oleh para “pakar” dan media bahwa Islam adalah agama damai dan bahwa kebanyakan mayoritas Muslim ingin hidup dalam kedamaian.

Pernyataan itu hanya omong kosong yang dibuat agar kami merasa lega dan tenang dan seakan-akan menghilangkan kenyataan bahwa sejumlah kelompok fanatik yang lalu lalang di dunia ini dalam nama Islam memang ingin memberanguskan kami. Faktanya adalah, kaum fanatik ITULAH yang menguasai Islam pada saat ini …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: