KACAUNYA SILSILAH KELUARGA IBRAHIM

Oleh Jochen Katz

Qur’an menyatakan bagaimana Allah menganugerahi Ibrahim dengan memberinya keturunan-keturunan yang saleh (sesuai permohonannya dalam doa di QS 14 ‘Ibrahim 39-40). Dalam QS 6 Al-‘An`am kita temukan daftar keturunannya:

QS 6 Al-‘An`am 83
Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
QS 6 Al-‘An`am 84
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya’qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
QS 6 Al-‘An`am 85
dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.
QS 6 Al-‘An`am 86
dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),
QS 6 Al-‘An`am 87
Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Urutan nama-nama diatas agak ‘aneh’, loncat maju mundur tak beraturan waktu.

Ayat 83 menyebutkan kisah Ibrahim (QS 6 Al-‘An`am 74-82) dan ini menetapkan bahwa kata ganti ‘nya’ yang pertama di ayat 84 ditujukan bagi Ibrahim.

Ayat 84 pertama-tama menyebutkan Ishak dan Yakub. Keturunan langsung dari Ibrahim (anak dan cucu). Lalu muncul kalimat sesudah tanda semicolon, “dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk”, yang ditujukan pada kakek moyang Ibrahim yang paling terkenal. Setelah itu, daftar dari Keturunan-keturunan Ibrahim yang terkenal berlanjut, tapi tanpa sistem yang jelas.

Urutan kronologis yang benar, berikut dengan perkiraan waktu kelahiran mereka kurang lebih sebagai berikut:

– Ismael/Ismail dan Ishak (1900 SM)
– Yakub/Ya’qub (1800 SM)
– Yusuf (1700 SM)
– Harun dan Musa (1500 SM)
– Daud (1040 SM)
– Salomo/Sulaiman (1000 SM)
– Elias/Ilyas dan Elisa/Alyasa’ (850 SM)
– Yunus (800 SM)
– Zakaria (70 SM)
– Yohannes/Yahya dan Yesus/Isa (0 M)

Beberapa waktu kelahiran ini masih diperdebatkan (misal apakah Musa itu sekitar 1300 SM bukannya 1500 SM), tapi urutannya tidak dipertanyakan lagi.

Catatan: Sebagian Muslim mungkin menyanggah bahwa nama-nama itu diurutkan sesuai dengan topik, kelompok-kelompok Nabi yang punya kesamaan. Itu sebabnya ada komentar untuk setiap kelompoknya. Tapi, bahkan jika demikian, mereka yang berada dalam kelompok itupun diurutkan secara salah. Menempatkan Daud sebelum Musa adalah salah. Menempatkan Elias setelah Yesus adalah salah, dan Lut serta Ismael itu jauh lebih tua dari Elisa dan Yunus.

Tanpa banyak komentar lagi, daftar yang ditulis dalam Qur’an itu sangat membingungkan urutannya, tapi kebingunan ini tidak dianggap sebuah kesalahan karena Qur’an tidak mengklaim bahwa daftar ini ditulis secara kronologis.

Tapi, disamping dari isu kronologis, ada dua masukan yang jadi masalah dalam daftar ini, daftar yang sengaja saya tidak masukkan dalam urutan bertanggal diatas. Ayub/Ayyub biasanya tidak dianggap sebagai keturunan dari Ibrahim. Tapi, kita tidak punya informasi cukup tentang dia untuk memastikan bahwa ini betul-betul sebuah kesalahan. Tapi tetap saja, Qur’an memasukkan Ayub/Ayyub kedalam keturunan Ibrahim meski tidak ada bukti-bukti positif mengenai itu.

Lot, nama lain adalah Lut. Kita tahu bahwa Lut adalah keponakan dari Ibrahim, anak dari saudaranya Haran (Kejadian 11:27). Ibrahim dan Lut melakukan perjalanan dan memasuki tanah Kanaan bersama-sama dan mereka tinggal tidak berjauhan untuk beberapa waktu. Belakangan, mereka berpisah (Kejadian 13) sebelum anak pertama Ibrahim lahir (Kejadian 15). Lut adalah orang sejaman dengan Ibrahim, tapi dia bukanlah keturunannya. Ini juga bisa dilihat dalam QS 15 Al-Hijr 51-66 dan QS 29 Al-`Ankabut 26 dalam Qur’an.

Dengan demikian, dimasukkannya Lut kedalam “benih keturunan Ibrahim” dalam QS 6 Al-‘An`am 86 jelas sebuah kesalahan, bahkan menurut Qur’an sendiri sekalipun.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: