HUKUM SYARIAT ISLAM SECARA SINGKAT!

Oleh Kamran Mirza

Pendahuluan

Usaha para Islamis untuk mempromosikan hukum barbar “Syariat Islam” di Barat tidak mendapat banyak tentangan karena (1) Kaum Barat malas untuk mengetahui ideologi Islam secara umum, (2) Kemudahan demokrasi dan juga (3) Sikap Politically Correct (benar secara politis) yang sering disebarkan oleh para politikus Barat karena sikap mereka yang mementingkan kedudukan sendiri sehingga berusaha mendapat jumlah suara terbanyak dan sama sekali tak mau tahu akan bahaya Syariat Islam. Banyak pejabat Barat munafik malahan membela para Islamis yang terus berusaha membuat Islam tampak indah dalam pidato mereka dan mengajak masyakarat perbedaan beragama nonsense yang tujuan utamanya hanyalah untuk menipu masyarakat saja. Semua Islamis Barat berusaha menampilkan Islam sebagai agama yang cocok dan sesuai dengan nilai-nilai Barat. Dengan menggunakan kata-kata muluk yang biasa digunakan tukang jual obat, mereka berusaha keras meyakinkan masyarakat Barat bahwa Islam itu demokratis, toleran terhadap agama lain, menjunjung tinggi kebebasan beragama dan sebagainya. Mereka rupanya menyembunyikan paham fasisme dalam Islam yang berasal dari (terutama) Qur’an dan juga (kedua) Hadis di dalam Syariat Islam. Aturan dan hukum barbar dalam Syariat itulah yang membuat masyarakat Muslim sangat menderita. Faktanya, yang disebut Muslim sebagai Hukum Allah ini tak lain adalah hukum sosial suku Arab pagan nan keji yang telah tertanam dalam-dalam pada Islam dan sekarang menyebabkan umat manusia menderita.

Para Islamis jual kecap pada masyarakat Barat dengan mengatakan bahwa negara-negara non-Arab Muslim seperti Bangladesh merupakan contoh bahwa tiada pertentangan antara Islam dengan demokrasi. Tapi negara-negara yang mereka sebut itu menerapkan UU Demokrasi Barat dan bukannya Syariat Islam. Di luar Timur Tengah, Pakistan telah menerapkan sebagian Hukum Syariat dan kita bisa melihat sendiri berita-berita brutal dan barbar yang mengerikan setiap hari di Pakistan atas nama Islam. Untuk mengerti Islam, orang perlu mengerti Hukum Syariat. Aku menulis artikel ini untuk memberitahu pembaca tentang Hukum Syariat yang hanya bisa menghasilkan sikap brutal, kebencian dan fasisme Islam.

Apakah “Syariat Islam”?

Istilah “Syariat” (Arabic: شريعة‎ šarīʿah, IPA: [ʃaˈriːʕa], “legislation”; sp. shariah, sharīʿah; also Islamic law, قانون إسلامي qānūn ʾIslāmī) berarti hukum suci Islam. Hukum Syariat secara harafiah berarti aturan agama dalam kehidupan. Istilah ini digunakan untuk sistem hukum Islam dan kehidupan Islamiah secara menyeluruh. Hukum Syariat menentukan semua aspek kehidupan Muslim, termasuk aturan politik, kegiatan hidup sehari-hari, makanan, cara berbaju, hiburan, olah raga, kewajiban keluarga dan agama dan aturan keuangan. Semua ahli Islam (Mullah, Maulana, Mufti dan Kiai) yang mengerti Qur’an dan Hadis percaya bahwa hukum Syariat merupakan hukum tertinggi dan terbaik untuk semua umat manusia di dunia. Hukum ini dikenal sebagai “Hukum Allah” dan dianggap sebagai hukum utama di atas segala hukum. Karena itulah, kaum Muslim yang fanatik dan kaffah di seluruh dunia selalu saja berjuang (berjihad) agar Pemerintah mereka melaksanakan “Syariat Islam” sebagai satu-satunya hukum dan menggulingkan hukum sekuler demokrasi (hukum buatan manusia).

Asal-usul dan Sumber-sumber Syariat:

“Hukum Syariat” dalam empat Mazhab (aliran utama Islam) umumnya adalah sama. Sumber-sumber utama Syariat adalah: Qur’an, Hadis dan Sunah (perkataan, perbuatan dan ajaran Nabi Muhammad). Sumber kedua adalah: Mufakat, Persamaan, Pendapat Muslim ahli Islam terkemuka, dan Acuan hukum.

Empat Aliran Utama Hukum Syariat:

1. Mazhab Hambali: Aliran paling kolot Syariat. Hukum Syariat aliran Hambali di pedalaman Oman dan beberapa tempat sepanjang Teluk Persia dan di beberapa kota Asia Tengah.
2. Mazhab Maliki: Syariat berdasarkan praktek-praktek yang dilakukan masyarakat Madinah di jaman Muhammad.
3. Mazhab Syafi’i: Syariat aliran kolot yang mengutamakan pendapat para sahabat Muhammad.
4. Mazhab Hanafi: Syariat aliran paling liberal dan lebih terbuka untuk menerima pandangan-pandangan modern sampai batas tertentu.

Sejarah Singkat Penyusunan Syariat:

Muslim beranggapan bahwa Hukum Syariat disusun dari firman Allah sebagaimana yang diwahyukan dalam Qur’an dan Hadis yang dikumpulkan di masa hidup Nabi Muhammad. Syariat terus mengalami perubahan-perubahan fundamental, dimulai dari masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar (632-634) dan Khalifah Umar bin Khattab (634-644), di saat banyak pertanyaan-pertanyaan diajukan kepada para sahabat Muhammad untuk konsultasi. Karena itulah, Qur’an dan Sunah merupakan pedoman utama untuk menyusun “Syariat Islam”.

Meskipun secara prinsip “Hukum Syariat” diambil dari para pemimpin Islam seperti Nabi Muhammad dan Empat Khalifah Teladan (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Talib), tapi hukum tertulis Syariat tidak terdapat di jaman awal kekhalifahan. Syariat mulai ditulis tangan dimulai di jaman Nabi dan terus dilakukan selama jaman Empat Khalifah Teladan, Khalifah Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah sampai jaman kekhalifahan Turki Utsmani. Syariat berkembang terus selama periode 750-850 M. Buku kecil Syariat disusun dan dikumpulkan oleh para ahli Islam dari empat Mazhab dan digunakan berbagai khalifah sebagai pedoman hukum di pengadilan dan versi akhir Syariat dijilid 150 tahun setelah Nabi Muhammad mati di tahun 632 M. Di jaman sekarang, pengadilan-pengadilan Saudi menggunakan Hukum Syariat yang paling konservatif yang disusun oleh Ahmad bin Muhammad Hanbal bin Hilal.

Hukum Umum dalam Syariat Islam yang seringkali dilaksanakan di berbagai negara yang menerapkan UU berbasis Syariat dengan sedikit variasi:

1. Jihad dijabarkan sebagai “perang melawan semua non-Muslim untuk menegakkan agama Islam” adalah kewajiban setiap Muslim dan kepala negara Muslim (khalifah). Para khalifah Muslim yang tak mau melaksanakan jihad berarti melakukan pelanggaran terhadap Syariat dan tak layak untuk memimpin.
2. Seorang khalifah diperbolehkan memegang kekuasaan melalui perebutan kekuasaan dengan cara kekerasan.
3. Kepala negara Islam (khalifah) tidak bisa dituntut, apalagi dihukum karena melakukan perbuatan-perbuatan kriminal serius seperti pembunuhan, perzinahan, perampokan, pencurian, mabuk dan perkosaan (kasus-kasus hudud).
4. Sebagian zakat harus diserahkan untuk tujuan jihad.
5. Sudah jadi kewajiban Muslim untuk tunduk pada perintah khalifah, meskipun dia tidak bijaksana sekalipun.
6. Khalifah adalah Muslim, bukan budak dan pria.
7. Umat Muslim harus menyingkirkan khalifah jika dia menolak Islam.
8. Muslim yang meninggalkan Islam (murtad) harus segera dibunuh.
9. Muslim yang melakukan pembunuhan akan diampuni jika yang dibunuh adalah: a) murtadin; b) pezinah; c) perampok. Melakukan hukum sendiri dan pembunuhan demi menegakkan kehormatan keluarga (honor killing) diperbolehkan.
10. Seorang Muslim tidak akan dihukum mati jika dia membunuh seorang non-Muslim.
11. Syariat tidak pernah menghapuskan perbudakan dan budak seks dan malahan terus melaksanakannya. Seorang majikan tak akan dihukum jika membunuh budaknya. Perbudakan masih berlangsung di antara masyarakat Muslim Arab.
12. Syariat menetapkan hukuman mati melalui rajam dan penggal bagi pelanggaran seperti pembunuhan terhadap Muslim, zinah, pelacuran. Hukuman lain berdasarkan Qur’an adalah amputasi lengan dan kaki, cambuk, pukul dan berbagai hukuman keji lain bagi pelanggaran seperti mencuri, zinah, merampok, dan lainnya.
13. Non-Muslim tidak sederajat dengan Muslim dan harus tunduk di bawah Syariat (yakni bayar jizyah – pajak keamanan (dari kekejaman Muslim)) jika masih mau hidup aman. Mereka tak boleh menikahi Muslimah, menampakkan daging babi atau minuman beralkohol di tempat umum, melafalkan kitab suci mereka, atau secara terang-terangan merayakan hari raya agama mereka atau melakukan penguburan besar. Mereka dilarang membangun Gereja baru atau membangun Gereja yang lebih tinggi daripada Masjid. Mereka tak boleh masuk Masjid tanpa ijin Muslim. Non-Muslim tidak lagi dilindungi jika melakukan zinah dengan Muslimah atau membuat Muslim murtad.
14. Non-Muslim dilarang menjual senjata-senjata pada seseorang yang akan menggunakannya untuk melawan Muslim. Non-Muslim tidak boleh mencaci Muslim, menghina Allah, Nabi atau Islam, atau menunjukkan kejelekan Muslim. Akan tetapi, Muslim sih boleh mencaci, mengritik, atau mengatakan hinaan terhadap agama non-Islam.
15. Non-Muslim tak boleh mewarisi harta Muslim.
16. Bank-bank harus sesuai dengan hukum Syariat dan tidak boleh menawarkan bunga.
17. Tiada kesaksian yang boleh diajukan di pengadilan dari orang-orang kelas buruh seperti penyapu jalanan atau pembersih tempat mandi. Muslimah kelas rendah seperti peratap bayaran di saat penguburan tidak boleh mendapatkan hak asuh anak saat bercerai.
18. Non-Muslim tidak boleh menjabat kedudukan sebagai pemimpin, bahkan di dalam masyarakat non-Muslim sekalipun.
19. Pelaku homoseksualitas dijatuhi hukuman mati.
20. Tiada batasan umur bagi gadis untuk menikah di bawah hukum Syariat. Kontrak nikah bisa dilaksanakan segera setelah bayi lahir dan boleh ngeseks di usia 8 atau 9 tahun.
21. Istri yang berontak terhadap suami tak akan dapat tunjangan suami dan suami boleh memukul istri dan mengurungnya di rumah.
22. Hanya suami saja yang boleh menyatakan perceraian dan caranya mudah sekali, yakni cukup mengatakan: “Aku ceraikan kamu” dan perceraian akan segera terjadi meskipun suami sebenarnya tidak bermaksud menceraikan istri.
23. Tiada kesatuan pemilikan harta kekayaan antara suami dan istri dan harta suami tidak otomatis jatuh ke tangan istri jika dia mati.
24. Wanita mewarisi separuh dari apa yang diwarisi pria. Saudara perempuan dapat separuh daripada apa yang didapatkan saudara laki.
25. Pria punya hak untuk punya empat istri dan istri tak berhak untuk menceraikannya meskipun dia melakukan poligami.
26. Mahar diberikan untuk ditukar dengan vagina wanita.
27. Muslim boleh ngeseks dengan budak wanita dan juga tawanan wanita (budak seks), dan jika wanita itu telah menikah, maka pernikahannya dianggap batal dalam Islam.
28. Kesaksian seorang wanita di pengadilan hanyalah separuh nilainya dari kesaksian seorang pria; jadi dua wanita sama dengan satu pria.
29. Wanita kehilangan hak asuh anak jika dia menikah lagi.
30. Seorang pemerkosa kemungkinan hanya dihukum dengan kewajiban membayar mahar tanpa menikahi korban perkosaannya saja.
31. Muslimah harus menutupi seluruh tubuhnya, karena tubuh wanita dianggap obyek yang memalukan dan disebut sebagai “Aurat” atau alat kelamin. Sebagian aliran Syariat menetapkan wanita boleh menampakkan wajah, tapi sebagian lain melarangnya.
32. Muslim yang membunuh istrinya yang sedang berzinah akan dimaafkan. Akan tetapi, Muslimah tidak boleh membunuh suaminya yang tertangkap basah ngeseks dengan wanita lain karena sang suami boleh menikahi wanita lain tersebut.
33. Muslim wajib berbohong atau melakukan Taqiyya demi Jihad, dan tak perlu merasa bersalah jika melakukan kebohongan. Ketetapan ini dinyatakan oleh para imam besar Islam setelah bertahun-tahun menyelidiki Qur’an, Hadis dan kehidupan Muhammad.
34. Pelaku pembunuhan massal, perkosaan massal dan penjarah tak akan dihukum jika bertobat.
35. Untuk membuktikan dirinya diperkosa, seorang wanita harus bisa mengajukan empat saksi pria. Kesaksian wanita tidak dianggap sah – ketetapan Hudud Pakisan nomer 7 tahun 1979 amandemen 8B dari tahun 1980. Ribuan wanita dan gadis yang diperkosa di banyak negara malahan dihukum dengan tuduhan zinah karena tak bisa mengajukan 4 saksi pria berdasarkan ketetapan Syariat.
36. Semua musik modern yang mengandung konotasi seksual dilarang dan dihukum berdasarkan Syariat. Hanya musik Islamiah saja yang diperbolehkan.

Aturan-aturan di atas merupakan aturan-aturan utama Syariat Islam yang dilaksanakan oleh para pemimpin pertama Islam (Nabi SAW dan empat Khalifah teladan) dan juga oleh para Khalifah dari Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah dan kekhalifahan Turki Utsmani dengan sedikit variasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: