HEBOH TENTANG ADEGAN PENEMBAKAN AL-DURRAH

Oleh Martin Patience

Ini adegan TV yang tersebar diseluruh dunia. Adegan seorang lelaki Palestina 12 tahun, Muhammad al-Durrah, dan ayahnya sedang bersembunyi dari tembak menembak antara tentara Israel dan Palestina di Gaza, September 2000.

Adegan ini kembali disoroti dipengadilan Perancis.

Bagi rakyat Palestina, kematian anak muda ini menjadi lambang brutalitas kependudukan Israel di Tepi Barat dan Gaza, karena diasumsi bahwa peluru-peluru yang membunuhnya datang dari posisi Israel.

Kini, seorang analis Perancis, Philippe Karsenty, yang mempelajari pembunuhan tersebut menuduh saluran yang pertama menyiarkan adegan itu, France 2, dan korespondennya – Charles Enderlin – serta sang kameraman Palestina, berbohong dalam menyampaikan adegan tersebut.

Mr Karsenty, yang juga mengetuai sebuah kelompok pemeriksa media, dituntut saluran France 2, dan tahun 2006 pengadilan perancis memutuskan bahwa Karsenty telah merusak nama baik saluran France 2.

Kini Karsenty naik banding dan kembali membahas kasus tersebut, menuntut France 2 agar menyiarkan versi adegan penembakan al-Durrah yang BELUM DIEDIT.

Direktur pers pemerintah Israel juga menyatakan adegan itu sebagai “diatur”.

“Karena jalan peristiwa seperti yang digambarkan sang wartawan, Charles Enderlin, sangat tidak masuk akal,” katanya. “Dan ini mengakibatkan kemarahan dunia Arab dan korban dipihak Israel diseluruh dunia,” kata sang direktur.

Calev Ben David, media kolumnis bagi the Jerusalem Post mengatakan, “Kita perlu lebih pro-aktif dalam menentang manipulasi media oleh orang-orang Palestina.”

Ayah Muhammad, Jamal al-Durrah, setuju jika mayat puteranya diangkat kembali untuk otopsi. Durrah jelas menuntut Israel atas kematian puteranya.

Dua minggu setelah penyiaran ‘penembakan’ al-Durrah, dua tentara Yahudi (IDF) terperangkap di Ramallah, dipukuli sampai babak belur, dibelek dan usus mereka dimakan oleh massa histeris diiringi teriakan Allahu Akbar. Memang kasus al-Durrah ini tidak lain daripada kasus klasik pencetusan jihad berdarah.

Episode ini memang merupakan kasus pembalasan berdarah paling tragis yang mengakibatkan serangan-serangan jihad terbesar dalam sejarah terhadap Yahudi dalam abad 21.

Upaya mencapai perdamaian PM Ehud Barak di Camp David II pupus. Arab berhuru hara di Israel, mengakibatkan kematian 13 anak muda.

Pembunuh Daniel Pearl menggunakan adegan-adegan al-Durrah dalam video-video mereka. Begitu juga pemimpin Hamas, Abdel Aziz Rantisi dan bahkan Osama bin Laden. Muhammad al-Durrah menjadi poster boy jihad abad 21, dan Yahudi menjadi pusat kebencian tersebut.

30.000 serangan terhadap Yahudi dan institusi-institusi Yahudi di Israel, 1.000 tewas dan ribuan luka-luka, sekolah-sekolah dan sinagoga Yahudi dibom di London, Munchen dan Paris dan para rabi ditikam di jalanan disiang bolong.

Di Texas, Agustus 2003, Ariel Sellouk digorok lehernya oleh seorang sahabat Muslimnya. Di Perancis, pemilik toko Yahudi, Chantal Piekolek dan DJ ternama, Sebastian Sellam dibunuh juga dengan leher digorok oleh teman lamanya (Muslim) secara keji. Mukanya dicoret-coret dengan garpu dan matanya dicongkel. Si pembunuh lalu masuk apartemen korban dan menunjukkan tangan berdarahnya kepada ibu korban. Katanya “Saya membunuh Yahudi saya,” katanya, “Saya akan ke Surga.”

T
A
P
I

TERNYATA … ini kronologi peristiwanya kasus al-Durrah!

30 Sept. 2000, puluhan wartawan dan kameramen menunggu berita sementara anak-anak melemparkan batu, bom molotov ke atas atap pos jaga Israel di perempatan Netzarim. Namun foto-foto menunjukkan bahwa tentara Israel hanya menembak kalau ditembak terlebih dahulu dan nampak bahwa orang-orang Palestina didaerah itu berjalan-jalan tanpa ketakutan ataupun merasa perlu bersembunyi mencari perlindungan.

Karena sudut pandang dari pos jaga itu, tentara Israel tidak mudah melihat posisi al-Durrah dan ayahnya yang bersembunyi dibelakang tong semen. Lagipula, setelah diselidiki, tidak ditemukan satupun lobang peluru pada tong semen itu.

Keanehan-keanehan lainnya:

Tidak ada satupun peluru [Israel] ditemukan di tempat insiden (mungkin karena memang tidak ada!).

Posisi peluru adalah lurus, ditembakkan dari seberang jalan, dan bukan dari samping (kalau memang ditembakkan dari posisi tentara Israel)

Peluru-peluru ini hanya bisa diakibatkan seorang penembak yang berposisi persis didepan sang anak dan bunyi tembakan yang direkam kamera sebelum si anak tergeletak mati adalah bunyi tembakan dari jarak dekat, dan bukan tembakan jarak jauh, kalau memang peluru itu datang dari arah pos jaga tentara Israel.

Pihak Palestina tidak memerintahkan otopsi ataupun penyidikan.

Di latar belakang, nampak seorang kameraman Palestina berjalan petantang petenteng dengan tenang, tidak khawatir akan tembakan Israel, kalau memang Israel dikatakan menembak secara non-stop selama 45 menit dalam pengakuan dibawah sumpah si saksi mata/sang kameraman.

SAMA SEKALI TIDAK NAMPAK TETESAN DARAH AKIBAT TEMBAKAN PADA BAJU AYAHNYA

Adegan al-Durrah ‘mati’ (walau di film masih nampak bergerak-gerak memegang mata dan tidak memegang perutnya kalau memang ia ditembak di perut, seperti kata sang kameraman) dan ayahnya sedang ‘menangis’. Perhatikan BAJUNYA! Putih bersih tanpa satupun bercak darah!

Darah di tempat insiden yang nongol secara misterius pada KEESOKAN HARINYA dan tidak menunjukkan posisi ataupun volume darah yang diakibatkan luka tembak di perut!

Mengapa di saat adegan si anak pas ditembak si kameraman menutup lensa kameranya? Mana adegan ambulans menjemput si anak? Kok nggak ada? Kan ambulans mondar mandir diperempatan itu khan?

Dokter-dokter di RS di Gaza mengaku, ayah dan anak tiba di RS antara jam 12-1 pm, sementara insiden itu dilaporkan terjadi pada pukul 3 SIANG! Tapi tidak satupun dari 11 peluru yang kata mereka ‘dicabut dari tubuh ayah dan anak’ bisa ditunjukkan.

Di RS, film-film France 2 menunjukkan sebuah mayat yang JAUH LEBIH BESAR dari al-Durrah dengan luka-luka perut sehabis dioperasi, bukan dengan luka-luka tembak!

Dua kemungkinan: al-Durrah MASIH HIDUP, atau ditembak oleh tentara Palestina sendiri. Tapi aneh juga kalau ditembak tanpa meninggalkan bercak-bercak darah [kecuali yang ditaruh keesokan harinya].

Jangan lupa bahwa pihak Palestina secara rutin memanfaatkan anak-anak bagi propaganda mereka, karena mereka tahu IDF enggan menembak anak-anak. IDF tahu bahwa ini merupakan materi propaganda anti-Israel hebat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: