IRSHAD MANJI: PARA PENYERANG ITU PENGECUT!

Empat tahun lalu, negara ini penuh toleransi, keterbukaan, dan pluralisme.

VIVAnews – Penulis ‘Allah, Liberty, and Love’ Irshad Manji menyatakan Indonesia saat ini berbeda dengan Indonesia empat tahun lalu. Aksi penyerangan terhadap peserta diskusi bukunya di kantor Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LkiS) Yogyakarta, Rabu malam 9 Mei 2012, menurut dia menjadi buktinya.

“Empat tahun yang lalu, saya datang ke Indonesia dan merasakan sebuah negara yang penuh dengan toleransi, keterbukaan, dan pluralisme,” kata Manji dalam pernyataan persnya, Kamis 10 Mei 2012.

Suasana damai itu pula yang membuat dirinya menyebut Indonesia sebagai contoh yang patut ditiru di negara-negara muslim lainnya dalam buku barunya, ‘Allah, Liberty, and Love’.

Tak dinyana, ujar Manji “banyak hal berubah” di negeri ini. Dia lantas menceritakan kengerian yang dilihatnya semalam ketika dia bilang “sekelompok orang berjubah menyerang 150 peserta diskusi sampai terluka, termasuk di antaranya asisten saya, Emily Rees”.

Rees, tutur Manji, dipukuli berkali-kali dengan besi panjang dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dua peserta diskusi lain, lanjutnya, juga mengalami luka cukup parah di kepala. “Saya mengatakan kepada mereka, dengan rahmat Allah, mereka akan segera pulih,” kata perempuan berkewarganegaraan Kanada itu.

“Tapi tidak demikian dengan para penyerang yang menyembunyikan wajah mereka di balik masker dan helm, sambil memukuli orang-orang tak bersalah dan melakukan perusakan. Mereka adalah pengecut!” ujar Manji, geram.

Di sisi lain, Direktur Moral Courage Project, New York University itu menyatakan menaruh hormat kepada pihak-pihak yang rela berkorban menyelamatkan nyawanya.

“Di saat para kriminal tersebut berteriak-teriak: Mana Manji? Mana Manji? Orang-orang berjiwa pemberani tersebut menjadikan tubuh mereka sebagai perisai melindungi saya. Saya sangat terharu dengan keberanian mereka. Mereka telah memperlihatkan betapa orang-orang Indonesia bisa bersatu demi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Dia lantas mengatakan kerap mendengar pernyataan yang menyebut polisi dan pemerintah Indonesia tunduk begitu saja kepada kelompok-kelompok ini. “Tapi masyarakat Indonesia tidak boleh ikut tunduk kepada mereka! Semoga seluruh masyarakat Indonesia bangga dengan – dan belajar dari – para pahlawan perdamaian mereka,” Manji berharap.

Semalam, ratusan orang yang membawa pentungan, memecahkan kaca dan mengobrak-abrik lokasi diskusi buku Manji di kantor LkiS di Jalan Sorowajan Baru, Bantul, DIY.

Massa membawa selebaran bertuliskan “Majelis Mujahidin Indonesia menolak propagandis lesbianis Irshad Manji di Indonesia”. Isi selebaran itu menuding Manji telah menistakan agama Islam dan membawa agenda atheisme terselubung ke Indonesia.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: