PEMBANGUNAN TEMPAT IBADAH DI GUNUNGKIDUL DISETOP

QS 2 Al-Baqarah 120
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

(sebenernya siapa membenci siapa sih? perasaan tukang gusur dan rusuh tuh yang jenggot-jenggot kambing + celana kebanjiran deh …)

Yogyakarta Ribuan anggota ormas Islam di Yogyakarta, Gunungkidul, dan Klaten memprotes pembangunan tempat ibadah Gua Maria di Dusun Sengon Kerep, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Mereka menyatakan menolak karena menganggap pembangunan tersebut menyalahi izin.

Umat Islam mendatangi lokasi Gua Maria Giri Wening itu seusai menghadiri acara pengajian akbar pada hari Minggu (6/5/2012). Menurut mereka, pembangunan hanya mempunyai izin pembuatan taman religi, bukan tempat ibadah. Mereka meminta pembangunan tempat ibadah Gua Maria dihentikan karena belum memiliki izin dari pemerintah.

Seusai mengikuti pengajian, massa kemudian mendatangi lokasi. Namun belum sampai di lokasi, mereka sudah dihadang dan diblokir oleh aparat Polres Gunungkidul. Aksi dorong mendorong terjadi antara massa dengan polisi.

Perwakilan massa juga sempat bernegosiasi dengan Kapolres Gunungkidul, AKBP Insan Amin. Hanya wakil massa yang boleh mendatangi lokasi Gua Maria Giri Wening yang ada di perbukitan di kawasan Gedangsari. Sedangkan massa lainnya hanya menunggu di bawah di dekat jalan desa di Dusun Sengon Kerep.

Penolakan ini sempat diwarnai dengan aksi dorong-dorongan antara ormas dengan aparat kepolisian yang menutup jalan ke lokasi pembangunan. Namun setelah beberapa saat, aksi dorong-dorongan ini berhenti dan massa membubarkan diri. Pihak kepolisian dan Pemkab Gunungkidul menjamin pembangunan tempat ibadah tersebut diberhentikan hingga panitia melengkapi perizinan.

Massa yang berasal ormas Islam sebelumnya mengikuti pengajian yang dilaksanakan tak jauh dari lokasi pembangunan tempat ibadah Gua Maria. Setelah pengajian selesai, massa yang sebagian besar laki-laki kemudian berencana untuk mendatangi lokasi pembangunan.

Massa sempat merusak kapel gua tersebut. Massa mempermasalahkan izin pembangunan yang dikatakan sebagai taman religi. Namun dalam pembangunan sebagai tempat ibadah. Sedangkan izin pembangunan tempat ibadah tidak ada izin dari pemerintah.

Kapolres Gunungkidul AKBP Insan Amin yang turun langsung mengamankan aksi massa kemudian melakukan negosiasi dengan koordinator masing-masing ormas. Negosiasi ini sempat berlangsung alot, namun akhirnya diperoleh kesepakatan.

Pihak kepolisian hanya memperbolehkan perwakilan dari ormas saja yang mendatangi lokasi pembangunan tempat ibadah Gua Maria. Sedangkan massa lainnya hanya diperkenankan berada di bawah.

“Masalah kemarin sudah kita selesaikan, hari ini situasi kondusif. Pemkab Gunungkidul menjamin pembangunan tempat ibadah tersebut dihentikan hingga panitia melengkapi perizinan,” kata Insan Amin.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: