MAYORITAS PEREMPUAN ACEH TOLAK PERDA HUKUM ISLAM

Jakarta – Mayoritas perempuan Nanggroe Aceh Darussalam menolak pemberlakuan peraturan daerah hukum Islam atau Qanun Jinayah di sana. Aktivis perempuan Aceh Maimanah mengklaim, sebagian besar perempuan di Aceh menilai bentuk hukuman dalam aturan tersebut tidak manusiawi. Dia pun khawatir penerapan bentuk hukuman ini membuat masyarakat memandang Islam sebagai agama yang kejam.

“Banyak perempuan Aceh itu tidak setuju diberlakukan Qanun Jinayah karena menyangkut dengan martabat kemanusiaan ini. Karena ketika ini diberlakukan aka nada pemahaman bahwa sangat kejam hukum Islam yang diberlakukan di Aceh ini, ada semacam ketidaktegaan dalam diri perempuan. Meskipun nanti yang akan dihukum akan seimbang, bila laki-laki melakukan pelanggaran akan dihukum, bila perempuan juga, sama begitu hukumnya,” ujar Maimanah.

Nanggroe Aceh Darussalam adalah satu-satunya provinsi yang menerapkan peraturan daerah soal hukum Islam atau Qanun Jinayah. Salah satu bentuk hukuman dalam aturan itu adalah melempari batu sampai mati bagi masyarakat yang berzinah. Namun bentuk hukuman yang paling sering diterapkan adalah cambuk bagi penjudi di sana.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: