DEBAT TANTANGAN MENUTUP ISLAM-WATCH 1

Debat antara M.A. Khan (pengurus Islam-Watch) dan Pak Ahmed

Bagian 1: Tantangan Menutup Islam-watch; Debat tentang Qur’an 9:5, yakni ‘Ayat Pedang’
Bagian 2: Tantangan Menutup Islam-watch; Muhammad, dan bukan pihak Mekkah, yang melanggar Perjanjian Hudaibiyyah
Bagian 3: Tantangan Menutup Islam-watch; Islam-watch tetap tayang; Ahmed mundur dengan terhormat

Pak Ahmed

Perihal: Tantangan Untukmu

Aku adalah seorang Muslim yang bertekad menghancurkan konsep ngawurmu tentang QS 9 At-Tawbah 5 yang katamu menyuruh Muslim melakukan terorisme. Aku ingin menantangmu berdebat tentang ayat ini, sama seperti yang telah kulakukan terhadap orang-orang Kristen lain (meskipun kau bukan Kristen), dan membantah tuduhanmu. Aku tantang kamu, dan jika kau bisa menang debat atas diriku, maka aku janji akan meninggalkan Islam! Ini adalah bukti aku bersungguh-sungguh, kawan-kawan dan kuharap nantinya kau sadar akan kesalahanmu yang besar.

M.A.Khan

Sepengetahuan kami, ayat ini ditujukan bagi masyarakat pagan, dan menetapkan nasib akhir mereka dalam Islam. Ayat ini menetapkan dua pilihan bagi mereka: Masuk Islam atau mati.

Silahkan ajukan argumen-mu dan mari kita mulai perdebatan. Kutunggu pembuktianmu bahwa kami salah dan kami akan menutup website ini.

Pak Ahmed

Apakah kau tidak tahu bahwa QS 9 At-Tawbah 5 ini diwahyukan dalam keadaan perang? Pada saat itu, pihak pagan dan Muslim mengadakan perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Hudaibiyyah. Tapi pihak pagan melanggar perjanjian ini dan menyerang sekutu-sekutu Muslim.

Karenanya, dengan alasan pengampunan, mereka pun diberi tiga pilihan:

1) Membatalkan perjanjian.
2) Memutuskan hubungan dengan Banu Bakr (sekutu pagan yang menyerang sekutu Muslim yakni Banu Khuza’a).
3) Bayar uang darah bagi orang-orang Khuza’a yang dibunuh.

Tapi kaum pagan, karena memang pada dasarnya tidak berniat damai dengan Muslim, mengambil keputusan membatalkan perjanjian, dan memilih pilihan nomer satu. Setelah itu, Nabi Muhammad dan tentaranya mengumumkan perang atas kaum pagan ini. Lalu mereka masih diberi PILIHAN LAIN, yakni bertobat dari kesalahan mereka, dan jadi warga yang baik ATAU dibunuh jika mereka terus melakukan perbuatan mereka yang jahat. Mereka itu sebenarnya sudah layak dibunuh.

Kau lihat sendiri, semua masalah dimulai oleh kaum pagan (lihat dong konteksnya di Hadis, Qur’an dan tafsir).

Kalau kau tidak setuju dengan hal ini, maka jelaskan mengapa.

M.A.Khan

QS 9 At-Tawbah 5 tidak ada hubunganya dengan pembatalan Perjanjian Hudaibiyyah. Ayat ini diwahyukan setelah Muhammad menaklukkan Mekkah di tahun 8 Hijrah. Bagian awal dari Surah ini, yakni ayat 1-37, diwahyukan semasa kegiatan Haji di tahun 9 Hijrah. Maududi menjelaskan turunnya Surah ini sebagai berikut:

Bagian awal (ayat 1-37) diwahyukan di Zil-Qadah di tahun 9 Hijrah. Pentingnya hal ini sehubungan dengan kegiatan Haji di mana sang Nabi Suci mengirim Khalifah Ali untuk menyusul Khalifah Abu Bakar, yang telah berangkat ke Mekkah sebagai pemimpin umat Muslim ke Kakbah. Sang Nabi memerintahkan Ali untuk menyampaikan pesan di hadapan para wakil berbagai suku Arab tentang peraturan baru Islam terhadap para musyrikin.

Ibn Kathir menjelaskan pewahyuan QS 9 At-Tawbah 5 sebagai berikut:

Bagian pertama dari Surah terhormat ini diwahyukan pada Rasul Allah ketika dia baru kembali dari Perang Tabuk, di masa ibadah haji, yang rencananya akan dihadiri sang Nabi. Tapi dia ingat bahwa kaum pagan saat itu masih melakukan ibadah haji, sama seperti di tahun-tahun sebelumnya, dan mereka juga melakukan Tawaf mengelilingi Kakbah dalam keadaan telanjang. Dia tidak suka berhubungan dengan kaum pagan ini dan lalu dia mengirim Abu Bakr As-Siddiq, untuk memimpin ibadah haji tahun itu dan menunjukkan masyarakat tatacara ibadah Islam, dan memerintahkan Abu Bakr untuk memberitahu kaum pagan bahwa mereka tidak boleh lagi melakukan ibadah haji setelah masa itu. Sang Nabi memerintahkan Abu Bakr untuk menyatakan pengumuman,

Ibn Kathir menambahkan:

… Abu Ma`shar Al-Madani berkata bahwa Muhammad bin Ka`b Al-Qurazi dan beberapa orang lain berkata, “Rasul Allah mengirim Abu Bakar memimpin ibadah haji di tahun ke sembilan (Hijrah). Dia juga mengirim `Ali bin Abi Talib dengan 30 atau 40 ayat-ayat dari Surah (At-Tawbah) Bara’ah, dan dia pun melafalkannya pada orang-orang, yang isinya memberi ijin pada kaum pagan selama 4 bulan untuk bebas bergerak di daerah tersebut. Dia melafalkan ayat-ayat ini di hari `Arafah (ke-9 dari Dhul-Hijjah). Kaum pagan diberi waktu 20 hari (sampai akhir) masa bulan Dhul-Hijjah, Muharram, Safar, Rabi` Al-Awwal dan 10 hari Rabi` Ath-Thani. Dia mengumumkan pada mereka di daerah tempat mereka berkemah, ‘Tiada orang musyrik yang boleh melakukan ibadah haji setelah tahun ini, atau bertelanjang melakukan Tawaf mengelilingi Kakbah.’ Maka Allah berkata,

QS 9 At-Tawbah 5 menyatakan,

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

Tentang pentingnya guna QS 9 At-Tawbah 5, yakni ayat pedang, Ibn Kathir menulis:

… (Kalifah) Abu Bakr As-Siddiq menggunakan ayat ini dan ayat-ayat terhormat lainnya sebagai alasan untuk memerangi mereka yang tidak mau bayar zakat. Ayat-ayat ini mengijinkan Muslim memerangi orang lain, kecuali dan sampai, mereka memeluk Islam dan melakukan ibadah dan kewajibannya. Allah menyatakan hal terpenting dalam Islam di sini, juga hal penting lainnya. Sudah jelas bahwa hal-hal terpenting dalam Islam setelah Dua Kesaksian adalah salat, yang merupakan hak Allah, yang Maha Tinggi, lalu zakat, yang menguntungkan pihak kaum miskin dan yang membutuhkan. Ini merupakan ibadah-ibadah yang paling mulai yang dilakukan manusia, dan itulah sebabnya mengapa Allah seringkali menyebut salat dan zakat bersamaan. Di dua Hadis Sahih, tertulis bahwa Ibn ‘Umar mengatakan bahwa Rasul Allah berkata,

(Aku telah diperintahkan untuk memerangi orang-orang sampai mereka bersaksi tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, melakukan Salat dan bayar Zakat.) Ayat (9:5) yang terhormat ini disebut sebagai Ayat Pedang … Ibn Abbas menjelaskan mengenai ayat ini: “Tiada perjanjian atau janji keamanan bagi kaum pagan sejak Surah Al-Baqarah diwahyukan. Masa 4 bulan, dan juga semua perjanjian yang dilakukan sebelum Surah Al-Baqarah diwahyukan dan diumumkan telah berakhir di hari ke sepuluh bulan Rabi` Al-Akhir.”

Kau menganjurkan aku membaca keterangan dari para ahli Islam. Ternyata keterangan-keterangan mereka menjelaskan bahwa ayat ini (QS 9 At-Tawbah 5) adalah ‘Ayat Pedang’. Ayat ini menetapkan nasib akhir para pemuja berhala, kaum pagan, kaum animis, atheis dan kafir-kafir lainnya dalam Islam. Mereka punya pilihan akhir: masuk Islam atau menghadapi pedang Islam.

Kuharap sekarang kau sadar kau tidak membuat Pekerjaan Rumah (PR)-mu sewaktu menantang aku. Kami masih sangat ingin menutup website kami jika kami terbukti salah. Kutunggu bantahanmu selanjutknya; tapi sebaiknya kau membuat PR-mu terlebih dahulu sebelum mengirim jawaban. Jika tidak, maka jawabanmu hanya membuang waktu kami saja.

Untuk pernyataan pelanggaran Perjanjian Hudaibiyyah, sebenarnya Muhammad sendirilah yang melanggarnya, dan bukan pihak Quraisy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: