TERKUTUKLAH ORANG YANG MENGATAKAN: “KRISTUS ADALAH ANAK ALLAH”

Oleh Hamba Tuhan

Siapapun yang membaca Qur’an akan terkejut dan bingung. Jelas QS 9:30 menyatakan:

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

Qur’an juga tidak kurang kritisnya terhadap orang-orang Kristen. Para murid Yesus tidak memiliki ambisi politis apapun, namun mereka percaya adanya Kerajaan Spiritual milik Tuhan dan mengakui Yesus sebagai Juruselamat mereka dan Raja mereka yang Ilahi. Kenyataan bahwa Muhammad mengutuk semua orang Nazaret yang menyebut Yesus sebagai Anak Allah (dan masih melakukannya hingga kini), merupakan suatu bukti historis bahwa, pada masa itu, ada orang-orang Kristen yang tinggal di Jazirah Arab yang percaya pada eksistensi Putra Tuhan dan Bapa Surgawi-Nya dan dengan terbuka menyaksikan iman mereka (QS 3:61).

Muhammad tidak dapat mengerti apabila para pemikir modern menghubungkan seorang putra dengan Allah; ia mengganggap pandangan semacam itu sebagai sebuah repetisi yang kosong dari tradisi-tradisi kuno yang tidak memiliki keyakinan batiniah. Ia mengadopsi sebuah sikap benci dan mengucapkan kutuk kepada mereka (QS 9:30).

Dilaknati Allah mereka (Allah mengutuk mereka! Secara literal artinya: “Kiranya Allah memerangi dan membunuh mereka!”)

Mengapa Muhammad menolak kemungkinan bahwa Allah mempunyai seorang Anak? Apa yang mendorong Muhammad dengan kerasnya menyangkal Yesus sebagai Anak Allah? Diantara sekian banyak jawaban, ada 3 alasan yang meyakinkan mereka bahwa ini tidak mungkin terjadi:

Mekkah, sebelum zaman Muhammad, adalah pusat dari politeisme. Berdasarkan tradisi, Kakbah dipenuhi oleh lebih dari 300 Dewa, roh-roh, berhala-berhala dan altar-altar pemujaan. Muhammad dan 4 orang sahabatnya (Waraka ibn Nawfal, Ubayd-Allah ibn Jahsh, Ubaydah ibn al-Harith dan Saeed bin Zaid) mulai mencari suatu agama yang lebih baik (Hanif). Mereka menolak keyakinan adanya istri/pendamping Allah, Al-lat, dan kedua putrinya yaitu Al-‘Uzza dan Manat (QS 53:19-22). Dalam konteks ini, Muhammad menganggap konsep Putra Tuhan (anak Allah) sebagai sebuah kemunduran kepada animisme.

Di bawah pengaruh Yudaisme di Hijaz, kelima peziarah ini (atau yang disebut sebagai para Hanif) mendapati bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Tuhan Yahweh (Ulangan 6:4)! Ia tidak dapat memiliki Putra dan tidak berputra. Pertanyaan yang penting, yang ditanyakan Imam Besar Kayafas kepada Yesus, dan implikasi penolakan klaim Yesus sebagai Putra Tuhan tidak kehilangan satupun dari aktualitasnya diantara orang-orang Yahudi di Jazirah Arab (Matius 26:63-68). Muhammad menggunakan banyak argumen orang Yahudi yang menjadi musuh orang-orang Kristen di Hijaz dan menuangkannya ke dalam Qur’an.

Muhammad menganggap dirinya sendiri sebagai Nabi yang terakhir dari deretan para Nabi Perjanjian Lama (QS 33:40). Untuk alasan ini, gagasan mengenai Yesus sebagai Anak Allah tidak cocok dengan konsepsi-Nya, jika tidak demikian ia harus mengakui-Nya dan tunduk pada-Nya. Ia beranggapan ini sama sekali tidak dapat diterima, oleh karena ia memandang dirinya sendiri sebagai klimaks dan penutup semua nubuatan (QS 33:40). Ia menerima Yesus sebagai Nabi yang terbesar sebelum dirinya, namun tidak pernah menganggap-Nya sebagai Anak Allah.

Islam adalah sebuah agama setelah Kekristenan! Ini berarti Muhammad telah mengingatkan dirinya sendiri berkenaan dengan pribadi Yesus dan telah menolak ke-Ilahian-Nya, yang berarti bahwa Islam telah berkembang menjadi sebuah gerakan anti Kristen. Ada 17 ayat dalam Qur’an yang secara umum menyingkirkan kemungkinan bahwa Tuhan mempunyai Anak dan secara khusus menyingkirkan klaim bahwa Kristus adalah Putra Tuhan. Siapapun yang membaca ke-17 ayat ini berdasarkan konteksnya (QS 2:116, 4:171, 6:101, 10:68, 17:111, 18:4, 19:35, 88-92, 21:26, 23:91, 25:2, 39:4, 43:81 dan 72:3) dapat memperoleh pengertian dasar mengenai prinsip-prinsip Islam yang menggaris-bawahi penolakan terhadap gagasan bahwa Tuhan mempunyai seorang Putra.

Orang-orang Kristen Menginjili Muhammad!

Ada 7 catatan peristiwa di dalam Qur’an mengenai orang-orang Kristen (orang Nazaret) yang berusaha menjelaskan kepada Muhammad bahwa Tuhan mempunyai anak. Dalam kasus-kasus seperti ini, biasanya mereka menggunakan kata “walad” yang berarti keturunan yang diperanakkan secara biologis. Hanya dalam satu peristiwa mereka menggunakan kata “ibn”, yang mempunyai makna seorang ahli waris yang diangkat secara sah. Ada kalanya orang-orang Kristen mengundang atau bahkan menekan Muhammad untuk menerima ke-Ilahi-an Kristus, sehingga ia menjadi tidak sabar dan menjadi marah, atau mengutuki mereka (QS 2:116, 4:171, 10:68, 18:4, 19:30-35 dan 88-82).

Meningkatnya Perlawanan Muhammad

Tujuh kali pembelaan Muhammad tercantum di dalam pengakuan akan posisi tertinggi Allah dengan mengucapkan “subhanahu” (kiranya Ia ditinggikan di atas semua pertalian!), yang secara komplet menutup diskusi-diskusi selanjutnya. Muhammad mengkonfrontasi orang-orang yang percaya pada Anak Allah dengan keagungan Allah yang tidak terukur sebagai upaya untuk membungkam mereka. Namun demikian, jika ada diantara mereka yang tidak mau menyerah dan menghimbaunya untuk berefleksi dan mengerti, maka ia menanggapinya dengan meningkatkan kekerasan dan kebebalan dalam Qur’an (QS 6:101).

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

Gagasan dari Bedouin primitif ini selanjutnya didukung oleh doktrin dari sebuah sekte Kristen di Jazirah Arab, yang para anggotanya mengklaim bahwa Trinitas terdiri dari Allah, Maria Bunda Tuhan dan Putranya Yesus (QS 5:116). Walaupun semua Gereja Kristen menolak konsepsi biologis semacam itu berkenaan dengan Trinitas dan sebaliknya mengakui sebuah kesatuan spiritual antara Bapa, Putra dan Roh Kudus, kebanyakan orang Muslim dan orang Kristen di Timur Tengah masih memegang gagasan mengenai Bunda Tuhan, dan ini mengakibatkan dialog diantara keturunan Abraham menjadi semakin sulit.

Muhammad memberontak terhadap gagasan primitif ini dan berkata:

Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. (QS 17:111)

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS 25:2)

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, (QS 23:91)

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (QS 112:3-4)

Penolakan langsung ini terhadap dogma Trinitas disebut sebagai Surah Kesetiaan, dan di dalam Qur’an diulang terus-menerus dalam sembahyang 5 waktu. Dalam teks-teks lain Muhammad menulis:

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (QS 4:171)

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, (QS 23:91)

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (QS 39:4)

Kita mendengar dalam pernyataan iman ini sebuah gema Islami dari pengakuan iman fundamental Israel (lihat Ulangan 6:4-5, Markus 12:29). Namun demikian, Yesus telah memperlebar cakupan pengakuan iman Perjanjian Lama ini melalui wahyu-Nya “Aku dan Bapa adalah satu” dan bukannya dua! (Yohanes 10:30)

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (QS 6:101)

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS 25:2)

Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS 3:47, 59)

Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (QS 19:35)

Pernyataan-pernyataan Muhammad ini dengan terang-terangan berkontradiksi dengan Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, yang diakui oleh semua orang Kristen, yaitu “satu Tuhan, Yesus Kristus, Putra Tuhan yang tunggal, yang lahir dari Sang Bapa, sebelum ada segala zaman; Tuhan dari Tuhan, Tuhan yang sejati dari Tuhan yang sejati; diperanakkan bukan dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat!” Islam mengklaim sebaliknya. Kristus diciptakan dan tidak diperanakkan! Kita harus sering mengucapkan Pengakuan Iman Nicea dalam Gereja kita: Itu adalah jawaban dari Roh Kudus, yang diwahyukan untuk mengantisipasi penipuan Islam yang sangat kuat.

Muhammad memproklamasikan dalam Qur’an:

Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya. (QS 2:116)

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (QS 4:171)

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (QS 35:15)

Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. (QS 4:172)

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (QS 19:30)

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail (QS 43:59)

Allah dapat memperlakukan-Nya menurut kehendak Allah, bahkan menghancurkan-Nya, jika Ia menganggap diri sebagai anak Allah (QS 5:17)! Muhammad tidak mengenal kelembutan dan kasih Bapa kepada Putra-Nya dan kasih Sang Putra kepada Bapa-Nya.

Menurut Qur’an, Allah tetaplah Sang Penguasa Tunggal yang tidak berbagi kuasa dengan siapapun (QS 17:111, 25:2, 43:83-84). Hanya Dia-lah satu-satunya yang Maha Tinggi. Namun, Yesus telah berkata 600 tahun sebelum Muhammad: “segala kuasa di Surga dan di Bumi telah diberikan kepada-Ku” (Matius 28:18, Yohanes 3:35, 13:3) dan “Aku duduk dengan Bapa-Ku di tahta-Nya” (Wahyu 3:21).

Allah dalam Qur’an adalah MAHATAHU (QS 6:101, 21:28, 43:84-85). Ia mengetahui segala sesuatu yang berada di balik kubur dan semua yang terbuka dalam hidup ini (QS 23:92). Ia telah mempredestinasikan semua orang dan segala sesuatu hingga kepada detil yang terkecil (QS 25:2). Oleh karena itu tidak boleh ada otoritas kedua di samping Allah, mengingat hal itupun telah ditakdirkan sebelumnya oleh Dia. Hanya Allah yang mengetahui saat terakhir dan hari penghakiman (QS 43:5). Beberapa komentator Muslim menghubungkan dengan kesaksian Yesus bahwa tak seorangpun, bahkan Ia sendiri pun tidak mengetahui saat terjadinya kebangkitan orang-orang mati, melainkan hanya Bapa saja (Matius 24:36, Markus 13:32, Kisah Para Rasul 1:7).

Keunikan dan kebesaran sang Pencipta yang tidak terlukiskan menyingkirkan kemungkinan bagi-Nya untuk mempunyai Putra disamping-Nya. Muhammad bertanya-tanya:

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (QS 6:101)

Lebih lanjut lagi ia menegaskan:

Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (QS 19:35)

Pernyataan ini secara paradoks membatasi kebebasan Sang Maha Kuasa! Namun demikian, kesaksian yang jelas oleh Bapa dari Yesus Kristus adalah sebagai berikut: “Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah aku berkenan; dengarkanlah Ia!” (Matius 3:17; 17:5)

Dalam QS 19:92, Muhammad terus mengembangkan sudut pandang ini dengan memprotes: “Dan tidak layak bagi Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak!” Tidak ada kebutuhan yang inheren dan mendesak bagi Allah untuk menghasilkan keturunan disamping-Nya. Jika Ia menginginkan pendampingan, seorang Nabi Arab tidak mempunyai pemahaman akan ketegangan yang mendalam, berdasarkan pada keadilan abadi, antara kekudusan Tuhan yang mengharuskan adanya penghakiman dengan kasih-Nya yang menyelamatkan. Satu-satunya solusi untuk dilema ini adalah melalui kematian dan penebusan yang dilakukan oleh Anak Manusia yang tidak berdosa. “Injil di dalam kulit kacang”, seperti yang dijelaskan dalam Yohanes 3:16, tidak dapat dipahami dalam Islam dan dipandang tidak perlu oleh orang Muslim, tidak mungkin dan mereka menghujatnya.

Muhammad mempunyai arogansi, sinisme dan berlagak, dengan mengatakan sebuah guyonan yang menghujat, yaitu:

Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu). (QS 43:81)

Inilah kesalahan utama Islam. Berdasarkan Filipi 2:6-11, bahkan sang Nabi akan bertelut pada hari Penghakiman dan mengakui dengan gentar bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Bapa-Nya!

QS 72:1-15 merepresentasikan sebuah penggoda khusus untuk otak bagi para humanis yang tidak realistis dan orang-orang Kristen yang tertidur. Surah itu menggambarkan bagaimana para roh jahat (jin) memeluk Islam, dengan antusias memuji Yang Maha Tinggi sebagai sumber sukacita mereka yang terbesar, karena “Ia tidak mengambil seorang pendamping, dan juga tidak mempunyai anak!” Sebaliknya, “Si Penghujat (Iblis) telah melontarkan sebuah kebohongan besar terhadap Tuhan” (yaitu bahwa Tuhan mempunyai seorang Anak), dan telah menaruh gagasan itu ke dalam pikiran dan hati para jurubicara (para pendeta dan para penginjil), sehingga dengan demikian mereka adalah orang-orang yang telah menipu sejumlah besar manusia dengan berita yang penuh hujatan ini. Namun demikian, Yakobus mengenali natur sesungguhnya dari roh-roh jahat dan menggambarkannya dalam kalimat berikut:

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. (Yakobus 2:19)

Suatu penghukuman yang penuh kemarahan terhadap saksi-saksi Kristen

Berikut ini adalah beberapa pernyataan Qur’an berkenaan dengan status Yesus sebagai Putra Tuhan:

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (QS 19:88-92)

Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. (QS 18:4-5)

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (QS 9:30)

Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. (QS 23:90)

Muhammad menyerang orang-orang Kristen secara langsung dengan menegaskan:

Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempuyai anak”. Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS 10:68)

Muhammad menjadi lebih bertubi-tubi dalam pengajarannya dan menganjurkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen untuk memikirkan ulang posisi mereka:

Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (QS 19:93)

Akibatnya, semua Malaikat yang “dibawa mendekat” (kepada Allah), roh-roh dan bahkan Putra Maria sekalipun, adalah hamba-hamba setia-Nya (QS 19:93).

Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. (QS 4:172)

Oleh karena itu para murid-Nya tidak boleh sekali-kali mengklaim bahwa mereka adalah anak-anak Tuhan dan kekasih-kekasih-Nya: Namun mereka harus dengan segera memeluk Islam dan mengaku bahwa mereka juga adalah hamba-hamba Allah (QS 5:18). Muhammad mengharapkan semua orang: Yahudi, Kristen, penganut animisme dan bahkan para Malaikat, “Roh Sang Maha Kudus” dan Kristus sendiri untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, satu-satunya Yang Paling Ditinggikan, dan agar tunduk kepadanya tanpa syarat sebagai orang-orang Muslim yang taat.

Peringatan-peringatan Muhammad dan perintahnya untuk menyerang Para Ahli Kitab

Dalam QS 18:4, Muhammad memberikan instruksi inspiratif:

Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”.

Ia menggambarkan tulah Neraka sebagai sebuah bangsal perawatan intensif bagi semua yang berkeras untuk percaya pada doktrin ini (QS 10:70). Muhammad melangkah lebih jauh lagi hingga menyatakan bahwa:

Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: “Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah”, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim. (QS 21:29)

Nabi menegur orang Kristen secara langsung dan memperingatkan mereka:

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (QS 4:171)

Apabila seorang Syekh Islam (ahli hukum) ditanyai, ancaman apakah yang merupakan implikasi dari makna ayat tersebut, ia akan merespon dengan segera dengan menggerakkan tangannya seolah-olah sedang menggorok lehernya!

Dalam Surah mengenai pertobatan, siapa pun yang berpikiran terbuka dapat membaca perintah Allah kepada semua Muslim di seluruh dunia, menghasut mereka untuk menyerang Para Ahli Kitab dengan senjata dan memaksa mereka untuk menyerah, apabila mereka sebagai orang-orang percaya ada dalam posisi taktis dan ekonomis untuk melakukannya. Perintah-perintah Muhammad sangat jelas:

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian (sebagaimana orang Muslim juga demikian), dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah) (yaitu Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka (Yahudi dan Kristen), sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (QS 9:29)

Bahasa Arab mempunyai 3 kata berbeda untuk mengekspresikan ide mengenai konflik:

  • Kifah menandakan suatu kontroversi ideologis atau intelektual. Konsep ini tidak pernah muncul dalam Qur’an!
  • Jihad menggambarkan sebuah komitmen pribadi kepada Allah, termasuk investasi hidup secara total, kekuatan dan harta benda, yang dalam beberapa kasus mengarah kepada konflik bersenjata.
  • Qital berarti dengan bersenjata lengkap segera memasuki pertempuran jarak dekat.

Perintah Muhammad untuk menundukkan orang Yahudi dan Kristen dimulai dengan ketiga konsep. Argumen-argumen teologisnya membenarkan perintah ini dan bersifat kompleks dan pragmatis:

Mereka tidak mempunyai iman Muslim yang sama kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya dan Roh-roh-Nya, Kitab-kitab-Nya, Utusan-utusan-Nya (Rasul-rasul) dan Nabi-nabi, predestinasi-Nya, dan kebangkitan orang mati termasuk eksistensi Surga dan Neraka (berdasarkan 6 pengajaran Iman Islam).

Mereka tidak tunduk kepada Hukum Islam (Syariat) dengan segala aturan-aturannya mengenai ibadah dan hidup sehari-hari yang diformulasikan ke dalam 500 aturan dan larangan, termasuk sangsi-sangsi biadab dalam kasus yang tidak terampuni.

Mereka tidak cakap berkenaan dengan satu agama sah yang dapat diterima dihadapan Allah (QS 3:19). Mereka telah menjadi orang-orang yang murtad, walaupun pada mulanya mereka menerima secara verbal bagian-bagian yang diinspirasikan dari Kitab Suci yang disimpan di Surga.

Kebingungan mereka memuncak dalam fakta bahwa orang-orang Yahudi, berdasarkan dugaan semata, menyebut Ezra sebagai keturunan Allah, sedangkan orang-orang Kristen mengusik telinga orang Muslim dengan mengklaim bahwa Yesus adalah Putra Allah.

Sejauh yang dipahami orang-orang Kristen, alasan-alasan penolakan Muhammad dan perintahnya untuk menundukkan mereka, akhirnya berfokus pada satu hal saja: Baginya, siapapun yang terus percaya pada Anak Allah, adalah obyek kutukan Allah. Dimanapun apabila dimungkinkan, penaklukkan orang-orang Kristen bagi kemuliaan Allah menjadi sebuah tugas yang tidak dapat ditawar-tawar. Muhammad mengumumkan perang terhadap semua orang Kristen oleh karena iman mereka pada Putra Tuhan yang disalibkan!

Sisi praktis hidup sehari-hari bagi kelompok minoritas yang ditaklukkan dapat ditemukan dalam tafsiran dari tulisan Ibn Arabi “Ahkam al-Quran”, Volume 1, hal. 378, Kairo. Di dalamnya, ia memberikan 15 interpretasi berbeda mengenai ekspresi “mereka harus membayar pajak minoritas dengan tangan mereka sendiri.” Berikut ini adalah salah-satu dari versi interpretasi tersebut:

Mereka yang berkewajiban untuk membayar pajak minoritas tersebut, dilarang untuk tampil/menunggangi kuda yang tinggi, tetapi harus datang dengan berjalan kaki, membayar sejumlah (uang pajak) secara langsung dari tangan ke tangan, tanpa menerima ucapan terima-kasih. Jika kurang rendah hati atau kurang ikhlas akan dihukum dengan sebuah pukulan di leher mereka.

Kalangan Muslim liberal akan mengajukan keberatan: Ada terlalu banyak ayat di dalam Qur’an yang berpihak kepada toleransi, kesetaraan dan kolaborasi. Muhammad mengatakan:

Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. (QS 29:46)

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 2:256)

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku“. (QS 109:6)

Ayat-ayat ini dan ayat-ayat yang serupa di dalam Qur’an hanya sah/berlaku selama Islam merupakan kelompok minoritas dan oleh karena alasan ini Islam membutuhkan toleransi, dialog, penampilan di televisi dan propaganda. Namun segera setelah Islam menjadi kelompok mayoritas, Islam tidak lagi menggunakan toleransi! Dalam situasi ini ayat-ayat yang merujuk kepada hak kebebasan beragama tidak berlaku lagi, dihapuskan dan diganti dengan peraturan-peraturan Allah yang lebih baik. Lalu, satu-satunya hukum yang diakui hanyalah Syariat, yang mengatakan bahwa orang Kristen dan orang Yahudi harus direndahkan hingga ke taraf minoritas yang sangat hina.

Siapapun yang menolak untuk percaya atau menerima fakta-fakta historis dan yuridis ini harus mengunjungi beberapa negara Islam dimana orang-orang Kristen yang mempunyai hak suara jumlahnya kurang dari 10% dari populasi, dan ia akan sangat kecewa. Jutaan orang Kristen menderita turun-temurun di Lembah Nil, di Timur Dekat, di Turki, di Iran, di Asia Tengah dan di Pakistan. Mereka telah berulangkali mengalami gelombang diskriminasi, penghinaan, penindasan dan penganiayaan. Negara-negara yang dulunya adalah negara-negara Kristen telah menjadi 90% Islami, atau, di Afrika Utara bahkan 99%, karena krisis keuangan dan diskriminasi terhadap populasi Kristen sangat parah. Murid-murid Kristus di Eropa, Amerika dan Korea harus mengambil tanggung-jawab yang lebih untuk Gereja-gereja yang mengalami penganiayaan di negara-negara Islam. Tugas misionari Islam diulang 2 kali dalam Qur’an (QS 2:193, 8:39).

Dan perangilah mereka(dengan kekuatan bersenjata) itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah (secara literal: hingga tidak ada lagi godaan untuk murtad). Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

Ketika mayoritas populasi Kristen di Ambon-Maluku berusaha mencegah penghancuran Gereja-gereja mereka dan beberapa Muslim dikabarkan terbunuh dalam perkelahian itu, otoritas Islam di Pulau Jawa mengobarkan apa yang disebut sebagai Perang Suci terhadap para pemberontak. Maka satu demi satu kepulauan Maluku ditaklukkan oleh pejuang-pejuang Muslim. Para tua-tua dan Pendeta disalibkan, para suami dibunuh dan istri-istri serta anak-anak mereka dipaksa masuk Islam. Maka orang-orang fanatik telah memenuhi kewajiban dari Surah 5:33! (” … orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya) … “). Media Barat hampir-hampir tidak melaporkan sama sekali gelombang penganiayaan terhadap orang-orang Kristen ini di akhir abad yang lalu. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!

Jawaban dari Injil

Kebencian Muhammad dan antagonisme dari agama Islam ditujukan dengan konsistensi yang sekeras-kerasnya terhadap pengajaran bahwa Yesus Kristus adalah Putra Tuhan (YAHWEH). Oleh karena itu, kita harus sangat memperhatikan fokus spiritual dari Pengakuan Iman Muslim dan menjawab tantangan ini dengan perkataan Yohanes, Rasul Kasih Tuhan (1 Yohanes 2:22-24; 4:1-4). Ia meringkaskan posisinya demikian:

Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. (1 Yohanes 5:12)

Bahkan di dalam Injil, Yohanes secara tidak langsung memberikan sebuah penilaian spiritual mengenai Islam:

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yohanes 3:36)

Barangsiapa yang mencari jawaban yang positif dan praktis terhadap monoteisme Islam dalam Injil dan mengharapkan argumen-argumen yang tepat dan menolong terhadap keberatan pada mandat Ilahi orang-orang Kristen, akan menemukannya dalam Matius 28:18-20:

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Juga pengakuan iman dalam Ibrani 13:8 mengkonfirmasi rahasia Trinitas Kudus sebagai sebuah kesatuan Tuhan yang tiga-manunggal:

Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Oleh karena kehadiran-Nya kita hidup, kasih dan penyembahan. Sukacita besar, yang datang ke dalam dunia pada saat kelahiran Kristus, mengusir depresi yang inheren dengan kemuraman monoteisme Islam (Lukas 2:10-11). Simpati yang ditunjukkan Yesus kepada orang-orang yang sakit, teraniaya, dirasuk Setan dan para pendosa, mengekspresikan karakter-Nya sebagai Putra Tuhan, penuh kasih, kelembutan dan kerendahan hati. Dalam terang-Nya, citra Allah, kesewenangan Islam yang lalim, mulai memudar. Kemenangan Yesus atas Salib menyatakan keadilan Bapa-Nya yang di Surga, yang tetap adil walaupun Ia mengumumkan bahwa kita adalah orang-orang benar tanpa mempedulikan ketidaksempurnaan kita, oleh karena kematian Putra-Nya yang kekasih yang telah menebus kita. Akibatnya, natur Islam sebagai sebuah agama yang mengajarkan keselamatan melalui amal baik, dan ilusi dari sistem keagamaan yang legalistik ini diekspos dengan jelas. Kebangkitan Kristus mengkonfirmasi kekudusan dan ketidakberdosaan Putra YAHWEH dan mengesahkan pengorbanan-Nya yang membawa penebusan dan penyataan hidup kekal.

Yesus hidup! – Muhammad mati!

Klimaks dari kenaikan Kristus adalah penobatan-Nya sebagai Anak Domba Tuhan. Ia duduk bersama-sama dengan Bapa-Nya di tahta, menggenapi pernyataan dalam doa-Nya sebagai Imam Besar: “Kita adalah satu!” (Yohanes 17:22). Tuduhan apapun yang diluncurkan Islam terhadap Putra Tuhan, dihapuskan oleh realitas-Nya yang kekal. Kita tidak boleh takut terhadap orang Muslim dan agama mereka, karena berkat dari Yesus Kristus lebih berkuasa daripada kutuk Muhammad. Lagipula, kasih Yesus memotivasi kita untuk menunjukkan pada para tahanan Islam keselamatan yang telah Putra Tuhan sediakan secara utuh untuk mereka juga. Marilah kita mendoakan mereka, dan percaya bahwa permohonan kita akan dikabulkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: