PENDUKUNG ABSURDITAS

Oleh Sher Khan

Dapatkah seseorang meminum racun? Sampai para ilmuwan berhasil menemukan proses fotosintesis pada tanaman, banyak yang tidak mempercayai hal tersebut. Seorang manusia akan mati di dalam suatu ruangan penuh dengan karbon dioksida; sementara tanaman akan menyerap gas tersebut dan menghasilkan oksigen yang tentu saja menjadi sumber hidup makhluk lainnya.

Michael Dombeck, seorang mantan pemangku kehutanan di Amerika memperkirakan bahwa satu pohon berdiameter batang 18 inch akan mampu menghasilkan oksigen yang cukup untuk keluarga yang beranggotakan empat orang.

Semua orang mengetahui hal tersebut di atas. Apa yang tidak diketahui adalah bahwa Titus Lucretius Carus (99-55 SM), seorang penyair dan filsuf romawi meramalkan hal tersebut lebih dari 2000 tahun yang lalu. Saya sangat terkesan dengan komentar Lucretius yang anti-agama. Dengan bijaksana ia menyatakan, “Agama berpotensi besar untuk menginspirasikan tindakan kejahatan.” Namun yang menjadi bahasan bukanlah pernyataannya tadi, melainkan komentar lain yang berhubungan dengan fotosintesis, “Apa yang menjadi makanan seseorang, merupakan racun bagi yang lain.”

Saya bertanggung jawab penuh atas cerita yang konyol ini. Logika di atas terlihat konyol dan tidak masuk akal kecuali anda memandangnya dari sudut pandang Islam. Benar, banyak ilmuwan Islam dengan sengaja mencari-cari formula ilmiah dalam Qur’an. Contohnya adalah Harun Yahya, uraiannya mengenai ayat-ayat Qur’an menjadi bukti yang kuat untuk cerita saya di atas.

Harun Yahya yang bernama asli Adnan Oktar, mengaku memiliki ‘intel inside’ yang membuatnya sangat pandai. Kita, para non-Muslim memiliki alasan yang kuat untuk bersembunyi di balik nama samaran. Hal ini disebabkan adanya orang-orang yang memegang kepercayaan samurai dari abad 7, yang mengenakan pakaian ninja berwarna hitam dan membawa pedang bermata dua mengejar kita. Tetapi bagi Adnan Oktar tidak cukup alasan untuk menggunakan nama samaran. Hanya satu penjelasan yang cukup masuk akal: Kemungkinan besar ia tidak yakin dengan apa yang ia nyatakan dan ia takut orang-orang akan melemparinya dengan telur busuk setelah membaca karyanya berupa Qi-fi (Quranic Fiction). Harun Yahya menulis ratusan buku dan para Muslim membacanya dengan sangat antusias. Setelah merasa cukup percaya diri, Adnan Oktar alias Harun Yahya memunculkan dirinya dan menjadi penulis yang terkenal. Ia juga membangun sebuah situs internet dimana banyak memuat artikel yang berisi penjelasan mengenai hal-hal tersembunyi dalam Qur’an.

Dalam salah satu artikelnya, “The Information Network in Dolphins is Superior to the Internet,” ia mengutip suatu penelitian seorang peneliti Selandia Baru yang menemukan adanya sistem komunikasi dalam komunitas hewan. Lusseau, sang peneliti, mengamati sekelompok lumba-lumba dan membandingkannya dengan sistem jaringan internet. Tanpa ragu-ragu Harun Yahya menyatakan, ” … Aliran informasi internet menunjukkan adanya kepandaian yang superior yang mengatur jaringan informasi di antara lumba-lumba dan makhluk lain yang serupa. Tidak diragukan lagi bahwa oknum yang berkepandaian superior ini adalah Tuhan Yang Maha Besar, Maha Kuasa.”

Pertanyaannya adalah, Tuhan yang mana? Apakah Tuhannya orang Muslim, apakah Tuhannya orang Hindu ataukah Tuhannya orang Kristen? Harun Yahya berusaha membuktikan bahwa Tuhannyalah yang menguasai jaringan informasi tersebut, dengan mengutip suatu ayat dalam Qur’an yang berbunyi, “Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” [QS 26 Ash-Shu`ara’ 9]. Apa hubungan antara ayat ini dengan penelitian orang Selandia Baru itu?

Dalam artikel lainnya, “The Secret of How Spiders Walk on Ceilings,” Harun Yahya menjelaskan bagaimana laba-laba merayap di langit-langit. Kepala manusia memuat kurang lebih 100,000 rambut tetapi di bawah kaki laba-laba terdapat 600,000 helai rambut. Rambut ini memiliki ujung segitiga yang memiliki efek rekat yang cukup untuk menopang bobot 173 kali beratnya sendiri. Untuk mendukung penjelasannya, Harun mengutip ayat ini, “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [QS 24 An-Nur 45].

Beri tepuk tangan bagi ilmuwannya Allah! Sebelum turunnya ayat Qur’an, tidak ada yang mengetahui bahwa ada hewan berjalan dengan empat kaki dan manusia berjalan menggunakan dua kaki serta buaya merangkak dengan perutnya menyentuh tanah!

Bisa jadi bayi di jaman batu mengetahui kebenaran ini, tetapi Harun Yahya memberi pujian kepada Allah atas pernyataannya yang ajaib/menggelikan. Menariknya, Allah lupa menyebutkan laba-laba yang menggelantung di langit-langit serta memiliki lebih dari empat kaki, tetapi Yahya mengutip ayat tersebut dengan sangat percaya diri.

Lebih penting lagi, menurut semua Muslim, segala pujian bagi Allah; tetapi tidak ada suatu bukti konkrit bahwa Allah telah berbuat sesuatu bagi umat manusia. Hal ini sama seperti seekor ayam jantan yang menyatakan bahwa matahari tidak akan terbit sebelum ia berkokok. Para cendekiawan Muslim tidak pernah menyadari bahwa matahari akan tetap terbit sekalipun ayam jantan berkokok atau diam. Demikian pula hidup akan tetap berlangsung dengan atau tanpa campur tangan Allah.

Dalam artikel lain tentang dampak doa, “How prayer accelerates the treatment of the sick,” ia membahas suatu artikel utama dalam majalah newsweek yang diterbitkan bulan november 2003. Artikel itu sendiri memang menarik. Sekalipun para skeptis memiliki argumen-argumen yang berlawanan, banyak juga yang percaya bahwa doa membantu proses penyembuhan. Yahya memanfaatkan artikel tersebut untuk menekankan pentingnya doa Islami.

Ia berani menjamin hal tersebut sambil mengutip ayat dari Qur’an, “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.” [QS 40 Ghafir 60].

Ayat yang dikutip tersebut mengandung dua masalah. Pertama, topik majalah newsweek adalah Kristen dan sistem doa mereka. Jika artikel tersebut benar, Yahya seharusnya segera bertobat dan memeluk agama Kristen dan mulai memuji Yesus.

Ia dengan teledor mengakui bahwa ada kuasa yang efektif dalam doa orang-orang Kristen. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa penyakit merupakan ujian dan orang yang sakit seharusnya berterima kasih kepada Allah atas perawatan yang diberikan dokter. Berterima kasih kepada Allah sambil mengabaikan usaha para dokter dan perawat benar-benar merupakan suatu tindakan yang tidak mengenal balas budi.

Kedua, dalam ayat di atas, Allah menjamin bahwa ia akan menjawab bila ia disembah. Kita dapat mengasumsikan dengan aman bahwa paling tidak ada satu juta dari 1.2 milyar orang Muslim yang berdoa kepada Allah dengan setia. Mengapa Allah tidak menjawab mereka? Tampaknya negara-negara Islam sedang terbenam dalam ketidakpedulian dan kemiskinan, sementara negara-negara non-Muslim sedang meningkat kemakmurannya dalam segala hal. Bisa jadi Allah lebih mengasihi negara-negara Kafir dengan sengaja atau Allah telah menganut Yahudi atau Kristen.

Yahya mempromosikan persahabatan antar para ahlul kitab yaitu Islam, Yahudi dan Kristen dalam artikelnya, “Anti-Semitism is Racism.” Ia berbohong dengan terang-terangan dengan menyatakan, “Berdasarkan Qur’an Muslim, Yahudi dan Kristen harus hidup berdampingan.” Dan ia tidak bercanda! Namun ia juga dengan enteng melupakan bahwa Muhamad membantai 700-800 orang Yahudi di Medinah, hanya untuk menguji seberapa tajam pedangnya pada waktu itu. Yahya juga lupa akan perintah Allah yang melarang persahabatan dengan Yahudi dan Kristen. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [QS 5 Al-Ma’idah 51].

Yahya sedang menggali kuburannya sendiri; upahnya adalah Neraka dan Allah akan menggantung tengkoraknya di langit. Bagaimana mungkin ia menyarankan untuk bersahabat dengan orang Kristen dan orang Yahudi sementara Allah dengan jelas melarang hal tersebut?

Yahya tidak hanya menekankan perlunya persatuan antara pemeluk agama berkitab, ia juga menyarankan untuk berteman dengan para penyembah berhala. Ia melanjutkan, “dalam banyak ayat, persahabatan disarankan bahkan dengan para penyembah berhala.” Menariknya, tidak lama kemudian ia menunjukkan taringnya. Ia mengacu kepada salah satu situs internetnya: “http://islamandbuddhism.com“. Ia memeras otak untuk mencoba memahami mengapa sebagian orang Barat tertarik kepada Buddhisme – suatu kepercayaan dan filosofi ketimuran. Ia memohon agar situsnya dibaca dengan berkata, “Bacalah filosofi cabul Buddhisme dalam situs ini.”

Ini yang disebut “maling teriak maling”. Buddhisme mungkin bukan agama yang hebat tetapi Buddhisme juga tidak pernah menganjurkan untuk membunuhi penganut kepercayaan lain. Sang Buddha sendiri tidak pernah tidur dengan selir. Jadi, Yahya menuding Buddhisme sebagai agama cabul tetapi ia sendiri mengabaikan perilaku cabul Muhammad.

Apakah para cendekiawan Muslim ini benar-benar tulus ingin mereformasi Islam?

Apakah mereka benar-benar yakin dengan apa yang mereka tulis?

Orang yang jujur akan menjawab: TIDAK. Orang yang jujur tahu dengan pasti. Qur’an tidak sesuai lagi dengan jaman modern, ilmu pengetahuan dan hak asasi manusia. Mereka berusaha menggunakan logika namun terjebak dalam konsekuensi yang tragis. Logika tidak mendapat tempat dalam keimanan. Argumentasi logis membutuhkan bukti absolut tetapi iman tidak membutuhkan bukti. Ketika para Muslim, sebagai penganjur absurditas, mempergunakan logika untuk membantah berbagai kebrutalan dalam Qur’an, argumentasi mereka hanya menjadi bahan tertawaan orang banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: