ISLAM BUKAN AGAMA DAMAI/BERLAKU UNTUK MEKKAH SAJA

Oleh Mohammad Asghar (dari Bangladesh)

Kebanyakan surat kabar Bangladesh mengumumkan dalam edisi 23 September 2005, sebuah artikel dengan judul “political double standards must stop to end global terrorism.” Ini didasarkan pada sebuah seminar di Dhaka berjudul “Islam: Religion of Peace, Progress and Harmony; Bangladesh: Model of a Moderate Muslim Nation.” Banyak peserta hadir dari kaum Muslim intelektual.

Semua peserta mengatakan bawha “Islam adalah sumber perdamaian dan disiplin doktrin; semua orang harus mengerti Islam, Islam sebagai agama yang mempromosikan kedamaian dan kemajuan.”

AGAMA YANG MEMPROMOSIKAN PERDAMAIAN DAN KEMAJUAN. BENARKAH?

Untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan diatas kami harus memeriksa bagaimana dan mengapa Islam dibentuk dan mana doktrin-doktrin dalam Qur’an yang mempromosikan perdamaian dan kemajuan diantara Muslim dan non-Muslim.

Bertentangan dengan kepercayaan umum, Islam tidak dimaksudkan bagi seluruh dunia. Kenyataan bahwa Muhammad melancarkan gerakannya untuk mengusir para Pendeta Quraisy dari jabatan “basah” melindungi Kakbah dan menggantikan mereka dengan dirinya dan pengikutnya nampak dari Qur’an. Upayanya mirip dengan upaya Kristus mendepak para Rabi Yahudi dari posisi tinggi yang mereka pegang terhadap kuil-kuil di Yerusalem.

Mengenai pembahasan teritorial gerakannya ini, Qur’an sendiri mengatakan:

QS 42 Ash-Shuraa 7
Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.

Ini dikuatkan dengan surah lain:

QS 27 An-Naml 91
Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Jelas dari kedua surah diatas tujuan Qur’an cuma terbatas pada Mekkah. “Sesuatu” telah memerintahkan Muhammad untuk mengabdi Sang Allah dari Mekkah yang mensucikannya dan merupakan pemilik semua yang dimiliki kota itu pada saat itu.

Komentar Abul Ala Maududi terhadap QS 27 An-Naml 91 ini:

As this Surah was sent down at a stage when the message of Islam was confined to Makkah and its addressees were the people of that City only, it was said, “I have been commanded that I should worship the Lord of this City.” And the characteristic of the Lord was stated to be that He had made that City sacred. This was meant to warn the disbelievers of Makkah, as if to say, ” You may if you so like prove thankless to that God Who has done you the great favor of making this City of yours a haven of peace in the strife-ridden land of Arabia, and Who by His grace has made it the center of spiritual affiliation for the whole of Arabia, but I have been commanded to be grateful to him and bow down before Him. None of your deities had the power to make this City a sanctuary and make the quarrelsome and plundering tribes of Arabia have respect for it. I cannot abandon my real Benefactor and bow down before those who have done me no favor at all.

Tujuan asli Islam, maksud dan cakupannya berubah ketika Muhammad pindah ke Madinah. Disini, ia melihat prospek baru bagi kepercayaannya. Disini ia menemukan sekelompok orang yang sanggup membayarnya demi mempertahankan nyawa mereka karena menolak doktrin Islamnya. Dan orang-orang ini adalah Yahudi kaya dari Madinah yang dimusuhi Muhammad karena memiliki kuasa besar terhadap kaum politeis dari Mekkah.

Guna menundukkan politeis Mekkah dan Yahudi Madinah dan sekitarnya, Muhammad mengadakan sekitar seratus serangan dan ekspedisi. Ia sendiri mengambil bagian dalam 27 serangan tersebut. Ia menyerang karavan tidak bersenjata milik orang Mekkah (QS 3 ‘Ali `Imran 13; juga lihat komentar C352 Quran English Translation & Commentary By Abdullah Yusuf Ali).

Ia terlibat 3 pertempuran utama melawan kaum musyrik Mekkah: Pertempuran Badar, Khandaq dan Uhud.

Muhamad melancarkan serangan dan bertempur tidak hanya untuk menyebarkan Islam tetapi untuk membunuhi dan merampas kekayaan musuh-musuhnya dan memperbudak wanita mereka untuk kebutuhan seksual mereka yang dalam Qur’an disebut sebagai “milik tangan kanan Muslim”.

Baca saja QS 33 Al-‘Ahzab 50:
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kenyataan bahwa Islam menjadi kekuatan dominan di semenanjung Arab lewat pembunuhan, penjarahan dan perbudakan melemahkan segala pernyataan Muslim dan para pakar mereka. Sebuah doktrin yang lahir dari kekerasan macam itu tidak mungkin bersifat damai dan penerapannya dimanapun dan kapanpun tidak dapat dibela oleh orang yang memiliki sedikitpun intelektualitas dan logika.

Ketidaktoleranan terhadap non-Muslim adalah salah satu sifat penting Muhammad.

Salih b. Kaysan told me from Ibn Shihab al-Zuhri from ‘Ubaydullah b. ‘Abdullah b. ‘Utba b. Mas’ud: The only dispositions that the apostle made at his death were three: He bequeathed to the Rahawis land which produced a hundred loads in Khaybar, to the Dariyis, the Saba’is, and the Ash’aris the same. He also gave instructions that the mission of Usama b. Zayd b. Haritha should be carried through and that two religions should not be allowed to remain in the peninsula of the Arabs. (Sirat Rasulullah p. 523)

Simak kata-kata akhir: Bahwa tidak akan diperkenankan adanya 2 agama (agama selain Islam) di semenanjung Arab.

Jadi sesuai dengan permintaan Nabi, Kerajaan Arab Saudi tidak mengijinkan agama lain selain Islam ada di tanahnya. Kenyataan ini tidak mendukung pernyataan Muslim tentang agama damai. Pernyataan ini tidak benar dan tidak berdasar.

Singkatnya: ISLAM TIDAK TOLERAN TERHADAP AGAMA LAIN. PERNYATAAN ISLAM MERUPAKAN AGAMA DAMAI DAN HARMONI ADALAH BOHONG BESAR.

Muslimin Bangladesh mengatakan bawha negara itu adalah negara Islam moderat. Ini tidak benar, sebagaimana pernyataan pemerintah bahwa tidak ada teroris Islam di wilayahnya. Bahkan Perdana Menteri sendiri berulang kali mengatakan bahwa mengingat sifat Islam, tidak seorang Muslimpun bisa mengadakan serangan teroris. Peristiwa 17 Agustus 2005, membuktikan sebaliknya (peledakan ratusan bom di seluruh negara dalam jarak waktu satu menit yang berlangsung selama sejam oleh “Islamic Terrorists”). Semua politisi Bangladesh adalah pembohong.

Seperti pemimpin politik Bangladesh, para pakar Muslimpun sering berbohong. Seorang pemimpin tidak pernah dapat menjadi seorang pemimpin moderat tau menjadikan negaranya moderat jika ia seorang Muslim baik. Ini alasannya:

QS 9 At-Tawbah 29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Surah itu menjadikan wajib bagi para pemimpin Muslim untuk melawan non-Muslim sampai mereka mengaku Islam atau membayar pajak jizyah dan tunduk warga kelas dua atau “dzimmi”.

Jadi, bagaimana mungkin orang masih tetap mampu membuka mulut mereka dan mengatakan bahwa Islam mempromosikan persamaan, toleransi dan perdamaian?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: