SYARIAT: TULANG PUNGGUNG ISLAM

Tamu wawancara bersama Frontpage hari ini adalah Abul Kasem, eks-Muslim yang menulis ratusan artikel dan sejumlah buku tentang Islam, termasuk “Women in Islam“, “Leaving Islam – Apostates Speak Out & Beyond Jihad: Critical Views From Inside Islam“.

Frontpage

Abul Kasem, selamat datang di wawancara bersama Frontpage.

Abul Kasem

Terima kasih Jamie. Kegembiraan saya dapat di wawancara oleh Frontpage.

Frontpage

Saya ingin membahas Hukum Islam dan bagaimana hukum itu mendikte hampir setiap aspek kehidupan manusia (Muslim dan non-Muslim).

OK, bagaimana permulaan Syariat menjadi nafas eksistensi Islam.

Abul Kasem

Kita harus mengerti MENGAPA SYARIAT adalah nafas eksistensi Islam, dan mengapa Islam harus memaksakannya (kalau perlu dengan kekerasan) pada seluruh dunia. Kalau kita mengerti prinsip dasar ini, maka kita mengerti bagaimana dan mengapa Syariat mempengaruhi hidup manusia.

Dari film 'FITNA' (Geert Wilders): Ayatollah 'Ali Meshkini berbicara pada salat Jumat, menyatakan bahwa "Islam adalah agama yang ingin menguasai seluruh dunia. Dulu Islam menguasai dunia dan kini Islam akan melanjutkannya."

Prinsip dasar Syariat adalah bahwa Allah memilih kaumnya (Muslim) untuk menguasai dunia. Ini memang kedengaran fasciitis, tetapi jangan salah: Qur’an secara tegas menyerahkan kekuasaan dunia kepada pengikut Islam: khususnya kepada kaum Arab Badui. Karena Islam = Arabisme. Dalam Qur’an (QS 3 ‘Ali `Imran 104, QS 3 ‘Ali `Imran 110) Allah mengatakan bahwa Arab adalah manusia yang paling hebat yang pernah diciptakan.

Dalam QS 2 Al-Baqarah 143 Allah merubah Kiblat (dari Yerusalem ke Mekkah) untuk membedakan antara Muslim dan non-Muslim. Abul Ala Maududi, pakar Islam ternama menjelaskan ayat ini: [Ayat ini] adalah proklamasi adanya sebuah umat yang terdiri pengikut Muhammad yang akan memberikan pengarahan keagamaan dan kepemimpinan kepada dunia.

Perubahan Kiblat ini berarti digantinya anak Israel dari posisi pemimpin dengan umatnya Muhammad.

Maududi mengatakan tentang QS 2 Al-Baqarah 145, bahkan menulis: Untuk menolak prinsip itu [prinsip umat Allah adalah pemimpin dunia] tersebut demi menyenangkan orang lain, sama saja dengan menghina misi Nabi dan tidak konsisten dengan rasa terima kasih yang pasti dirasakan Nabi saat diberikan posisi pemimpin dunia.

Dari pernyataan-pernyataan diatas, Maududi jelas mengatakan bahwa umat Allah akan memimpin dunia dan perintah ini harus dilakukan dengan ATURAN ALLAH, yang tidak lain datang dalam bentuk SYARIAT.

QS 2 Al-Baqarah 150: Allah mengatakan bahwa dengan memerintahkan Muslim mengarahkan wajah-wajah mereka kepada Kakbah, Ia telah memberikan pahala besar kepada Muslim. Maududi menjelaskan: ‘Pahala’ ini adalah posisi pemimpin dunia yang diganti Allah dari anak-anak Israel kepada umatNya.

Jadi, kiblat itu adalah tanda instalasi Muslim pada posisi pemimpin.

Frontpage

Inilah mengapa Syariat merupakan tulang punggung Islam?

Abul Kasem

Yo’i, Syariat adalah jantung dan jiwa Islam. Tanpa Syariat, Islam bak seekor singa tidak bertaring atau ular tidak beracun. Syariat memberikan Islam kekuatan hukum untuk memberlakukan aturannya yang barbar, tidak beradab, kejam dan ketat. Syariat memberi Islam tangan dan kaki untuk memaksakan dunia untuk tunduk pada Islam.

Dalam berbagai ayat di Qur’an, Allah berkali-kali menegaskan bahwa siapapun yang mengelak dari Syariat adalah Kafir dan ia harus diperangi oleh Muslim.

Menurut Ibn Kathir, dalam QS 2 Al-Baqarah 151, Allah menegaskan bahwa Ia telah mengirim Muhammad untuk mengkotbahkan Qur’an dan mengajarkan hukum Syariat kepada kaum berhala Mekkah.

QS 4 An-Nisa’ 64: Allah mengirim Muhammad untuk ‘mengundang’ orang untuk mematuhi perintah Allah, yaitu Hukum Syariat.

QS 5 Al-Ma’idah 44: Allah menyatakan barang siapa TIDAK mematuhi hukum Allah adalah Kafir. Ini termasuk KRISTEN (QS 5 Al-Ma’idah 47) dan ia harus diperangi (dibunuh) atau dipaksa tunduk pada Syariat.

QS 9 At-Tawbah 73: Allah mendesak umatNya untuk MEMERANGI KAFIR dan musyrikun dan menunjukkan ketegasan (kekerasan) terhadap mereka. Ahli tafisr Qur’an, Ibn Kathir, mengatakan bahwa Allah memerintahkan agar Muslim memerangi Kafir dengan PEDANG, untuk melawan musyrikun dengan mulut dan membatalkan perlakuan lunak terhadap mereka. JADI menurut Ibn Kathir, dengan jihad PEDANG melawan Kafir dan dengan KATA-KATA KERAS melawan musyrikun; ini berarti mendirikian hukum pidana Islam, yaitu Hukum Syariat.

Ibn Kathir mengatakan bahwa QS 9 At-Tawbah 73 MEMBATALKAN QS 2 Al-Baqarah 256, ayat yang mengatakan `tidak ada paksaan dalam agama.’

Ini ayat-ayat Qur’an yang menegaskan supremasi Syariat:

QS 27 An-Naml 78
Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (=SYARIAT!)

QS 45 Al-Jathiyah 18
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu Syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah Syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.

QS 45 Al-Jathiyah 22
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. (sesuai dengan Hukum Syariat)

Muhammad harus memukuli keras para Kafir (perangi mereka dengan senjata – Ibn Kathir. Dengan pedang – Al-Jalalayn), musyrikun (hukum mereka sesuai hukum Syariat – Ibn Kathir) dan bersikap keras terhadap mereka; tempat tinggal Kafir dan musyrikun adalah neraka … QS 66 At-Tahrim 9

Supremasi absolut Syariat ditegaskan dalam “Deklarasi Kairo” bagi HAM dalam Islam (1990). Pasal 22 deklarasi ini menegaskan bahwa semua hak dan kebebasan yang disebutkan harus sesuai Syariat, satu-satunya sumber deklarasi tersebut.

Dan dengan tidak pedulinya negara-negara beradab, nampaknya Syariat dengan pelan-pelan tapi pasti menuju momentum untuk melahap seluruh dunia. Satu-satunya cara untuk menghentikan infiltrasi Syariat ini adalah PENOLAKAN TEGAS oleh seluruh dunia. Kita tidak boleh lupa bahwa Islam = Arabisme.

Frontpage

Menurut anda, apakah elemen Syariat yang memupuk ketidakadilan?

Abul Kasem

Elemen Syariat yang paling tidak adil adalah penolakan terhadap prinsip keadilan universal yaitu persamaan derajat dalam hukum. Dalam Syariat, Muslim dan non-Muslim tidak sederajat. Ketidakadilan ini bahkan juga diberlakukan pada wanita MUSLIM. Syariat tidak memberlakukan wanita dan lelaki Muslim sama dan sederajat.

Ini contoh paling jelas: Menurut hukum Saudi (Hukum Islam dan Syariat), nyawa lelaki Muslim lebih tinggi dari lelaki non-Muslim, dan nyawa wanita Muslim lebih rendah dari lelaki Muslim.

CONTOH:

The Wall Street Journal, 9 April 2002, di Arab Saudi, konsep uang darah dalam Syariat bagi seseorang yang dibunuh, sang pembunuh harus membayar uang darah yang jumlahnya sebagai berikut:

100.000 riyal jika korbannya lelaki Muslim
50.000 riyal jika korbannya wanita Muslim
50.000 riyal jika korbannya lelaki Kristen
25.000 riyal jika korbannya wanita Kristen
6.666 riyal jika korbannya lelaki Hindu
3.333 riyal jika korbannya wanita Hindu

Jadi, nyawa lelaki Muslim adalah 33 kali nyawa wanita Hindu. Di negara non-Muslim, setiap lelaki maupun wanita, apapun warna kulit maupun agamanya, dianggap sama.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: