MUHAMMAD SAW TIDAK DINUBUATKAN DALAM KITAB BUDDHA

Sebuah sanggahan atas Dr. Zakir Naik (Muhammad tidak dinubuatkan didalam Kitab Buddha)
Oleh S. Pradash, 2006/01/04

Pendahuluan

Pada artikel saya terdahulu, saya membuktikan kesalahan teori Muslim bahwa Muhammad telah diramalkan dalam Kitab Hindu. Sekarang giliran Kitab Buddha. Saya sungguh tidak mengerti bagaimana Dr. Zakir Naik mampu membodohi pembaca dengan klaim bahwa Buddha Gautama telah menubuatkan Muhammad.

Anda dapat menemukan artikel Dr. Zakir Naik di sini:

Muhammad In Buddhist Scriptures
Link
Link (LINK MATI!)

Zakir Naik menulis sebagai berikut:

Buddha menubuatkan kelahiran seorang Maitreya:

A. Hampir semua buku Buddha berisi nubuat ini. Terdapat dalam Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76:

“Akan muncul di dunia seorang Buddha bernama Maitreya (yang berhati mulia) seorang yang suci, seorang yang luhur, seorang yang tercerahkan, penuh kebijakan dalam tingkah laku, muncul pada waktu yang tepat, mengenali alam semesta.”

“Apa yang telah dipahaminya melalui pengetahuan supernaturalnya akan diumumkannya kepada dunia ini. Dia akan mengkhotbahkan agamanya, mulia dari awalnya, mulia pada puncaknya, mulia pada tujuannya, dalam jiwa dan tulisan. Dia akan mendeklarasikan suatu kehidupan beragama, sepenuhnya sempurna dan murni sampai yang paling detail; bahkan ketika saya mengkhotbahkan agama saya atau sejenisnya kehidupanlah yang akan mengindikasikannya. Dia akan membuat komunitas rahib berjumlah ribuan, sedangkan saya sekarang membuat komunitas rahib berjumlah ratusan.”

B. Menurut Sacred Books of the East volume 35 pg. 225:

“Dikatakan bahwa saya bukan satu-satunya Buddha yang kepadanya tergantung kepemimpinan dan aturan. Setelah saya seorang Buddha Maitreya yang lain dengan penuh nilai moral akan datang. Saya sekarang pemimpin ratusan, dia akan menjadi pemimpin ribuan.”

C. Menurut Gospel of Buddha by Carus pg. 217 and 218 (From Ceylon sources):

“Ananda berkata kepada Yang Terberkati, ‘siapa yang akan mengajar kami, jika engkau pergi?’ Yang Terberkati menjawab, ‘Saya bukan Buddha pertama yang datang ke bumi, juga bukan yang terakhir. Pada waktunya, sorang Buddha akan muncul di dunia, seorang yang suci, seorang yang sangat tercerahkan, penuh kebijakan dalam laku, datang pada waktu yang tepat, mengenal alam semesta, seorang pemimpin umat manusia tanpa tandingan, seorang tuan atas malaikat dan mahluk hidup. Dia akan menunjukkan kepadamu kebenaran abadi yang sama dengan yang saya ajarkan kepadamu. Dia akan mengkhotbahkan agamanya, mulia sifatnya, mulia pada puncaknya dan mulia tujuannya. Dia akan memperlihatkan sebuah kehidupan beragama, sepenuhnya sempurna dan murni seperti yang saya tunjukkan sekarang. Muridnya akan berjumlah ribuan sedangkan muridku ratusan.'”

Ananda berkata, ‘Bagaimana kami bisa mengenali dia?’ Yang Terberkati menjawab, ‘Dia akan dikenal sebagai Maitreya.’

Kebanyakan umat Buddha Mahayana tidak mengetahui apa itu buku Chakkavatti Sinhnad Suttanta.

Buku-buku umum Buddha adalah (semuanya ditulis setelah Buddha meninggal. Ananda menuliskan pikiran-pikiran dan upacara Buddha yang menjadi kitab utama agama Buddha)

1. Tripitaka: The “three baskets”, meliputi upacara keagamaan Buddha, aturan untuk rahib dan ajaran filosofis dengan 100 volume, kira-kira setebal 70 Alkitab:

  • Pidato pertama Buddha di Benares
  • “Way of Mindfulness” of Buddha, with the cemetery meditations

2. Mahayana menambahkan “Lotus Sutra” dan “Perfection of Wisdom”, yang meliputi “Diamond Sutra”, “Heart Sutra” … dan banyak lagi, seperti “Lankavatara”, dengan jumlah total lebih dari 200 volume.

3. Vajrayana (Tantrism Buddhism), menambahkan lagi kitab suci “Kanjur” (108 volumes), dan “Tanjur” (225 volumes).

4. Literatur Tibet menerjemahkan dan menambahkan sejumlah lebih dari 300 volume.

5. Tulisan 6 anggota dewan Buddha juga dianggap kitab suci (400 volume lagi). Yang terakhir di Rangoon pada tahun 1954 juga dianggap kitab-kitab suci (400 volume)

Dalam kelompok kitab utama ini, tidak ditemukan kitab Chakkavatti Sinhnad Suttanta. Saya bahkan mengkonfirmasikan dengan seorang Buddhist yang bilang bahwa ia tidak pernah mendengar Sutra atau Suttana seperti ini dan mungkin bila itu ada, sutra itu bukan kitab utama.

Sekarang FIRMAN Buddha berkata sebagai berikut:

Ananda, sambil mengusap air matanya, berkata kepada Yang Terberkati: “Siapa yang akan mengajar kami kalau engkau telah pergi?” Yang Terberkati menjawab, “Saya bukan Buddha pertama yang datang ke bumi, juga bukan yang terakhir. Pada waktunya, sorang Buddha akan muncul di dunia, seorang yang suci, seorang yang sangat tercerahkan, penuh kebijakan dalam laku, datang pada waktu yang tepat, mengenal alam semesta, seorang pemimpin umat manusia tanpa tandingan, seorang tuan atas malaikat dan mahluk hidup. Dia akan menunjukkan kepadamu kebenaran abadi yang sama dengan yang saya ajarkan kepadamu. Dia akan mengkhotbahkan agamanya, mulia sifatnya, mulia pada puncaknya dan mulia tujuannya. Dia akan memperlihatkan sebuah kehidupan beragama, sepenuhnya sempurna dan murni seperti yang saya tunjukkan sekarang.”

Ananda berkata, “Bagaimana kami bisa mengenali dia?” Yang Terberkati menjawab, “Dia akan dikenal sebagai Metteyya, yang berarti ‘dia yang namanya adalah kemurahan hati.'”

Anda dapat melihat kata-kata yang ditebali. Buddha Gautama mengatakan seorang yang sangat tercerahkan, penuh kebijakan, mengenali alam semesta, dan tuan dari malaikat dan mahluk hidup akan datang.

Sekarang mari kita analisa point di atas:

PALING TERCERAHKAN

Apakah pencerahan dalam Buddha?

Pencerahan adalah memperoleh Kebijaksanaan. Beberapa tradisi Buddha menggambarkan pencerahan sebagai “secara keseluruhan” naik ke Nirwana. Yang lain: memperolehan kebijaksanaan secara bertahap. Kilasan-kilasan kebijaksanaan digambarkan Surya Das sebagai “pencerahan mini”.

Terlepas dari bagaimana anda menggambarkannya, pencerahan berarti transformasi jiwa yang paling dalam dan realisasi diri dan perolehan tujuan tertinggi Buddha – kebijaksanaan! Juga dikenal dengan REALISASI DIRI dan EMPAT KEBENARAN SEJATI:

1. Hidup itu sulit, sebagai tempat ketidak sempurnaan dan penderitaan mahluk hidup

2. Kesulitan ini atau “dukkha” disebabkan oleh hasrat akan hal-hal yang berbeda dengan yang didapatkan. Hal ini mencakup keterikatan, pendambaan, iri hati, kecemburuan, perebutan, dan lainnya

3. Hasrat dapat dihilangkan sehingga mengakhiri kesulitan dan penderitaan hidup

4. Cara melakukan ini adalah mengikuti delapan langkah pelatihan dalam kebijaksanaan, etika

Muhammad tidak pernah menyadari atau percaya pada keempat kebenaran hakiki Buddha. Yang dikatakan Muhammad adalah TUHAN adalah satu dan polytheisme adalah salah. Dia juga menyebarluaskan kebencian atas umat Yahudi monotheis di Arab dan menyebut mereka babi dan kera. Buddha Gautama tidak pernah melecehkan siapapun.

Muhammad tidak pernah kenal ke 8 langkah pencerahan. Link

Keenam Paramita:

  1. Saya akan selalu membantu orang lain.
  2. Saya akan mengikuti prinsip-prinsip Buddha (lihat Kelima Prinsip dibawah).
  3. Saya akan sabar dan penuh pengertian.
  4. Saya akan berusaha yang terbaik dalam segala hal.
  5. Saya akan meditas pada ajaran Buddha.
  6. Saya akan mencari cahaya kebenaran.

Kelima Prinsip :

  1. Saya tidak akan melukai mahluk-mahluk hidup.
  2. Saya tidak akan mengambil apa yang bukan milik saya.
  3. Saya tidak akan bertingkah laku senonoh.
  4. Saya tidak akan berTAQQIYA!
  5. Saya tidak akan mengkonsumsi makanan atau minuman yang merusak.

Muhammad tidak pernah absen dari hasrat materi yang dikatakannya, ‘halal di mata Allah’ dan hanya melarang hal-hal yang memabukkan selama sholat.

Muhammad menekankan penyerahan total kepada Allah dan dia tak pernah bicara tentang kesadaran atau realisasi-diri dan penghapusan penderitaan lewat pemutusan hubungan dengan diri. Nyatanya, dia berhasrat pada segala kesenangan materi.

Jadi kita dapat dengan mudah melihat bahwa Muhammad BUKANLAH yang tercerahkan dari sudut pandang Buddha.

MENGENAL ALAM SEMESTA

Buddha telah menubuatkan bahwa Buddha yang akan datang akan mengenali alam semesta dengan baik. Sekarang, mari kita lihat apakah Muhammad memenuhi kriteria ini:

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 537:
Nabi berkata, “Jika seekor lalat jatuh ke dalam minuman seorang dari kamu, dia harus mencelupkannya (ke dalam minuman), karena satu sayapnya mengandung penyakit dan yang lain mengandung obat untuk penyakit itu.”

Ilmu pengetahuan macam apa ini? Apakah ini adalah pengetahuan orang yang mengenali alam semesta? Anda dapat melihat dari link berikut bahwa lalat dapat menyebabkan beberapa penyakit.

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 538:
Rasul Allah berkata, “Seorang pelacur diampuni Allah karena, ketika melewati seekor anjing yang terengah-engah di dekat sebuah sumur dan melihat bahwa anjing itu hampir mati kehausan, dia melepas sepatunya dan mengikatnya dengan penutup kepalanya dan mengambil air untuk si anjing. Jadi Allah memaafkannya karena hal itu.”

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 539:
Nabi berkata, “Malaikat tidak memasuki rumah yang memiliki anjing atau gambar di dalamnya.”

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 540:
Rasul Allah memerintahkan semua anjing harus dibunuh

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 541:
Rasul Allah berkata, “Jika seseorang memelihara anjing, dia kehilangan satu Qirat (pahala) dari kelakuan baiknya setiap hari, kecuali dia memeliharanya untuk tujuan pertanian atau untuk menjaga ternak.”

Anda dapat melihat bahwa orang ini pada satu waktu mengatakan Allah mengampuni seorang wanita yang menyelamatkan anjing dari kehausan. Ini menunjukkan seolah-olah Allah dan Muhammad mencintai anjing. Tapi di Hadis berikutnya dia menyatakan kebenciannya terhadap anjing dan berkata bahwa memiliki anjing berarti kamu kehilangan pahala dari Allah! Logika macam apa yang dimiliki orang ini sehingga bisa disebut sebagai “mengenali alam semesta”?

Muhammad adalah pemimpin sekelompok suku di Madinah yang bersedia menganut Islam. Memanggilnya tuan atas Malaikat dan mahluk hidup adalah seperti melakukan pelecehan terhadap Islam atau melawan Qur’an.

Qur’an mengatakan sebagai berikut:

QS 6:62
Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaanNya. Dan Dialah Pembuat Perhitungan yang paling cepat.

QS 12:21
Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya[748]: “Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.” Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta’bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

QS 1:4
Yang menguasai[4] di Hari Pembalasan[5].

[4] Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.
[5] Yaumiddin (Hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa’ dan sebagainya.

Qur’an juga menyebutkan banyak kali bahwa Allah adalah pencipta dan tuan atas Malaikat, manusia, jin, dan lainnya. Sekarang Muhammad bukan tuan atas Malaikat atau apakah kita harus beranggapan bahwa dia adalah partner Allah? Muhammad bukan tuan atas mahluk hidup. Ada hampir 4,5 milliar kuffar di muka bumi. Qur’an mengakui Muhammad hanya sebagai utusan TUHAN dan memberitahu Muhammad untuk tidak ikut campur dalam urusan manusia karena kendalinya ada pada ALLAH. Jadi, bagaimana Dr. Zakir Naik dapat menyebut Muhammad sebagai tuan atas Malaikat dan mahluk hidup? Sangat tidak beralasan!

“… kebenaran abadi yang sama seperti yang aku ajarkan kepadamu …”

Apakah Muhammad pernah mengajarkan hal yang sama dengan diajarkan Buddha? Mari kita bandingkan secara singkat:

Agama

Islam

Buddha

Baik dan Jahat Apa yang Tuhan cintai adalah kebaikan. Apa yang Tuhan benci adalah kejahatan. Tuhan menciptakan kejahatan. Baik dan Jahat adalah fenomena ilusi di kategorikan berdasarkan kecenderungan manusia akan nafsu, agresi, dan ketidaktahuan. Nilai-nilai yang benar dan diinginkan adalah kejelasan dan kesesuaian dengan konteks.
Keberadaan dan sifat Tuhan Tuhan adalah satu. Dia menciptakan alam semesta. Dia adalah Bagus.Dia akan menghakimi dunia, pahala yang baik, dan menghukum kejahatan. Kita harus percaya pada Tuhan dan rasul-Nya dan pergi haji dan melaksanakan sholat. Buddha dipertahankan ‘diam mulia’ pada pertanyaan tentang eksistensi “Tuhan”. Buddha berkata pertanyaan itu material terhadap ajaran-ajaran yang sederhana tentang akar derita dan bagaimana mengakhirinya. Selanjutnya, spekulasi pada subjek tersebut adalah membuang-buang waktu.Beberapa sekolah agama Buddha, khususnya sekolah-sekolah di Tibet, memiliki sebagai dari dogma mereka … dewa … dewa dan dewi. Ini mengacu pada setiap makhluk yang lebih tinggi secara spiritual atau material dari seorang manusia biasa dan seharusnya tidak menjadi bingung dengan konsep umum dalam agama-agama teistik kekuasaan mahakuasa … Tuhan, Yehuwa, Allah.
Keselamatan Menyerahkan sepenuhnya dan benar-benar dengan kehendak Allah dan percaya atas kehendak-Nya. Ambil tulisan-tulisan Muhammad sebagai pedoman mutlak untuk mengoreksi tindakan moral. Hadiah yang anda dapatkan hidup yang kekal dari Allah. Pahala adalah masuk ke Surga dengan 72 perawan dan buah-buahan dan sungai-sungai anggur. Keselamatan adalah pembebasan dari perbudakan menuju siklus gairah, agresi dan kebodohan. Berarti untuk mengakhiri konfrontasi ini adalah fenomenologis keberadaan anda menjadi telanjang. Rintangan adalah kecenderungan manusia untuk gangguan dalam hal gairah, agresi dan ketidaktahuan. Koreksi yang benar adalah berlatih berlatih menjernihkan pikiran (meditasi). Pahala adalah kemampuan untuk melihat dengan jelas dan memilih secara tepat dalam situasi apapun, sehingga terbebas dari dominasi nafsu, agresi dan ketidaktahuan.

Anda dapat lihat sendiri, tidak ada kemiripan antara kedua kelompok pemikiran tersebut. Jadi, perkataan Buddha bahwa Maitreya akan mengajarkan ajarannya tidak dapat diterapkan pada Muhammad.

Sekarang Dr. Zakir Naik melanjutkan pembuktiannya:

  1. Kata Sansekerta ‘Maitreya’ atau dalam bahasa Pali ‘Metteyya’ berarti mencintai, penuh kasih, pengampun dan berhati mulia. Ia juga berarti murah hati dan ramah, simpatik, dan sebagainya. Satu kata Arab yang sama dengan kata-kata tersebut adalah ‘Rahmat’. Dalam Surah Al Anbiyaa:Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. [QS 21:107]Nabi Muhammad dipanggil yang membawa rahmat, yaitu ‘Maitri’.
  2. Kata-kata Mercy (ampunan) and Merciful (pengampun) disebutkan dalam Qur’an tidak kurang dari 409 kali.
  3. Setiap pasal dalam Qur’an, kecuali pasal 9, yaitu Surah At Taubah dimulai dengan rumus pengamun yang cantik, ‘Bismillah al-Rahman al-Rahim’, yang berarti ‘Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang’.
  4. Kata Muhammad juga dieja dengan ‘Mahamet’ atau ‘Mahomet’ dan dengan berbagai cara lain dalam beberapa bahasa. Kata ‘Maho’ atau ‘Maha’ dalam bahasa Pali dan Sansekerta berarti Agung dan ‘Metta’ berarti ampunan. Karena itu ‘Manomet’ berarti Ampunan yang Agung.

Ini adalah argumen yang salah dan buruk:

QS 21:107 tidak mengartikan Muhammad sebagai orang yang penuh kasih. Baca tafsir ayat ini oleh Ibn Kathir:

“Di sini Allah memberi tahu kita bahwa Dia telah menciptakan Muhammad sebagai kemurahan kepada ‘Alamin’, yaitu Dia mengutusnya sebagai kemurahan untuk mereka [umat manusia], jadi barangsiapa menerima kemurahan ini dan berterima kasih atas berkat ini, akan bahagia di dalam dunia ini dan di dalam Akhirat. Tapi barang siapa menolaknya akan kehilangan dunia dan akhirat.

Ketika saya memberikan sepotong roti kepada seorang miskin dan berkata, “Ini diberikan kepadamu olehku sebagai kemurahan hati untuk orang miskin”. Ini berarti saya memberi kepada si miskin roti untuk dimakan karena kemurahan hati saya. Tidak berarti bahwa roti itu adalah murah hati. Lebih jauh lagi jika kamu menolak apa yang saya berikan dan kemudian saya memutuskan menghukummu, ini adalah tanda bahwa saya adalah psikopat yang penuh dendam dan bukan orang yang murah hati.

Dr. Zakir Naik menulis menggunakan bahasa Inggris bagi kata ‘rahmat’ (merciful) dan mengatakan bahwa ‘merciful’ adalah “Maitri/Maitreya” dalam bahasa Pali/Sansekerta. Kedua kata memang mirip, TAPI dia salah!

Dalam Sansekerta, kata MERCIFUL = kRpAnvita, paropakArin, sAnukroza, sadaya, AnRzaMsya, adhimAtrakAruNika. Dalam Pali, kata MERCIFUL = sānukampa, dayālū, kāruṇika. Maitreya disamping arti ‘berhati mulia,’ memiliki sebuah arti penting berdasarkan kitab suci, yaitu ‘Bodhi-sattva dan Buddha masa depan.’

Dr. Zakir Naik berkata bahwa kata “merciful” muncul tak kurang dari 409 kali. AH, masa! Sebenarnya kata itu cuma muncul 307 kali dalam Qur’an, tidak termasuk di dalamnya baris omong kosong “Bismillah al-Rahman al-Rahim” pada awal tiap surah. Ini ditujukan kepada Allah, bukan Muhammad. Jadi apa maksudmu Dr. Zakir Naik? Allah adalah Maitreya?

Tapi apa hubungannya dengan Maitreya? Apakah dia berusaha menyesatkan pembaca dengan data yang tidak ada hubungannya sama sekali? Mr. Zakir Naik, tahukah anda bahwa:

Kata kafir (orang yang tidak percaya Allah/Muhammad) muncul 153 kali dalam Qur’an?

Kata perang/tempur muncul kira-kira 67 kali!

Ada sekitar 164 ayat dalam Qur’an yang bicara tentang Jihad!

Pertama-tama, dalam bahasa Pali, kata untuk “GREAT” (agung) bukan “maho” tetapi mahanta, parama, seṭṭha, tumula, uru, uttama, vipula, visāla. Kata Pali untuk “mercy” (ampunan, kemurahan) bukanlah “metta” tetapi dayā, anukampā, karuṇā. Metta artinya cinta dan bukan ‘mercy’ (rahmat). ‘Mercy’ adalah pengampunan dan simpati, bukan cinta! LUAR BIASA kebohongan yang keluar dari mulut cendekiawan ini!!!

Dr. Zakir Naik menulis:

Doktrin Buddha adalah Esoteric (membina ke dalam) and Exoteric (membina ke luar):

Menurut Sacred Books of the East, volume 11, hlm. 36 Maha-Parinibbana Sutta pasal 2 ayat 32:

“Saya telah mengkhotbahkan kebenaran dengan tanpa membedakan doktrin-doktrin exoteric dan esoteric, demi kebenaran, Ananda, Tathagata tidak lain adalah kepalan yang tergenggam dari seorang guru, yang menyembunyikan sesuatu.”

Muhammad atas perintah Tuhan Yang maha Kuasa menyampaikan pesan dan doktrin dengan tanpa membedakan antara esoteric dan exoteric. Qur’an dilafalkan secara terbuka pada zaman nabi dan tetap begitu sampai sekarang. Nabi melarang keras Muslim untuk menyembunyikan doktrin.

TAPI terjemahan sebenarnya dari Maha-Parinibbana Sutta pasal 2 ayat 32 adalah:

Begitulah perkataan Ananda yang Terhormat, tapi Yang Terberkati menjawabnya, katanya: “Apa lagi yang diharapkan komunitas Bhikku dari saya, Ananda? Saya telah menyatakan Dharma dengan tanpa membedakan doktrin esoteric dan exoteric; tidak ada lagi, Ananda, pelajaran yang disembunyikan Tathagata seperti kepalan yang tergenggam dari seorang guru yang menyembunyikan sesuatu.

Siapa saja boleh berpendapat bahwa yang harus memimpin komunitas bhikkus, atau tempat komunitas bhikku tersebut bergantung, adalah orang yang memberikan instruksi terakhir mengenai mereka. Tetapi, Ananda, Tathagata tidak berpandangan bahwa dialah yang harus memimpin komunitas Bhikku, atau bahwa komunitas Bhikku bergantung padanya. Jadi instruksi apa yang harus dia berikan berkenaan dengan komunitas Bhikku?”

“Sekarang saya lemah, Ananda, tua, berumur, uzur dimakan usia. Ini adalah tahun ke-80 saya, dan hidupku sudah habis. Seperti sebuah kereta tua, Ananda, disatukan dengan banyak kesulitan, jadi tubuh Tathagata hanya bisa bertahan dengan bantuan. Jadi, Ananda, hanya ketika Tathagata mengabaikan obyek external, dengan mematikan perasaan tertentu, meraih dan berada dalam konsentrasi penuh pikiran, sehingga tubuhnya menjadi lebih nyaman.”

Buddha menyebut dirinya TATHAGATA (gelar yang diberikan kepada dirinya yang berarti ‘penyadaran-diri’ dan ‘yang tercerahkan’). Untuk mempraktekkan Buddhisme, dharma atau dhamma (bentuk tunggalnya) dipakai untuk mengartikan ajaran Buddha dan kadang-kadang disebutkan sebagai Buddha-Dharma.

Dharma adalah hukum universal tentang alam, dan dengan menyebutnya Buddha-Dharma berarti kemungkinan ada jenis Dharma yang lain. Istilah Buddha-Dharma hanya menunjukkan fakta bahwa ia ditemukan dan bukan diciptakan oleh Buddha.

Jadi Dhamma secara harafiah berarti KEBENARAN YANG DITEMUKAN SEORANG BUDDHA dan bukan sebuah doktrin atau jenis doktrin lain yang melibatkan Tuhan atau Allah atau Malaikat atau tahayul lainnya.

Kebenaran Buddha tepatnya adalah penyadaran-diri untuk lepas dari penderitaan dalam hidup. Dia tidak pernah bicara tentang Tuhan. Jadi dharma tidak mencakup Tuhan di dalamnya.

Buddha memberitahu Ananda, bahwa para Bhikku (rahib Buddha) harus dipimpin Buddha dan setelah dia, Buddha berikutnya akan memimpin mereka. Bhikku tidak punya analogi dengan imam Muslim. Bhikku adalah rahib yang menjalankan delapan langkah dan mempraktekkan dan mengkhotbahkan ajaran Buddha Gautama.

Sang Buddha ingin lebih menampilkan dharmanya dan bukan dirinya, sementara Muhammad dengan sengaja menempatkan dirinya sebagai utusan Tuhan. Buddha tidak pernah sekalipun mengaku sebagai utusan Tuhan.

Muhammad menyuruh pengikutnya untuk berserah penuh kepada Allah dan mencintai Muhammad lebih daripada yang lain termasuk keluarga mereka. Buddha tidak pernah memerintahkan hal seperti ini. JADI Dharma berbeda sama sekali dengan doktrin Allah/Muhammad.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: