DEBAT ANTARA YANG MULIA AYATOLLAH MONTAZERI DAN ALI SINA 3

Pertanyaan no. 3

Sang Nabi menyerang Khaibar, memperbudak Shafiyah dan memperkosanya di hari yang sama dia membunuh suami, ayah dan saudara-saudara Shafiyah. Beginikah seharusnya tingkah laku seorang utusan Tuhan?

Ayatollah Montazeri

Untuk menjawab pertanyaan tentang Shafiyah, kita perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini.

Shafiyah adalah anak perempuan Huyah ibn Akhtab, yang merupakan ketua Bani Nadir. Shafiyah kehilangan ayahnya yang tewas di pertempuran Kheibar dan suaminya dibunuh sebelum perjanjian perdamaian. Tawanan-tawanan perang di zaman itu hidup penuh kesulitan dan kesengsaraan. Karena alasan ini, menurut usul sang Nabi, para wanita bangsa penyembah berhala yang tertangkap di peperangan disuruh menikah pria-pria Muslim yang sebelumnya menikah dengan perempuan lain atau jadi budak-budak untuk kelangsungan hidup mereka. Poligami di saat itu adalah lumrah dan merupakan cara terbaik untuk melindungi para wanita yang tidak punya suami, apalagi yang dijadikan sandera-sandera.

Ali Sina

Wahai Ayatollah Ozma Montazeri. Memang benar Shafiyah telah kehilangan ayah, suami dan saudara-saudaranya, tapi engkau lupa menyebut bahwa dia kehilangan semua orang-orang itu karena sang Nabi membunuh mereka. Membunuh orang-orang dan mencuri wanita-wanitanya merupakan tradisi orang-orang gua. Sewajarnya diharapkan bahwa seorang Nabi Tuhan tidak akan melanjutkan kelakuan barbar orang-orang gua tapi seharusnya menetapkan standard etika dan petunjuk moral baru.

Engkau membuat sang Nabi tampaknya menolong kaum wanita ini dengan mengawinkan mereka dan menyelamatkan mereka dari penderitaan. Tapi jangan lupa menyebutkan bahwa Nabilah yang membuat mereka sengsara pada mulanya. Para wanita ini bukan sandera perang sebelum Muhammad menyerang kota-kota mereka, membunuh orang-orang yang mereka kasihi dan menjadikan mereka budak.

Yang dilakukan sang Nabi persis sama dengan biasa dilakukan penjahat dan perampok di zaman dulu. Seorang mestinya kacaubalau dengan pengertiannya akan nilai-nilai (kemanusiaan) sehingga sampai bisa melihat adanya unsur kebaikan dari tindakan yang sama sekali memalukan dan barbar oleh sang Nabi. Membunuh orang-orang dan merampas para wanitanya merupakan tindakan biadab. Tidak ada satupun kebaikan dari tindakan keji ini.

Jikalau seperti yang kau katakan bahwa sang Nabi mau menyelamatkan para wanita malang ini dari kesengsaraan yang mereka hadapi, kenapa dia tidak menikah wanita yang tua? Kenapa dia memilih wanita yang paling cantik? Shafiyah dipilih karena penampilannya. Ini Hadisnya:

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 8, Number 367:

Dikisahkan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
Anas berkata, ‘Ketika Rasul Allah menyerang Khaibar, kami melakukan sembahyang subuh ketika hari masih gelap. Sang Nabi berjalan menunggang kuda dan Abu Talha berjalan menunggang kuda pula dan aku menunggang kuda di belakang Abu Talha. Sang Nabi melewati jalan ke Khaibar dengan cepat dan lututku menyentuh paha sang Nabi. Dia lalu menyingkapkan pahanya dan kulihat warna putih di pahanya. Ketika dia memasuki kota, dia berkata, ‘Allahu Akbar! Khaibar telah hancur. Ketika kita mendekati suatu negara maka kemalangan menjadi pagi hari bagi mereka yang telah diperingatkan.’ Dia mengulangi kalimat ini tiga kali. Orang-orang ke luar untuk bekerja dan beberapa berkata, ‘Muhammad (telah datang).’ (Beberapa kawan kami berkata, “Dengan tentaranya.”) Kami menaklukkan Khaibar, menangkap para tawanan, dan harta benda rampasan dikumpulkan. Dihya datang dan berkata, ‘O Nabi Allah! Berikan aku seorang budak wanita dari para tawanan.’ Sang Nabi berkata, ‘Pergilah dan ambil budak mana saja.’ Dia mengambil Safiya bint Huyai. Seorang datang pada sang Nabi dan berkata, ‘O Rasul Allah! Kauberikan Safiya bint Huyai pada Dihya dan dia adalah yang tercantik dari suku-suku Quraiza dan An-Nadir dan dia layak bagimu seorang.’ Maka sang Nabi berkata, ‘Bawa dia beserta Safiya.’ Lalu Dihya datang bersama Safiya dan ketika sang Nabi melihatnya, dia berkata  pada Dihya, ‘Ambil budak wanita mana saja lainnya dari para tawanan.’ Anas menambahkan: Sang Nabi lalu membebaskannya dan mengawininya.”

Thabit bertanya pada Anas, “O Abu Hamza! Apa yang dibayar sang Nabi (sebagai maharnya)?” Dia menjawab, “Dirinya sendiri adalah maharnya karena dia telah membebaskannya dan lalu mengawininya.” Anas menambahkan, “Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk (upacara) pernikahan dan malam ini ia mengantar Safiya sebagai pengantin sang Nabi. Jadi Nabi adalah mempelai pria dan ia berkata, ‘Barangsiapa memiliki sesuatu (makanan) harus membawanya.’ Dia menyebar lembar kulit (untuk makanan) dan beberapa tanggal dibawa dan orang lain memasak mentega. (Saya pikir dia (Anas) disebutkan As-SawTq). Jadi mereka menyiapkan sepiring hais (sejenis makanan). Dan itulah Walrma (dalam perjamuan perkawinan) dari Rasul Allah.”

Dari Hadis di atas kita mengetahui bahwa penyerangan terhadap Khaibar merupakan serangan mendadak. Orang2 kota tidak diperingatkan lebih dahulu dan mereka tidak siap menghadapi serangan ini. Ini memang kebiasaan sang Nabi untuk tidak membiarkan korbannya membela diri. Dia akan menyerang mereka tidak dengan cara ksatria dan tanpa peringatan. Pada kenyataannya nama Quzvah berarti “serangan mendadak”. Khaibar tidak melanggar perjanjian apapun dengan Nabi, dan tidak ada tanda2 apapun bahwa mereka membahayakan kedudukan orang2 Muslim. Satu2nya alasan sang Nabi menyerang kota ini, membunuh siapa saja yang berdiri di jalannya dan merampas wanita yang tercantik sebagai budak pemuas seks-nya adalah karena dia menginginkan kekayaan masyarakat kota ini.

Sang Nabi suci tidak berhenti di sini, dia lalu memaksa lelaki dan wanita tua yang tidak dibunuhnya dan tidak diambil sebagai budak seks untuk membayar pajak tanah dan memberikan dia 50% dari hasil pendapatan. Orang manapun dengan setitik rasa keadilan tahu bahwa ini bukanlah keadilan. Yang dilakukan sang Nabi adalah jauh dari suci dan malah perbuatan setan.

Ayatollah Montazeri

Setelah Shafiyah jadi sandera, ada beberapa orang yang ingin mengawininya. Tapi karena dia adalah putri ketua suku, sang Nabi menghargai status sosialnya dan tidak memperbolehkan orang lain untuk menikahinya. Shafiyah sendiri ragu-ragu untuk menikah dengan orang awam. Karena itu, sang Nabi untuk melindungi Shafiyah, bersedia menikahinya. Sang Nabi memberikan pilihan bagi Shafiyah untuk kembali ke saudara-saudaranya atau tinggal di Medina dan memeluk Islam. Dia berkata padanya jika dia ingin tetap menjadi seorang Yahudi, dia tidak akan memaksanya masuk Islam. Shafiyah memilih yang berikut (ikut Nabi dan memeluk Islam). Ahli-ahli sejarah setuju bahwa menjadi istri sang Nabi merupakan kehormatan besar dan dipandang sebagai harga diri yang tinggi. Qur’an (33 Al-‘Ahzab 6) menyebut istri-istri Nabi sebagai “Para Ibu Orang-orang Beriman”.

Ali Sina

Tentang Shafiyah, sudah jelas terbukti bahwa sang Nabi mengambilnya hanya untuk satu alasan yaitu karena dia seorang wanita yang cantik. Muhammad merampasnya dari Dahya setelah melihatnya. Ini tidak ada hubungannya dengan posisi ayah Shafiyah. Jika sang Nabi menaruh hormat pada ayahnya dan posisinya, dia tentunya tidak memenggalnya. Kenyataan ini sudah jelas bersinar bagaikan matahari. Engkau bebas untuk menutup matamu dan menyangkalnya.

Engkau mengatakan bahwa sang Nabi memberikan Shafiyah pilihan untuk bergabung pada masyarakatnya atau mengikut dia. Sang Nabi membunuh ayahnya, suaminya dan banyak saudara-saudaranya. Yang tinggal adalah mereka yang harus bekerja di ladangnya dan membayar 50% penghasilan mereka pada sang Nabi sebagai Jazyeh. Bahkan lalu sang Nabi berubah pendapat dalam waktu singkat dan mengasingkan orang-orang Yahudi dari Khaibar. Karena itu pilihan yang kau katakan sebenarnya tidak banyak berarti. Itu hanyalah pilihan antara memuaskan nafsu seks seorang lelaki tua yang busuk yang telah membunuh orang-orang yang dicintainya atau bergabung dengan sekelompok lelaki dan wanita tua yang bukan prajurit atau terlalu tua untuk menjadi budak pemuas seks bagi orang-orangnya sang Nabi. Di kasus pertama, Shafiyah punya kesempatan untuk hidup tapi jika dia bergabung dengan sisa orang-orang Yahudi, maka nasibnya jadi tidak jelas, dia harus kerja di ladang dan bayar separuh penghasilannya bagi sang Nabi. Tidak banyak pilihan baginya.

Jadi istri Nabi mungkin lebih menguntungkan. Akan tetapi, aku percaya bahwa lebih baik hidup dengan orang-orang yang kita cintai daripada dengan pembunuhnya, meskipun pembunuh itu adalah Nabi Allah.

Ayatollah Montazeri

Jika Rasul Allah memang seorang yang penuh nafsu berahi, dia tidak akan menikah seorang wanita tua berusia 40 tahun ketika dia masih muda waktu dia punya kesempatan untuk menikah gadis-gadis tercantik dari suku-suku terkemuka orang-orang Arab. Di pihak lain, orang yang penuh nafsu berahi biasanya juga bernafsu pada tawaran kesenangan-kesenangan duniawi. Di sejarah tercatat bahwa sang Nabi dan para istrinya hidup sederhana sekali dibandingkan keadaan saat itu, sampai-sampai para istrinya ngomel dan menuntut sang Nabi. Dalam masalah inilah QS 33 Al-‘Ahzab 28-29 dikeluarkan dan dia memberi istri-istrinya pilihan untuk tetap tinggal dengan Nabi dan bertahan dalam kemiskinan atau cerai dan pergi ke kehidupan duniawi yang lebih nyaman.

Ali Sina

Rasul Allah itu MEMANG seorang yang penuh nafsu berahi. Tapi waktu dia muda, dia itu miskin dan tidak ada yang menaruh perhatian padanya. Tidak ada gadis muda dari suku terpandang yang mau menikah dengan seorang miskin seperti Muhammad yang hanya mengurusi onta-onta kepunyaan wanita lain. Sang Nabi saat itu tidak punya kesempatan untuk menikahi seorang wanita muda yang cantik. Khadijah dengan kekayaan dan kekuasaannya merupakan suatu anugerah bagi sang Nabi yang lalu merubah hidupnya sama sekali. Sifat asli Nabi jadi tampak nyata setelah Khadijah meninggal dunia dan dia jadi orang yang berkuasa dari merampoki kafilah-kafilah pedagang. Pada saat itulah dia mulai mengumpulkan kekayaan dan wanita-wanita.

Muhammad bukan orang kaya ketika dia pergi ke Medinah. Khadijah tentunya telah kehilangan sebagian besar hartanya selama masa tiga tahun yang berat ketika orang-orang Mekah memboikot sang Nabi dan keluarganya sebagai balasan bagi cemoohannya terhadap Dewa-dewa mereka. Tahun pertamanya di Medinah sukar sekali. Dia hanya punya sedikit uang untuk hidup. Usahanya merampoki beberapa kafilah pedagang gagal semua. Hanya ketika di Nakhlah usaha perampokan kafilahnya berhasil dan dia memperkaya dirinya dengan barang-barang jarahan. Dibutuhkannya beberapa lagi usaha perampokan dan pembasmian kaum Yahudi dan perampasan harta benda mereka untuk menimbun banyak kekayaan.

QS 33 Al-‘Ahzab 27 Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.

Tapi sang Nabi memandang rendah istri-istrinya dan tidak memberikan apa yang mereka inginkan. Inilah alasannya mengapa saat mereka mengeluh dia mengancam untuk menceraikan mereka. Dan memang betul ada satu waktu istri-istri Muhammad mengeluh karena dia tidak mau memberikan bagian cukup dari kekayaan yang dicurinya dari kaum non-Muslim. Ayat berikut merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya yang dikatakan oleh Allahnya:

QS 33 Al-‘Ahzab 28 Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.

QS 33 Al-‘Ahzab 29 Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.

Sang Nabi jago sekali bertipudaya dan tahu bagaimana menguasai istri-istrinya dan membuat mereka taat padanya dan melayaninya.

QS 33 Al-‘Ahzab 30 Hai isteri-isteri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan di lipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.

QS 33 Al-‘Ahzab 31 Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscata Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: