MANA SUMBANGAN ARAB SAUDI?

Oleh Dr. Rachel Ehrenfeld

Setelah mendengar pengumuman Warren Buffett tanggal 25 Juni 2006, untuk memberikan $ 37 miliar kepada yayasan amal, sebagian besar kepada yayasan The Bill & Melinda Gates Foundation, kepala Council of American-Islamic Relations (CAIR), Nihad Awad, menyatakan bahwa organisasi-organisasi Muslim “ketinggalan,” HANYA KARENA INTIMIDASI BARAT! Katanya, Muslim, berada dalam “lingkaran ketakutan,” karena “takut dituduh mendanai organisasi-organisasi yang dicurigai penyidikan anti-terorisme.” Padahal siapa suruh mereka mendanai “organisasi-organisasi yang dicurigai” itu.

Ketimbang sibuk menuding Amerika Serikat dan Barat, seperti selalu dilakukan CAIR, mengapa mereka tidak dapat mendirikan yayasan Muslim tandingan yang serupa dengan yayasan The Bill & Melinda Gates Foundation? Yayasan Muslim ini bisa menyumbang bagi imunisasi, pengobatan HIV dan anti-malaria, bagi upaya medis untuk mengurangi kanker dan kematian di negara-negara Muslim miskin (yang kebanyakan memang miskin), memberi makan pengungsi akibat kebiadaban Muslim di Darfur, dan menciptakan “inovasi-inovasi baru dibidang kesehatan” kepada negara-negara Muslim dunia ketiga. Seperti yang dikatakan Awad sendiri, “Kami di dunia Muslim ketinggalan dibelakang padahal kami seharusnya harus menjadi pionir karena agama kami.”

Memang, dunia tidak kekurangan milyarder minyak di Arab Saudi dan negara-negara Teluk. Menurut daftar orang terkaya tahun 2006 majalah Forbes, para milyarder Arab Saudi dan negara-negara Teluk, paling tidak memiliki kekayaan total $ 134 miliar. Milyarder Muslim di Mesir, Turki dan Lebanon memiliki kekayaan total $ 29.4 miliar. Belum lagi milyarder-milyarder dan bilyuner Muslim di Asia dan ditempat lain. Lonjakan harga minyak di Timur Tengah paling tidak mengakibatkan 300.000 milyarder-milyarder baru di kawasan itu.

Menurut Departemen Energi, Arab Saudi diperkirakan mendapatkan $ 154 triliun dalam untung minyak pada tahun 2006, saja dan paling sedikit memiliki aset luar negeri senilai $ 110 triliun. Tapi, ketimbang memfokuskan perhatian untuk mengurangi penderitaan berjuta-juta Muslim miskin dan membawa perkembangan ekonomi seperti yang dilakukan The United States Agency for International Development (USAID), yayasan-yayasan amal Islam yang dipimpin Arab Saudi ini malah menyalurkan triliunan dolar kepada madrasah-madrasah untuk menyebarkan Wahhabisme dan kebencian terhadap Barat di seantero dunia – tidak hanya di negara Muslim.

Memberikan kesaksian didepan parlemen pada tanggal 29 Juni 2006, wakil Sekneg, Jendayi Frazer mengatakan, “Arab Saudi menjadi pemodal utama pengambilalihan Somalia oleh Islam.” Dan di Timur Tengah, duit Arab Saudi dan negara-negara Teluk diselundupkan ke Gaza dibawah penjagaan ketat Mesir, yang membantu membayar gaji pegawai PLO, Hamas sebanyak 130.000 orang, demikian menurut sumber-sumber Timur Tengah. Dan aliran uang terus juga mengucur.

Tanggal 5 Juli, Liga Arab mengumumkan di Kairo untuk mentransfer $ 50 juta ke Tepi Barat dan Gaza, dan $ 15 juta bagi pengungsi Palestina di Lebanon dan pegawai dan diplomatiknya di kedubes-kedubes dan perwakilan Palestina. Sebagai tambahan, “sekutu baik” AS, Arab Saudi juga memberikan $ 50 juta. Ini pada saat Presiden George W. Bush, menyatakan bahwa: “Untuk mencapai kedamaian, Hamas harus dibubarkan.”

2 tahun yang lalu, pemerintah Arab Saudi memberikan paling tidak $ 12 miliar per tahun kepada yayasan-yayasan Muslim. Dengan meningkatnya keuntungan dari minyak, masuk akal untuk mengasumsi bahwa sekarang mereka akan meningkatkan sumbangan itu.

Menurut kesaksian wakil sekretaris Dep. Keuangan bagian Intel Terorisme dan Finansial kepada Senate Committee on Banking, Stuart A. Levey  pada tanggal 14 April, uang Arab Saudi “disalurkan ke Irak dan ke ASIA TENGGARA dan ditempat-tempat lain dimana ada teroris.” Ia menambahkan, janji Arab Saudi untuk menghentikan pembiayaan terorisme “tidak di-implementasi secara seragam.”

Sementara Arab Saudi kerja keras untuk memerangi terorisme domestik, mereka belum juga menghentikan arus uang dari Arab Saudi kaya dan yayasan-yayasan mereka untuk membiayai terorisme melawan Barat. Tapi Arab Saudi malah sibuk meningkatkan hubungan masyarakat di AS, menghabiskan puluhan juta dolar kepada pe-lobi-lobi Washington, dan badan-badan Muslim AS seperti CAIR, yang memprotes sikap Bush yang anti terorisme Palestina dan Hamas.

Bulan lalu, CAIR mengumumkan bahwa mereka “melancarkan kampanye media besar-besaran senilai $ 50 juta yang mencakup TV, radio dan surat kabar sebagai bagian program 5 tahunnya untuk “menciptakan pengertian yang lebih baik tentang Islam dan Muslim di AS.”

Dan sesuai dengan suruhan pemilik duit Arab Saudi, CAIR kini melancarkan kampanye media menuntut Presiden Bush agar menyelamatkan Hamas dan mengutuk Israel.

Jelas, daripada menggunakan duit $ 50 juta untuk mempromosikan budaya maut Hamas, tidak pernah terpikir oleh CAIR untuk memanfaatkan uang itu untuk memperbaiki taraf hidup jutaan Muslim yang sedang sengsara.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: