BUAH DARI POHON BERACUN = RACUN

Oleh Raja Petra Kamarudin

Kata mereka, hanya ISLAM = BAIK DAN SEMUA AGAMA LAIN ADALAH SESAT. Dan mereka tanpa agama atau ateis adalah yang paling sesat. Namun orang2-orang dari agama ‘baik’ ini ingin pemerintah melakukan hal-hal sesat. Itulah yang tidak habis-habisnya bikin saya pusing!

Bagaimana sebuah agama baik bisa membuat orang ingin menjadi sesat? Malaysia sering membanggakan diri dengan ke-bhineka-tunggal-ika-annya. Dalam hari raya agama manapun, semua kelompok etnik bersatu merayakan dan menghormatinya. Begitu paling tidak kata PM Abdullah Ahmad Badawi.

[TAPI] tidakkah anda melihat bagaimana politisi dan ulama mengatakan satu hal pada non-Muslim dan HAL LAIN pada Muslim? Saat orang India dan Cina Malaysia menunjukkan kemarahan mereka karena di-diskriminasi, muncullah politisi-politisi kita menenangkan mereka dengan kata-kata mulia seperti ‘multi-rasialisme’, ‘toleransi multi-kultural’ dan segala tetek bengek lainnya. TAPI giliran mereka berbicara pada hadirin yang semuanya Malay atau Muslim, giliran mereka merasa bahwa tidak ada non-Malay atau non-Muslim yang mendengar, maka keluar deh sifat asli mereka. Berteriak-teriaklah mereka secara menggebu-gebu tentang ‘MUSUH-MUSUH‘ orang Malaysia sambil memperingatkan kami bahwa KAFIR TIDAK DAPAT DIPERCAYA DAN TIDAK BOLEH DIJADIKAN SEBAGAI TEMAN MUSLIM KARENA MEREKA ADALAH MUSUH ABADI ISLAM.

50 tahun lalu, rakyat Malaysia agak kurang beragama. Tidak seorang politisipun yang tidak memiliki bar di kantor ataupun dirumahnya yang berlimpahan dengan botol bir, brandy, whisky, anggur yang bisa mengundang kekaguman setiap restoran bule. Dijaman itu juga kita bisa cuci mata melihat mulusnya kulit wanita Malaysia. Miss Malaysia cantik dan mungil masih bisa pakai bikini dan membuat iri cewek-cewek Cina dan India.

50 tahun kemudian kami merayakan kemerdekaan 50 tahun kami dan orang-orang Malaysia menjadi lebih beragama. Bar-bar di rumah-rumah orang Melayu tidak lagi eksis. Bahkan angkatan bersenjata kami tidak lagi mengangkat gelas dan mengucapkan selamat dengan anggur, tapi dengan SIRUP! Bahkan mengangkat gelaspun dianggap jahiliyah.

Orang Malay kini lebih Islami. Mereka kini tidak boleh merayakan Natal atau Gong Xi Fa Cai atau Deepavali. Ini amat sangat jahiliyah! Sangat melanggar Islam.

Beberapa minggu lalu, saya diundang untuk berbicara kepada kelompok UMNO yang pro-Abdullah Ahmad Badawi dan dikerumunan orang itu ada seorang Muslim yang ultra-religius. Ketika saya mengatakan bahwa korupsi adalah hal buruk dan harus kita perangi, ia menjawab bahwa KORUPSI = OK!

LOH! Kaget aku! Orang beragama kok begitu jalan pikirnya? Ia mengatakan kepada saya bahwa sistim pemerintahan sekular saat ini HARUS DITOLAK dan diganti dengan SISTIM ISLAM. Ia menuding segala masalah negara kepada kegagalan kita mematuhi Islam dan karena kita lebih suka dengan sistim sekular Kafir dan bukan dengan sistim Islam seperti yang diperintahkan Nabi Muhammad. Tapi KORUPSI = OK, katanya dengan yakin.

Tanya deh setiap pemimpin Muslim Malay. Tanya setiap imam di masjid. Tanya Mufti. Tanya setiap pejabat Kementerian Agama. Tanya setiap Islamic Centre. Tidak ada satupun dari mereka yang tidak setuju bahwa orang-orang India yang baru-baru ini berdemo secara damai karena muak dengan diskriminasi, harus ditangani dengan keras dan ditahan tanpa diadili sesuai dengan UU Keamanan Internal (the Internal Security Act). Dan tidak satupun dari mereka tidak setuju bahwa para murtadin harus ditangani dengan keras dan bahwa huru hara, pembakaran dan bahkan pembunuhan orang PERLU demi membela harga diri Islam.

Kebanyakan polisi adalah Muslim, tapi mereka bertindak secara keras terhadap para pendemo damai. Kebanyakan pemimpin pemerintah adalah Muslim, tetapi mereka bertindak secara keras terhadap para pendemo damai. Dan mereka mengatakan bahwa ini penting DEMI menjaga perdamaian yang dituntut Islam.

T
A
P
I

Kalau kau ‘menghina’ Islam atau coba-coba jadi murtad, maka kau HARUS menerima hukuman dengan kekerasan. Dan ini bukan kekerasan atau pelanggaran hak azasi manusia atau ancaman terhadap keamanan nasional. Ini sih demi membela harga diri Islam.

TAPI KORUPSI = OK. CURANG DALAM PEMILU = OK. PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN = OK. PENGHAMBURAN DANA RAKYAT = OK. MENDISKRIMINASI NON-MUSLIM = LEBIH OK! MENGGUNAKAN MEDIA UNTUK BERBOHONG = OK. MENGANCAM ORANG NON-MALAY = OK SEKALI! MENINDAS MINORITAS = OK BANGET! PENAHANAN TANPA PERADILAN = OK! MELECEHKAN TAHANAN POLISI = OK!

T
A
P
I

Jangan coba-coba menghina Islam atau meninggalkan Islam. ITU SIH = TIDAK OK! Karena kami akan menggunakan kekerasan untuk menantangmu dan ITU = OK!

Semakin sering orang berdoa, semakin buruk mereka. Malah orang yang tidak pernah berdoa, justru lebih baik. Polisi berdoa. Pemimpin negara berdoa. Tapi mereka adalah orang-orang buruk. Jangan-jangan berdoa memang membuat orang jadi buruk. Apakah agama memang sebuah kebohongan? Bagaimana sebuah agama bisa benar kalau pengikutnya begitu buruk?

Iya iya … berkali-kali saya mendengar pernyataan bahwa ini bukan salah Islam, yang salah orangnya itu. Masak sih? Tidak ada seorangpun yang bisa menjawab bagaimana orang yang begitu beragama menjadi begitu buruk. Kalau agama gagal menjadikan dia orang baik, maka jelas agama itu, yang tidak beres dan bukan orang tersebut.

Ada pepatah: Tidak ada yang namanya siswa buruk, yang ada hanya guru buruk. JIka siswa menjadi buruk, maka gurunya yang harus disalahkan. Nah, kalau gitu, pernyataan itu juga harus diterapkan pada agama. Jika sebuah agama gagal mendidik pengikut menjadi orang baik, maka agamanya yang harus disalahkan dan bukan pengikutnya.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: