SIKAP SEORANG MUSLIM

Kalau Qur’an benar-benar menekankan pada ajaran “ORANG JAHAT AKAN DIHUKUM“, tentu ia tidak akan mengajari ini:

Dalam lingkup MASYARAKAT

1) Bersikap paranoid (selalu berprasangka buruk) terhadap orang lain

QS 3 ‘Ali `Imran 118
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

2) Mengajari kepura-puraan (sikap tidak tulus dan kelicikan) muka senyum-senyum tapi hatinya jahat

QS 3 ‘Ali `Imran 28
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).

3) Secara terang-terangan membangkitkan permusuhan terhadap umat Yahudi dan Nasrani

QS 5 Al-Ma’idah 51
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

QS 98 Al-Bayyinah 1
Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

QS 98 Al-Bayyinah 6
Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

QS 8 Al-‘Anfal 55
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.

4) Terorisme

QS 8 Al-‘Anfal 2
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

5) Penyerangan terhadap mereka yang tak mau bersyahadat untuk Muhammad

QS 2 Al-Baqarah 193
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

QS 8 Al-‘Anfal 39
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

QS 9 At-Tawbah 29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

QS 9 At-Tawbah 123
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

6) Premanisme (pemalakan)

QS 9 At-Tawbah 29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

7) Main hakim sendiri, menjadi “Tuhan” bagi sesama, pelanggengan kekerasan dan balas dendam

QS 9 At-Tawbah 14
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.

QS 9 At-Tawbah 123
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

QS 2 Al-Baqarah 191
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

8) Perampokan

QS 48 Al-Fath 20
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

QS 8 Al-‘Anfal 69
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dalam lingkup RUMAH TANGGA

1) Wanita dianggap onderdil, bukan makhluk sederajat

QS 4 An-Nisa’ 20
Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain , sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?

2) Kekerasan rumah tangga

QS 4 An-Nisa’ 34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

QS 4 An-Nisa’ 15
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji , hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya.

3) Ketidaksetiaan

QS 23 Al-Mu’minun 5-6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

QS 4 An-Nisa’ 3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud oleh Qur’an (Muhammad) tentang arti “KEJAHATAN“?

Kejahatan yang dimaksud Qur’an bukanlah KEJAHATAN dalam arti sebenarnya, melainkan ini:

  1. Tidak mau ngucapin syahadat untuk Muhammad adalah KEJAHATAN.
  2. Tidak mau diajak ngerampok adalah KEJAHATAN.
  3. Tidak mau benci Kafir dan tidak mau bunuh Kafir adalah KEJAHATAN.
  4. Berteman baik dengan Kafir adalah KEJAHATAN.
  5. Pokoknya segala hal yang dianggap MERUGIKAN & MENENTANG MUHAMMAD = KEJAHATAN.

Tapi, hal-hal berikut ini menurut Qur’an/Muhammad BUKAN kejahatan:

  1. Membenci sesama (kedengkian).
  2. Selalu berprasangka buruk dan memusuhi orang lain.
  3. Membalas dendam.
  4. Sikap munafik (kepura-puraan) dan licik.
  5. Menteror (menimbulkan rasa ketakutan/kecemasan sehingga tidak ada ketentraman).
  6. Pembunuhan, perampokan dan pemerkosaan.
  7. Perlakuan yang kasar terhadap perempuan.
  8. Ketidaksetiaan terhadap pasangan.

Adakah Muhammad memberi kita PENCERAHAN MORAL, atau justru membawa kita kepada KEBUTAAN ROHANI YANG AKUT lewat kitab Setannya itu?

Ini belum menampilkan Hadis. Cukup dari Qur’an saja sudah kelihatan, bahwa Muhammad tidak menekankan pada BAIK & JAHAT, tapi pada persoalan BERIMAN & KAFIR.

Orang Kafir akan ke Neraka, sementara orang jahat tidak akan ke Neraka. Muhammad melarang kita Kafir, tapi dia memberi kita kebebasan untuk melakukan semua kejahatan.

Apa yang oleh agama-agama asli dianggap sebagai sifat buruk dan perilaku buruk dan itu DIHARAMKAN, oleh Muhammad malah DIHALALKAN.

Dalam Islam, MORAL tidak penting dan tidak menentukan keselamatan. Meskipun kamu MERAMPOK & BERZINA, asal kamu agamanya Islam, kamu dijanjikan Surga oleh Muhammad. Kalau orang masih tidak sadar bahwa yang disembah dalam Islam adalah SETAN, berarti ia sudah menjadi ZOMBI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: