DUA WAJAH ISLAM YANG BERTOLAK BELAKANG

Oleh Abul Kasem

Setelah 9/11, para pembela Islam di negara Barat milik Kafir kalang kabut menyampaikan wajah Islam yang damai. Mereka sibuk mencari surah-surah “yang baik-baik” dari Qur’an dan berusaha mati-matian untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kemurahan hati yang tidak terbatas kepada negara-negara tuan rumah tempat mereka tinggal.

Mereka (para Muslim) bolak balik mengutip ayat-ayat Mekkah yang lebih lunak dibandingkan dengan yang turun di Madinah. Namun mereka menyembunyikan ayat-ayat yang kejam terhadap Kafir yang menghiasi hampir seluruh isi Qur’an. Mereka mengatakan bahwa ayat-ayat itu dikutip diluar konteks dan tidak lagi berlaku bagi Kafir yang memberikan mereka kesempatan hidup yang lebih baik dan menerima Muslim sebagai teman senegara mereka sendiri.

Namun jangan salah. Ini khas permainan “petak umpet” para Islamis yang tinggal di negara-negara Barat. Oleh karena itu penting bagi non-Muslim (juga bagi Muslim yang memiliki pengetahuan minim tentang “Islam yang sebenarnya”) mengetahui apa yang ada didalam Qur’an. Kebenaran harus disampaikan.

Niat mereka sangat jelas. Islamis-islamis di Barat mengutip “ayat-ayat damai” dari Qur’an yang sebenarnya hanya memperlihatkan “Islam Mekkah” yang sudah tidak berlaku guna menyamarkan versi Islam yang MASIH berlaku, dengan kata lain “Islam Madinah” yang masih hidup dan bernapas saat ini.

Strategi Islamis ini sangat jelas:

Saat hidup di dunia Barat atau di tanah orang-orang Kafir atau ketika masih lemah, praktekkanlah “Islam Mekkah”.

Namun saat jumlah Muslim menjadi cukup signifikan di tanah orang Kafir, praktekkanlah “Islam Madinah”.

Semakin cepat masyarakat beradab menemukan wajah ganda Islam (seperti Dewa Romawi Janus, yang berwajah dua), lebih cepat mereka akan terselamatkan dari malapetaka yang lebih parah dari peristiwa 9/11.

Jadi bagaimana kita mengetahui mana “Islam Madinah” yang masih hidup dan bernafas ini?

Untuk mengerti Islam yang sebenarnya, kita mesti melihat dari sesi urutan turunya ayat-ayat Qur’an. Urutan kronologis menunjukkan ayat-ayat mana yang dibatalkan dan ayat-ayat mana yang menggantikannya. Banyak ayat dalam Qur’an yang diganti oleh ayat-ayat lain yang datang belakangan.

Qur’an sendiri membicarakan mengenai prinsip pembatalan dan ganti-mengganti (PRINSIP ABROGASI) dalam ayat-ayat berikut:

QS 2:106
Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

QS 13:39
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

QS 16:101
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

Ayat-ayat diatas sering membuat orang bingung. Namun, ada satu hal yang pasti. Yaitu, Allah memang sering berubah pikiran dan perubahan ini bisa sangat dramatik, sampai melibatkan situasi antara hidup dan mati. Jadi sangat penting (terutama bagi non-Muslim awam) untuk mengetahui ayat-ayat mana yang masih berlaku dan mana yang tidak.

Hal yang paling penting dari antara ayat-ayat tersebut adalah yang mengandung ketentuan untuk memerangi kaum Kafir. Ada waktu dimana memerangi Kafir dilarang dan ada waktu (lebih tepatnya, di masa kini) dimana memerangi Kafir adalah keharusan.

Ayat-ayat yang diwahyukan di Mekkah bisa dianggap tipe ayat yang damai dan tidak mengandung kekerasan. Ada 87 surah Makkiyah dan 27 surah Madaniah. Dengan demikian total ada 114 surah dalam Qur’an.

Ayat-ayat Madinah berisi ketentuan-ketentuan untuk peperangan karena di Madinahlah Muhammad mendapatkan lampu hijau dari Allah untuk memerangi para Kafir. Jadi kita bisa mengambil kesimpulan bahwa surah yang dimulai dengan angka urutan kronologis 87 (dan selebihnya) adalah surah-surah penggantian dari ayat-ayat Makkiyah menjadi ayat Madaniah.

Dalam tulisan singkat ini, saya akan mencoba menguraikan bagaimana kita dapat mengerti propaganda para Islamis.

Mohon diperhatikan bahwa urutan kronologis turunnya ayat-ayat Qur’an ditandai dengan ( ) dalam bold pada akhir ayat.

Kita dapat membagi perkembangan Islam oleh Muhammad dalam empat fase yang berbeda dan nyata. Fase-fase tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Fase Bujukan Damai
  2. Peperangan Bela Diri
  3. Fase Penyerangan Terbatas
  4. Fase Agresi Terbuka

Fase 1: Tahap Bujukan Damai

Pokok-Pokok Penting:

Kebijakan untuk hidup damai dan berdampingan dengan orang-orang Mekkah penyembah berhala.

Strategi “kurang lebih” dengan penyembah berhala dan para munafiken.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani (orang-orang yang diberi Kitab) dianggap sebagai teman.

Muhammad hampir seperti Buddha menyebarkan kasih, pengampunan, tanpa kekerasan dan penuh perdamaian.

Pada tahap ini hanya penyembah berhala Mekkah yang dianggap sebagai musuh (dengan kata lain daftar musuh Muhammad hanya berisi satu grup).

Ayat-Ayat Penting

QS 73:10
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. (3)

QS 109:6
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (8)

QS 38:17
Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). (38)

QS 20:130
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang, (42)

QS 19:84
maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti. (44)

QS 20:134-135
Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Al Quran itu (diturunkan), tentulah mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah?” Katakanlah: “Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk”. (45)

QS 17:54
Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan mengazabmu, jika Dia menghendaki. Dan, Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka. (50)

QS 10:25-26
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (51)

QS 15:91-93
(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi. Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. (54)

QS 6:104
Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu). (55)

QS 43:88-89
dan (Allah mengetabui) ucapan Muhammad: “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman”. Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal)”. Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk). (69)

QS 16:125-126
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (70)

QS 23:54
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu. (74)

QS 23:96
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. (74)

QS 52:45-48
Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan, (yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong. Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. (76)

QS 67:26
Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”. (77)

Fase 2: Tahap Peperangan Bela Diri

Pokok-Pokok Penting

Muhammad dengan sejumlah kecil pengikutnya hijrah ke Madinah (622 AD). Beberapa suku di Madinah menerimanya sebagai pemimpin.

Muhammad dan gengnya mulai melakukan perampokan terhadap karavan orang-orang Mekkah yang lewat untuk mencari nafkah dan barang kebutuhan hidup.

Muhammad menang dalam Perang Badar (pada tahun yang sama saat hijrah 622 AD) yang meningkatkan semangatnya untuk melanjutkan perampokan-perampokan terhadap karavan orang-orang Mekkah.

Setelah beberapa tahun tinggal di Madinah, Allah memberikan ijin kepada Muhammad untuk melancarkan “perang bela diri”.

Musuh-musuh Muhammad adalah orang-orang Mekkah penyembah berhala dan para Munafiken (catatan: Daftar musuh Muhammad sekarang berisi dua grup).

Ayat-Ayat Penting

QS 22:39-41
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (105)

QS 22:58
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki. (105)

Fase 3: Tahap Penyerangan Terbatas

Pokok-Pokok Penting

Muhammad mengharapkan orang-orang Yahudi menerimanya sebagai “Musa Baru” mereka.

Orang-orang Yahudi menolaknya sebagai nabi mereka.

Muhammad memasukkan orang-orang Yahudi dalam daftar musuh dan mulai menyerang mereka.

Musuh Muhammad sekarang terdiri dari penyembah berhala Mekkah, para Munafiken dan orang-orang Yahudi. (catatan: Daftar musuh Muhammad sekarang berisi tiga grup).

Muhammad masih mempunyai sedikit pengampunan bagi orang-orang Yahudi yang dikalahkan. Dia memberikan mereka kesempatan untuk tetap hidup di tanah mereka dengan catatan mereka membayar upeti 50% dari hasil pertanian mereka. Ini yang namanya JIZYAH yang sangat tinggi.

Dengan upeti ini Muhammad dapat membiayai gerombolan terorisnya.

Perang Uhud (623 AD) dilancarkan. Muslim mengalami kekalahan yang sangat parah dalam pertempuran tersebut.

Perang Parit (625 AD) dilancarkan dengan kehilangan nyawa yang sangat banyak. Muhammad menang.

Perjanjian Hudaibiyyah (626 AD) ditandatangani dengan penyembah berhala Mekkah yang menjadi 10 tahun masa damai. Muhamad dan para pengikutnya diijinkan untuk melakukan ritual Haji di Ka’bah.

Perang Kahibar (627 AD) dilancarkan. Orang Yahudi kalah dalam pertempuran dan menyerah tanpa syarat. Muhammad memerintahkan pemenggalan sekitar 700 pria dewasa orang Yahudi yang sudah menyerah dan dia mengambil gadis Yahudi berumur 17 tahun sebagai hasil rampasan perang dan menjadikan dia isterinya.

Ayat-Ayat Penting

QS 2:109
Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (87)

QS 2:190-194
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (87)

QS 2:216-217
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (87)

QS 2:256-257
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (87)

QS 8:1
Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.” (88)

QS 8:12-13
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya. (88)

QS 8:15-16
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (88)

QS 8:39-41
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang. Maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (88)

QS 8:45-46
Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (88)

QS 8:61
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (88)

QS 8:65
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (88)

QS 8:67
Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (88)

QS 3:195
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik”. (89)

QS 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (90)

QS 4:76
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (92)

QS 4:84
Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya). (92)

QS 4:89
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong, (92)

QS 4:95-96
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (92)

QS 4:100
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (92)

QS 22:58-59
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki. Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (syurga) yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun. (103)

QS 22:78
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong. (103)

QS 48:16
Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih”. (111)

QS 48:29
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (111)

Fase 4: Tahap Agresi Terbuka

Fase ini adalah tahap perang ofensif terbuka melawan semua orang yang tidak percaya. Fase ini dimulai pada tahun 630 AD setelah Muhammad memasuki kembali Mekkah dan merebut Ka’bah dari para penyembah berhala. Fase ini adalah fase yang berlaku untuk semua Muslim.

Pokok-Pokok Penting

Ijin diberikan oleh Allah untuk menyatakan perang ofensif terhadap semua non-Muslim.

Bunuh semua penyembah berhala dan hinalah orang-orang Yahudi dan Nasrani dengan penerapan pajak Jizyah.

Ekspedisi Tabuk (akhir 630 AD) adalah perang pertama yang dilancarkan terhadap orang-orang Nasrani.

Dunia di bagi menjadi dua wilayah, wilayah Islam (Darul Islam) dan wilayah perang (Darul Harb).

Semua Muslim harus memerangi wilayah perang Darul Harb untuk mengubahnya menjadi Darul Islam.

Ini adalah ajaran terakhir dalam Qur’an dan ini berlaku untuk masa kini dan masa yang akan datang (yaitu, sampai kiamat).

Orang-orang Nasrani dimasukan dalam daftar musuh Muhammad (jadi sekarang dalam daftar tersebut bertambah menjadi empat grup).

QS 9:5 (juga disebut dengan nama Ayat Pedang) menggantikan semua ayat-ayat yang murah hati, belas kasih, toleransi dan pengampunan kepada semua non-Muslim.

Ayat-Ayat Penting

QS 3:85
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (89)

QS 5:33
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun, (112)

QS 5:51
Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya, (112)

QS 9:1-6
Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka). Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (113)

QS 9:11-15
Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti. Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (113)

QS 9:16
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (113)

QS 9:17
Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. (113)

QS 9:19-22
Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (113)

QS 9:28
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (113)

QS 9:29-31
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (113)

QS 9:38-41
Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (113)

QS 9:52
Katakanlah: “tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu.” (113)

QS 9:90
Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan ‘uzur, yaitu orang-orang Arab Baswi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih. (113)

QS 9:111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (113)

QS 9:122
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (113)

KESIMPULAN

Jadi apa yang kita pelajari dari daftar ayat-ayat Qur’an tersebut di atas? Apakah anda bingung? Tentu anda bingung. Ketika para Islamis di Barat menaburkan genderang “Islam agama damai”, “Islam toleran”, “Islam murah hati”, siapa yang tidak akan bingung dengan pernyataan-pernyataan kontradiktif tersebut.

Namun sudah saya jelaskan pada anda dan anda tidak perlu lagi bingung. Lihatlah aturan sederhana tentang pembatalan ayat-ayat Qur’an.

Doktrin sederhana pembatalan ayat mengatakan bahwa kalau ada pernyataan bertentangan dalam Qur’an, maka ayat-ayat yang diturunkan belakangan membatalkan ayat-ayat terdahulu. Hasilnya adalah ayat-ayat yang turun lebih belakangan adalah yang berlaku. Oleh sebab itu adalah hal yang sangat penting dalam mengetahui urutan kronologis turunnya ayat-ayat dalam Qur’an.

Marilah kita dengar apa kata penerjemah dan penafisir modern (Yusuf Ali mungkin sudah tergolong terlalu tua) Qur’an dan Hadis.

“Jadi pada permulaannya peperangan adalah dilarang, kemudian diijinkan dan sesudah itu menjadi wajib untuk memerangi mereka yang memulai peperangan melawan kamu (Muslim) dan melawan semua yang menyembah yang lain bersama dengan Allah”. (Ref. Kata Pengantar Bab Terjamahan Dalam Bahasa Inggris kumpulan Hadis Sahih Bukhari oleh Muhammad Mushin Khan, University Islam Madinah).

Dalam bab yang sama, Dr. M. Mushin Khan lebih jauh menulis:

“Kemudian Allah mewahyukan dalam Surah Bara’at (9) perintah untuk membuang semua kewajiban (perjanjian, dan sebagainya) dan memerintahkan Muslim untuk memerangi semua penyembah berhala dan juga orang-orang yang diberi Kitab (Yahudi dan Nasrani) jika mereka tidak memeluk Islam, atau sampai mereka membayar jizya (pajak yang dikenakan kepada Yahudi dan Nasrani yang tidak memeluk Islam dan ada dalam perlindungan pemerintah Islam) dengan penyerahan diri secara total dan merasa tunduk (QS 9:29). Jadi mereka (Muslim) tidak diperkenankan untuk meninggalkan kewajiban untuk memerangi mereka (penyembah berhala, Yahudi dan Nasrani) dan mengadakan rekonsiliasi dengan mereka dan untuk menunda permusuhan terhadap mereka untuk waktu yang tidak ditentukan ketika mereka (Muslim) dalam posisi kuat dan mempunyai kemungkinan untuk memerangi mereka”.

Jalaluddin Suyuti menulis Itqan fi ‘ulum-il-Qur’an di tahun 1497 AD. Buku ini dalah tafsir (penjelasan) dari Qur’an dan sangat dihormati. Buku ini adalah bacaan wajib untuk siapa saja yang ingin mempelajari Qur’an untuk mendapatkan “arti Qur’an yang sebenarnya”.

Buku dia yang lain yang terkenal adalah Istenbat al-Tanzeel. Dalam buku ini, Suyuti menulis,

“Segala sesuatu dalam Qur’an mengenai pengampunan dibatalkan oleh ayat 9:5”.

Silahkan baca kutipan tersebut di atas sekali lagi jika Anda benar-benar serius mengenai Islam. Ingat bahwa ayat ini ada dalam surah dengan urutan kronologis 113. (Ingat? Ada 114 surah dalam Qur’an).

Para pembela Islam sering mengutip ayat-ayat berikut untuk memberikan gambaran kemurahan hati dan pengampunan dalam Islam.

QS 109:6
QS 2;256
QS 15:94

Sayangnya, ayat-ayat “manis” Qur’an tersebut di atas sudah dibatalkan oleh ayat Pedang (QS 9:5) jika kita mengikuti tafsir (penjelasan) dari Suyuti dan doktrin pembatalan ayat.

Para Islamis juga sangat senang dengan Ms. Karen Armstrong karena berpihak kepada mereka. Ms. Karen Armstrong menulis untuk menipu non-Muslim bahwa “Islam Adalah Agama Damai”.

Siapa saja yang mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai Islam mengetahui dengan pasti bahwa tulisan Karen Armstrong adalah sangat menyesatkan dan tidak memberikan kebenaran sama sekali.

Ketika Ms. Karen Armstrong menulis dengan mengutip ayat QS 2:190:
“satu-satunya perang yang diperbolehkan dalam Qur’an adalah yang sifatnya bela diri. Muslim tidak boleh memulai permusuhan”, (Time Magazine. 1 Oktober 2001) dia jelas tidak jujur dalam memberitahukan kebenaran tentang Fase 4 dalam Perang Islami yang mana memerintahkan semua Muslim untuk mengumumkan perang secara total terhadap wilayah Darul Harb (dengan kata lain, tempat kediaman Kafir). Fase keempat adalah jihad yang masih berlaku sampai semua orang di dunia ini dijadikan Islam.

Dengan demikian, Muslim masa kini masih dalam situasi perang yang terus menerus dengan orang-orang Kafir, baik saat mereka berada di negara-negara yang merupakan surga Islam seperti Afghanistan, Pakistan, Bangladesh (akhir-akhir ini dimaksukan, sebelumnya tidak), Iran atau di tanah orang-orang Kafir seperti USA, UK, Kanada, Perancis.

Berikut ini adalah kutipan lain dari Alsaylu Jarar (4:518-519) oleh Al-Shawkani. Shawkani adalah seorang penulis Islam yang terkenal. Tulisan dia adalah sumber yang berwenang dan digunakan oleh para jihadis untuk menjustifikasi perbuatan-perbuatan mereka yang tidak berbelas kasihan.

“Islam telah bersuara bulat tentang memerangi orang-orang yang tidak percaya dan memaksa mereka kepada Islam atau menyerahkan diri dan membayar pajak jizyah (uang perlindungan hanya untuk orang Yahudi dan Nasrani) atau dibunuh. Ayat mengenai memberikan pengampunan bagi mereka telah dibatalkan dengan suara bulat dengan kewajiban untuk memerangi mereka dalam semua kasus”.

Dapatkah Ms. Karen Armstrong dan Islamis lain yang tinggal dengan nyaman di masyarakat non-Muslim yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir dan berpendapat, menyangkal pernyataan yang tegas di atas oleh Alim Ulama yang terkenal itu?

Perlu dicatat bahwa QS 9:5 adalah ayat yang sangat penting dalam Qur’an. Ayat ini menandai transisi dari fase yang memperlihatkan Kemurahan Hati (Fase 1) dan pengampunan bagi yang tidak percaya ke fase Agresi Terbuka (Fase 4). Seperti disampaikan sebelumnya, ayat ini dikenal dengan ayat pedang. Ayat ini membatalkan semua ayat yang memuat kemurahan hati, toleransi, dan pengampunan kepada non-Muslim (sebanyak 111 samapi 124 ayat; silahkan Anda teliti seluruh isi Qur’an, apa saja yang memuat pengampunan, murah hati, persahabatan tidak berlaku lagi).

Perhatikan juga dengan hati-hati bagaimana urutan kronologis bertambah sejalan dengan Muhammad yang berubah dari seorang yang tidak menggunakan kekerasan (“seperti Buddha”) menjadi seorang fasis Nazi seperti Hitler/Mussolini/Osama/Ayatollah. Kenyataanya, kita dapat dengan aman menyimpulkan bahwa Muhammad adalah seorang “yang suci” saat urutan kronologis Qur’an masih di bawah 87 tetapi setelah itu dia menjadi diktator fasis.

Sekali lagi perhatikan bahwa urutan kronologis dalam Fase terakhir yang memuat Agresi Terbuka terhadap semua non-Muslim di dunia ini (Fase 4) ada pada Surah yang hampir terakhir (113) dari Qur’an. (Ingat kan? Ada 114 surah dalam Qur’an).

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: