ALAN JONES: TERORISME

Terorisme, 28 AUGUST 2006

Kita bangun hari ini dan disambut headline surat kabar Sydney the Daily Telegraph yang mengabarkan bahwa Sydney akan diserang. Bahwa tiga perempat masyarakat Australia percaya kita akan kalah dalam perang melawan terorisme. Dan lebih dari separuh percaya akan sangat mungkin kita diserang dalam 12 bulan mendatang. Dan bahwa mayoritas masyarakat percaya kita akan berperang melawan teroris setidaknya selama 20 tahun mendatang.

Bagi siapa saja, ini bukan pikiran yang enak. Dan saya rasa bagi ibu-ibu dan bapak-bapak muda dengan anak-anak yang masih kecil, ini benar-benar membuat anda berpikir.

Minggu lalu saja, seorang lelaki dijatuhi hukuman penjara 20 tahun di Sydney karena merencanakan serantai penyerangan yang akan setara dengan pemboman London bulan Juli.

Tetapi satu dari banyak hal yang diungkapkan penelitian ini, yang sangat pasti bagaikan malam mengikuti siang, warga Australia mengharapkan pemerintah federal untuk bertindak lebih keras melawan orang-orang yang diperbolehkan memasuki negara ini dan melawan tingkah laku segolongan orang begitu mereka sudah sampai di sini.

Siapa yang mengajar mereka untuk membenci?

Bisa saja kita berpikir untuk mengusir orang-orang itu kembali ke tempat asal mereka. Namun kebanyakan dari mereka yang membikin marah warga Australia dengan tingkah laku mereka dan kebencian mereka terhadap cara hidup kita sebenarnya lahir di sini.

Orang-orang lain berkata, jangan menghabiskan waktu dengan sistem keamanan yang mahal. Passenger profiling (pendataan penumpang) adalah apa yang kita perlukan. Kenali mereka yang menurut intelijen adalah orang yang dicurigai atau tipe yang pantas dicurigai, dan interogasi mereka.

Berhenti bertindak sopan (politically correct) dengan membayangkan bahwa setiap orang mulai dari nenek-nenek hingga ibu berumur 33 tahun beranak 6 harus melalui penyelidikan keamanan.

Apa yang dikatakan orang banyak adalah bahwa pemerintah harus menentang tuduhan bahwa social profiling atau passenger profiling itu rasis, dan tetap melakukannya.

Dan inilah yang saya katakan minggu lalu, toleransi telah menjadi racun terbaru. Dan kita sekarang dalam bahaya overdosis. Dan overdosis obat/racun apa pun akan menyebabkan kematian.

Anda mungkin masih ingat setelah penggebrakan di Inggris dan Pakistan sehubungan dengan rencana serangan teroris di Heathrow, bekas kepala polisi London Metropolitan Lord Steven menulis di News of the World, “Kapankah komunitas Muslim di negara ini akan menerima kenyataan yang absolut dan tidak dapat dibantah ini: bahwa terorisme Islam adalah masalah mereka.”

Suratkabar The Guardian menulis hal yang tidak dapat dipikirkan mereka dan menuduh Muslim menguburkan kepala dalam pasir.

Kenyataannya adalah, walaupun serangan teroris terjadi berulang kali, seperti yang ditulis oleh Tanveer Ahmed, yang menulis buku tentang kehidupan Muslim di Sydney, minggu lalu, “Muslim tidak berbicara banyak melawan ekstrimis di dalam mereka atau mengecam kekejaman kelompok-kelompok radikal dan pemerintah Islam … Malahan, suara mereka hanya terbatas dalam jeritan tentang diskriminasi dan mengkritik politik luar negari negara barat.

Dia menulis, “Klaim bahwa terorisme hanyalah terjadi karena politik luar negeri negara Barat semakin lemah kelihatannya, terutama setelah penyelidikan belakangan ini di Inggris yang menunjukkan bahwa rencana-rencana penyerangan terhadap London telah ada sejak pertengahan tahun 1990an.”

Tanveer Ahmed meng-highlight survey itu setelah pemboman London Juli tahun lalu di mana 6 persen Muslim mengangap pemboman itu memang pantas dan 35 persen simpatik.

Ini mewakili ratusan ribu orang, dan seperti yang ditulis Tanveer Ahmed, “Walaupun survey serupa tidak dilakukan di Australia, saya curiga angkanya tidak akan jauh berbeda.”

Tanveer Ahmed berkata, “Waktunya telah tiba bagi Muslim di negara Barat untuk menggambil posisi agresif, mengkontrol badan-badan dan komentar yang merendahkan mereka dan menerima kenyataan bahwa Islam itu penuh kegagalan yang memerlukan pengambilan tindakan.”

Aku bertanya dalam hati melihat headline hari ini, yang menunjukkan bahwa warga Australia takut serangan teroris akan terjadi dalam 12 bulan ini di negara ini. Aku bertanya, akan adakah seorang pemimpin Muslim di negar ini yang hari ini akan mengangkat kepala dan suara hari ini dan mencoba mendisiplinkan pengikut militannya.

Tak perlu menahan napas menunggu itu terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: