HAJAR TOKET ISTRI DAN PUTRI SENDIRI

Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 132:
Narrated Aisha: A necklace of mine was lost at Al-Baida’ and we were on our way to Medina. The Prophet made his camel kneel down and dismounted and laid his head on my lap and slept. Abu Bakr came to me and hit me violently on the chest and said, “You have detained the people because of a necklace.”

Dikisahkan oleh Aisyah: Kalungku hilang di Al-Baida’ dan kami sedang dalam perjalanan ke Madinah. Nabi menyuruh untanya berlutut dan turn dari unta dan meletakkan kepalanya di pangkuanku dan tidur. Abu Bakar datang padaku dan memukul toketku dengan keras sambil berkata, “Kau memperlambat orang gara-gara sebuah kalung.”

===

Hadis Sahih Muslim, Book 004, Number 2127:
He said: Was it the darkness (of your shadow) that I saw in front of me? I said: Yes. He struck me on the chest which caused me pain, and then said: Did you think that Allah and His Apostle would deal unjustly with you?

Dia (Nabi) berkata: Apakah kamu yang berada di depanku dalam kegelapan? Aku (Aisyah) menjawab: Iya. Dia (Nabi) lalu memukul TOKETKU sampai AKU KESAKITAN, dan dia berkata: Apakah kau kira Allah dan RasulNya akan menipu kamu?

===

Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 7, Number 330:
So he admonished me and said what Allah wished him to say and hit me on my flank with his hand. Nothing prevented me from moving (because of pain) but the position of Allah’s Apostle on my thigh.

Maka dia (Abu Bakar) memanggilku dan berkata apa yang Allah harap dia katakan dan dia menamparku dengan bagian luar tangannya. Tiada yang mencegahku untuk bergerak (karena rasa sakit) kecuali posisi Rasul Allah di pangkuanku.

HAJAR LEHERNYA JIKA ISTRI MINTA DUIT UNTUK BELANJA

ISLAM IJINKAN SEKS DENGAN BUDAK/TAWANAN PERANG

QS 33 Al-’Ahzab 50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

1. Muhammad Tidak Melarang Tindakan Coitus Terhadap Budak!

Sahih Muslim, Book 008, Number 3388:
Jabir (Allah be pleased with him) reported: We used to practise ‘azl during the lifetime of Allah’s Messenger (may peace be upon him). This (the news of this practise) reached Allah’s Apostle (may peace be upon him), and he did not forbid us.

2. Muhammad Bahkan Mengijinkan Dan Menyetujui Tindakan Ali (Menantu Muhammad) Meng-Coitus Budak Dari Khumus (Harta Rampasan Perang Hak Milik Muhammad)

Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 637:
Narrated Buraida:
The Prophet sent ‘Ali to Khalid to bring the Khumus (of the booty) and I hated Ali, and ‘Ali had taken a bath (after a sexual act with a slave-girl from the Khumus). I said to Khalid, “Don’t you see this (i.e. Ali)?” When we reached the Prophet I mentioned that to him. He said, “O Buraida! Do you hate Ali?” I said, “Yes.” He said, “Do you hate him, for he deserves more than that from the Khumlus.”

MAYORITAS PENGHUNI NERAKA ADALAH WANITA

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 6, Number 301:

Narrated Abu Said Al-Khudri:
Once Allah’s Apostle went out to the Musalla (to offer the prayer) o ‘Id-al-Adha or Al-Fitr prayer. Then he passed by the women and said, “O women! Give alms, as I have seen that the majority of the dwellers of Hell-fire were you (women).” They asked, “Why is it so, O Allah’s Apostle ?” He replied, “You curse frequently and are ungrateful to your husbands. I have not seen anyone more deficient in intelligence and religion than you. A cautious sensible man could be led astray by some of you.” The women asked, “O Allah’s Apostle! What is deficient in our intelligence and religion?” He said, “Is not the evidence of two women equal to the witness of one man?” They replied in the affirmative. He said, “This is the deficiency in her intelligence. Isn’t it true that a woman can neither pray nor fast during her menses?” The women replied in the affirmative. He said, “This is the deficiency in her religion.”

Diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri:
Pada suatu ketika Nabi Tuhan pergi ke Mushola (untuk beribadah seperti yang biasa dilakukan pada) Idul Adha atau Idul Fitri. Lalu dia melewati seorang wanita dan berkata, “Hai Wanita! Berilah aku zakat, karena aku melihat bahwa mayoritas penghuni Neraka adalah kamu (wanita).” Bertanyalah para wanita itu, “Mengapa demikian, ya utusan Allah ?” Jawab Nabi, “Karena kamu sering mencaci maki dan tidak mensyukuri suamimu. Tidak pernah aku melihat orang lain yang lebih bodoh dalam bidang ilmu pengetahuan dan agama dibanding kamu. Bahkan kamu bisa membuat laki-laki yang bijaksana menjadi abu.” Tanya wanita itu lagi, “Ya Nabi Allah! Apa kekurangan kami di bidang ilmu pengetahuan dan agama?” Jawab Nabi, “Bukankah suara 2 orang wanita sebanding dengan suara seorang pria?” Para wanita itu mengiyakan. Lanjut Nabi, “Inilah kekurangan para wanita dalam bidang ilmu pengetahuan. Bukankah seorang wanita tidak bisa sholat ataupun puasa pada saat dia menstruasi?” Para Wanita itu mengiyakan lagi. Kata Nabi, “Itulah kekurangan mereka di bidang agama.”

TENTANG KENTUT

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 4, Number 139:

Narrated ‘Abbas bin Tamim:
My uncle asked Allah’s Apostle about a person who imagined to have passed wind during the prayer. Allah’ Apostle replied: “He should not leave his prayers unless he hears sound or smells something.”

Diriwayatkan ‘Abbas bin Tamim:
Paman saya bertanya pada Rasulullah tentang seorang yang membayangkan telah kentut selama sholat. Rasulullah menjawab: “Dia tidak sepatutnya meniggalkan sholatnya kecuali dia mendengar suara atau mencium bau sesuatu.”

SETAN MENGENCINGI ORANG YANG TIDAK SALAT

Sahih Bukhari, Volume 2, Book 21, Number 245:

Narrated ‘Abdullah :
A person was mentioned before the Prophet (p.b.u.h) and he was told that he had kept on sleeping till morning and had not got up for the prayer. The Prophet said, “Satan urinated in his ears.”

Diriwayatkan oleh ‘Abdullah :
Ada orang yang dilaporkan kepada Nabi (p.b.u.h) dan diberitahukan pada Nabi bahwa orang tersebut tertidur sampai pagi sehingga lupa bangun untuk salat. Maka sahut Nabi, “Setan telah mengencingi telinganya.”

SETELAH MAKAN BAWANG PUTIH TIDAK BOLEH MEMASUKI MASJID

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 12, Number 812:

Narrated Ibn ‘Umar:
During the holy battle of Khaibar the Prophet said, “Whoever ate from this plant (i.e. garlic) should not enter our mosque.”

Diriwayatkan oleh Ibn ‘Umar:
Selama perang suci Khaibar Nabi berkata, “Siapa saja yang makan dari tanaman ini (y.i. bawang putih) tidak seharusnya masuk masjid kami.”

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 12, Number 813:

Narrated ‘Ata’:
I heard Jabir bin ‘Abdullah saying, “The Prophet said, ‘Whoever eats (from) this plant (he meant garlic) should keep away from our mosque.” I said, “What does he mean by that?” He replied, “I think he means only raw garlic.”

Diriwayatkan oleh ‘Ata’:
Saya mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Nabi bersabda, ‘Siapa saja yang makan (dari) tanaman ini (dia maksudkan bawang putih) seharusnya menjauhi dari masjid kita.” Saya berkata, “Apa yang di maksudnya itu?” Dia menjawab, “Saya rasa yang dia maksudkan adalah hanya bawang putih mentah.”

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 12, Number 814:

Narrated Jabir bin ‘Abdullah:
The Prophet said, “Whoever eats garlic or onion should keep away from our mosque or should remain in his house.” (Jabir bin ‘Abdullah, in another narration said, “Once a big pot containing cooked vegetables was brought. On finding unpleasant smell coming from it, the Prophet asked, ‘What is in it?’ He was told all the names of the vegetables that were in it. The Prophet ordered that it should be brought near to some of his companions who were with him. When the Prophet saw it he disliked to eat it and said, ‘Eat. (I don’t eat) for I converse with those whom you don’t converse with (i.e. the angels).”

Diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Abdullah:
Nabi berkata, “Siapa saja yang makan bawang putih atau bawang merah seharusnya menjauhi diri dari masjid kita atau seharusnya tetap tinggal di rumahnya.” (Jabir bin ‘Abdullah, dalam riwayat lain berkata, “Suatu waktu sebuah panci besar berisi sayuran masak di hidangkan. Saat mencium bau yang kurang sedap dari panci it, Nabi bertanya, ‘Apa yang ada di dalamnya?’ Dia diberi tahu semua nama sayuran yang ada di dalam panci itu. Nabi memerintahkan bahwa panci itu dibawa ke dekat para sahabat yang sedang bersama dengan dia. Ketika Nabi melihat dia tidak suka untuk memakannya dan berkat, ‘Makanlah. (Saya tidak mau makan) karena berbicara dengan mereka yang kamu tidak berbicara dengan (y.i. para malaikat).”

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 12, Number 815:

Narrated ‘Abdul ‘Aziz:
A man asked Anas, “What did you hear from the Prophet about garlic?” He said, “The Prophet said, ‘Whoever has eaten this plant should neither come near us nor pray with us.”

Diriwayatkan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
Seorang pria menanyakan pada Anas, “Apa yang kamu dengar dari Nabi mengenai bawang putih?” Dia berkata, “Nabi berkata, ‘Siapa saja yang telah memakan tanaman ini tidak sepatutnya datang dekat kita dan tidak juga salat bersama kita.”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers