HAJAR TOKET ISTRI DAN PUTRI SENDIRI

Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 132:
Narrated Aisha: A necklace of mine was lost at Al-Baida’ and we were on our way to Medina. The Prophet made his camel kneel down and dismounted and laid his head on my lap and slept. Abu Bakr came to me and hit me violently on the chest and said, “You have detained the people because of a necklace.”

Dikisahkan oleh Aisyah: Kalungku hilang di Al-Baida’ dan kami sedang dalam perjalanan ke Madinah. Nabi menyuruh untanya berlutut dan turn dari unta dan meletakkan kepalanya di pangkuanku dan tidur. Abu Bakar datang padaku dan memukul toketku dengan keras sambil berkata, “Kau memperlambat orang gara-gara sebuah kalung.”

===

Hadis Sahih Muslim, Book 004, Number 2127:
He said: Was it the darkness (of your shadow) that I saw in front of me? I said: Yes. He struck me on the chest which caused me pain, and then said: Did you think that Allah and His Apostle would deal unjustly with you?

Dia (Nabi) berkata: Apakah kamu yang berada di depanku dalam kegelapan? Aku (Aisyah) menjawab: Iya. Dia (Nabi) lalu memukul TOKETKU sampai AKU KESAKITAN, dan dia berkata: Apakah kau kira Allah dan RasulNya akan menipu kamu?

===

Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 7, Number 330:
So he admonished me and said what Allah wished him to say and hit me on my flank with his hand. Nothing prevented me from moving (because of pain) but the position of Allah’s Apostle on my thigh.

Maka dia (Abu Bakar) memanggilku dan berkata apa yang Allah harap dia katakan dan dia menamparku dengan bagian luar tangannya. Tiada yang mencegahku untuk bergerak (karena rasa sakit) kecuali posisi Rasul Allah di pangkuanku.

HAJAR LEHERNYA JIKA ISTRI MINTA DUIT UNTUK BELANJA

ISLAM IJINKAN SEKS DENGAN BUDAK/TAWANAN PERANG

QS 33 Al-’Ahzab 50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

1. Muhammad Tidak Melarang Tindakan Coitus Terhadap Budak!

Sahih Muslim, Book 008, Number 3388:
Jabir (Allah be pleased with him) reported: We used to practise ‘azl during the lifetime of Allah’s Messenger (may peace be upon him). This (the news of this practise) reached Allah’s Apostle (may peace be upon him), and he did not forbid us.

2. Muhammad Bahkan Mengijinkan Dan Menyetujui Tindakan Ali (Menantu Muhammad) Meng-Coitus Budak Dari Khumus (Harta Rampasan Perang Hak Milik Muhammad)

Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 637:
Narrated Buraida:
The Prophet sent ‘Ali to Khalid to bring the Khumus (of the booty) and I hated Ali, and ‘Ali had taken a bath (after a sexual act with a slave-girl from the Khumus). I said to Khalid, “Don’t you see this (i.e. Ali)?” When we reached the Prophet I mentioned that to him. He said, “O Buraida! Do you hate Ali?” I said, “Yes.” He said, “Do you hate him, for he deserves more than that from the Khumlus.”

MAYORITAS PENGHUNI NERAKA ADALAH WANITA

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 6, Number 301:

Narrated Abu Said Al-Khudri:
Once Allah’s Apostle went out to the Musalla (to offer the prayer) o ‘Id-al-Adha or Al-Fitr prayer. Then he passed by the women and said, “O women! Give alms, as I have seen that the majority of the dwellers of Hell-fire were you (women).” They asked, “Why is it so, O Allah’s Apostle ?” He replied, “You curse frequently and are ungrateful to your husbands. I have not seen anyone more deficient in intelligence and religion than you. A cautious sensible man could be led astray by some of you.” The women asked, “O Allah’s Apostle! What is deficient in our intelligence and religion?” He said, “Is not the evidence of two women equal to the witness of one man?” They replied in the affirmative. He said, “This is the deficiency in her intelligence. Isn’t it true that a woman can neither pray nor fast during her menses?” The women replied in the affirmative. He said, “This is the deficiency in her religion.”

Diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri:
Pada suatu ketika Nabi Tuhan pergi ke Mushola (untuk beribadah seperti yang biasa dilakukan pada) Idul Adha atau Idul Fitri. Lalu dia melewati seorang wanita dan berkata, “Hai Wanita! Berilah aku zakat, karena aku melihat bahwa mayoritas penghuni Neraka adalah kamu (wanita).” Bertanyalah para wanita itu, “Mengapa demikian, ya utusan Allah ?” Jawab Nabi, “Karena kamu sering mencaci maki dan tidak mensyukuri suamimu. Tidak pernah aku melihat orang lain yang lebih bodoh dalam bidang ilmu pengetahuan dan agama dibanding kamu. Bahkan kamu bisa membuat laki-laki yang bijaksana menjadi abu.” Tanya wanita itu lagi, “Ya Nabi Allah! Apa kekurangan kami di bidang ilmu pengetahuan dan agama?” Jawab Nabi, “Bukankah suara 2 orang wanita sebanding dengan suara seorang pria?” Para wanita itu mengiyakan. Lanjut Nabi, “Inilah kekurangan para wanita dalam bidang ilmu pengetahuan. Bukankah seorang wanita tidak bisa sholat ataupun puasa pada saat dia menstruasi?” Para Wanita itu mengiyakan lagi. Kata Nabi, “Itulah kekurangan mereka di bidang agama.”

TENTANG KENTUT

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 4, Number 139:

Narrated ‘Abbas bin Tamim:
My uncle asked Allah’s Apostle about a person who imagined to have passed wind during the prayer. Allah’ Apostle replied: “He should not leave his prayers unless he hears sound or smells something.”

Diriwayatkan ‘Abbas bin Tamim:
Paman saya bertanya pada Rasulullah tentang seorang yang membayangkan telah kentut selama sholat. Rasulullah menjawab: “Dia tidak sepatutnya meniggalkan sholatnya kecuali dia mendengar suara atau mencium bau sesuatu.”

SETAN MENGENCINGI ORANG YANG TIDAK SALAT

Sahih Bukhari, Volume 2, Book 21, Number 245:

Narrated ‘Abdullah :
A person was mentioned before the Prophet (p.b.u.h) and he was told that he had kept on sleeping till morning and had not got up for the prayer. The Prophet said, “Satan urinated in his ears.”

Diriwayatkan oleh ‘Abdullah :
Ada orang yang dilaporkan kepada Nabi (p.b.u.h) dan diberitahukan pada Nabi bahwa orang tersebut tertidur sampai pagi sehingga lupa bangun untuk salat. Maka sahut Nabi, “Setan telah mengencingi telinganya.”

SETELAH MAKAN BAWANG PUTIH TIDAK BOLEH MEMASUKI MASJID

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 12, Number 812:

Narrated Ibn ‘Umar:
During the holy battle of Khaibar the Prophet said, “Whoever ate from this plant (i.e. garlic) should not enter our mosque.”

Diriwayatkan oleh Ibn ‘Umar:
Selama perang suci Khaibar Nabi berkata, “Siapa saja yang makan dari tanaman ini (y.i. bawang putih) tidak seharusnya masuk masjid kami.”

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 12, Number 813:

Narrated ‘Ata’:
I heard Jabir bin ‘Abdullah saying, “The Prophet said, ‘Whoever eats (from) this plant (he meant garlic) should keep away from our mosque.” I said, “What does he mean by that?” He replied, “I think he means only raw garlic.”

Diriwayatkan oleh ‘Ata’:
Saya mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Nabi bersabda, ‘Siapa saja yang makan (dari) tanaman ini (dia maksudkan bawang putih) seharusnya menjauhi dari masjid kita.” Saya berkata, “Apa yang di maksudnya itu?” Dia menjawab, “Saya rasa yang dia maksudkan adalah hanya bawang putih mentah.”

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 12, Number 814:

Narrated Jabir bin ‘Abdullah:
The Prophet said, “Whoever eats garlic or onion should keep away from our mosque or should remain in his house.” (Jabir bin ‘Abdullah, in another narration said, “Once a big pot containing cooked vegetables was brought. On finding unpleasant smell coming from it, the Prophet asked, ‘What is in it?’ He was told all the names of the vegetables that were in it. The Prophet ordered that it should be brought near to some of his companions who were with him. When the Prophet saw it he disliked to eat it and said, ‘Eat. (I don’t eat) for I converse with those whom you don’t converse with (i.e. the angels).”

Diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Abdullah:
Nabi berkata, “Siapa saja yang makan bawang putih atau bawang merah seharusnya menjauhi diri dari masjid kita atau seharusnya tetap tinggal di rumahnya.” (Jabir bin ‘Abdullah, dalam riwayat lain berkata, “Suatu waktu sebuah panci besar berisi sayuran masak di hidangkan. Saat mencium bau yang kurang sedap dari panci it, Nabi bertanya, ‘Apa yang ada di dalamnya?’ Dia diberi tahu semua nama sayuran yang ada di dalam panci itu. Nabi memerintahkan bahwa panci itu dibawa ke dekat para sahabat yang sedang bersama dengan dia. Ketika Nabi melihat dia tidak suka untuk memakannya dan berkat, ‘Makanlah. (Saya tidak mau makan) karena berbicara dengan mereka yang kamu tidak berbicara dengan (y.i. para malaikat).”

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 12, Number 815:

Narrated ‘Abdul ‘Aziz:
A man asked Anas, “What did you hear from the Prophet about garlic?” He said, “The Prophet said, ‘Whoever has eaten this plant should neither come near us nor pray with us.”

Diriwayatkan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
Seorang pria menanyakan pada Anas, “Apa yang kamu dengar dari Nabi mengenai bawang putih?” Dia berkata, “Nabi berkata, ‘Siapa saja yang telah memakan tanaman ini tidak sepatutnya datang dekat kita dan tidak juga salat bersama kita.”

LALAT ADALAH OBAT

Sahih Bukhari, Volume 4, Book 54, Number 537:

Narrated Abu Huraira:
The Prophet said “If a house fly falls in the drink of anyone of you, he should dip it (in the drink), for one of its wings has a disease and the other has the cure for the disease.”

Diriwayahkan Abu Huraira:
Sang Nabi mengatakan “Jika seekor lalat jatuh ke dalam minuman dari setiap orang di antaramu, dia harus menenggelamkannya (ke dalam minuman), karena salah satu sayapnya membawa penyakit dan sayap lainnya mempunyai penyembuh untuk penyakit tersebut.”

KENCING ONTA OBAT MUJARAB

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 4, Number 234:

Narrated Abu Qilaba:
Anas said, “Some people of ‘Ukl or ‘Uraina tribe came to Medina and its climate did not suit them. So the Prophet ordered them to go to the herd of (Milch) camels and to drink their milk and urine (as a medicine). So they went as directed and after they became healthy, they killed the shepherd of the Prophet and drove away all the camels. The news reached the Prophet early in the morning and he sent (men) in their pursuit and they were captured and brought at noon. He then ordered to cut their hands and feet (and it was done), and their eyes were branded with heated pieces of iron, They were put in ‘Al-Harra’ and when they asked for water, no water was given to them.” Abu Qilaba said, “Those people committed theft and murder, became infidels after embracing Islam and fought against Allah and His Apostle .”

Dikisahkan Abu Qilaba:
Anas berkata, “Beberapa orang dari ‘Ukl atau suku ‘Uraina datang ke Medinah dan iklimnya tidak sesuai dengan mereka. Maka sang Nabi memerintahkan mereka untuk pergi ke kawanan (Perah) onta dan minum susu dan air seni (sebagai obat). Maka mereka pergi seperti yang ditunjukkan dan setelah mereka merasa sehat, mereka membunuh penggembala Nabi dan mengusir semua onta. Berita itu sampai kepada Nabi di pagi hari dan dia mengirim (orang) untuk mengejar mereka dan mereka ditangkap dan dibawa pada siang hari. Dia kemudian memerintahkan untuk di potong tangan dan kaki (dan hal itu dilakukan), dan mata mereka dicap dengan potongan-potongan besi yang dipanaskan, mereka ditempatkan di dalam ‘Al-Harra dan ketika mereka minta air, tidak setetes airpun diberikan kepada mereka.” Abu Qilaba berkata, “Orang-orang melakukan pencurian dan pembunuhan, menjadi kafir setelah memeluk Islam dan berperang melawan Allah dan Rasul-Nya.”

YAHUDIFOBIA PADA AYAT-AYAT QUR’AN

QS 2 Al-Baqarah 59

Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik.

QS 2 Al-Baqarah 61

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

QS 2 Al-Baqarah 64-65


Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi. Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.

QS 2 Al-Baqarah 96

Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

QS 4 An-Nisa’ 44

Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Alkitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).

QS 4 An-Nisa’ 47

Hai orang-orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

QS 4 An-Nisa’ 55

Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya.

QS 4 An-Nisa’ 160-161


Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

QS 5 Al-Ma’idah 13

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

QS 5 Al-Ma’idah 41-42


Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah di rubah-rubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah”. Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

QS 5 Al-Ma’idah 44

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

QS 5 Al-Ma’idah 59-60


Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik? Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?”. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.

QS 5 Al-Ma’idah 64

Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.

QS 5 Al-Ma’idah 78

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

QS 5 Al-Ma’idah 80-82



Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.

QS 17 Al-’Isra’ 7

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

QS 33 Al-’Ahzab 26-27


Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.

QS 59 Al-Hashr 2

Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.

QS 59 Al-Hashr 14-16



Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (Mereka adalah) seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka telah merasai akibat buruk dari perbuatan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih. (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam”.

QS 88 Al-Ghashiyah 1

Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

QS 98 Al-Bayyinah 1

Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.