KEDUDUKAN GAY-LESBIAN DALAM KERAJAAN ALLAH (ISLAM)

PENDAHULUAN

Prof. DR. HM Quraish Shihab, pakar tafsir terkenal di Indonesia, mantan menteri agama RI, pelopor pembaharuan tafsiran Qur’an, tafsiran modren, berkata: Qur’an tidak kering. Betapa pun orang membahasnya, setiap saat dia memberikan hal yang baru.

Begitu juga ketika ia mempelajari Qur’an. Dia bisa menemukan makna baru, rahasia baru yang belum ditemukan oleh orang sebelumnya karena dia bersumber dari Tuhan.

Contoh: Salah satu tafsiran Prof. DR. Quraish Shihab yang menobrak ahli-ahli tafsir, ulama-ulama Wahabi-salafy Arab primitif (Ibn Kathir, Al-Tabari, Al-Suyuti)  yaitu dimana Prof. DR. Quraish Shihab berpendapat bahwa:

Wanita jangan merasa berdosa kalau tidak berjilbab. Dia katakan: “Bahwa ketetapan hukum tentang batas yang ditoleransi dari aurat atau badan wanita bersifat zhanniy yakni dugaan.”

Masih menurut Quraish, “Perbedaan para pakar hukum itu adalah perbedaan antara pendapat-pendapat manusia yang mereka kemukakan dalam konteks situasi zaman serta kondisi masa dan masyarakat mereka (primitif), serta pertimbangan-pertimbangan nalar mereka, dan bukannya Hukum Allah yang jelas, pasti dan tegas.”

Karena perintah berjilbab itu adalah anjuran, bukan wajib seperti wajib melakukan salat, zakat, puasa, sesuai dengan keadaan alam padang pasir yang panas dan berbahaya. Karena pasir yang panas yang diembus angin kencang dapat merusakan kulit dan rambut wanita.

Inilah penemuan-penemuan baru tentang memahami Islam yang berbeda dengan ulama-ulama Islam Fundamentalis Wahabi-Salafy, ulama-ulama Fundamentlalis Syi’ah Iran, semoga bermanfaat untuk memperbaiki/memperbaharui image Islam yang terbelakang/tidak produktif di abad 21 ini.

Saya yakin anda akan surprise atau kaget atas penemuan saya dalam mempelajari Islam bahwa sistem pemerintahan “sekular” itu adalah terdapat di Islam dalam Qur’an.

Dalam pemerintahan sekular semua agama, semua keyakinan dan tidak berkeyakinan termasuk gay-lesbian merdeka menjalankannya dan dilindungi oleh undang-undang pemerintah.

Pemerintah dan agama adalah terpisah. Saya akan buktikan bahwa Islam adalah sekular atau sekular itu adalah sistem Islam.

Selama ini kita mendapat pelajaran dari guru-guru agama, ulama-ulama dan ustad-ustad terutama dari Islam Garis Keras Fundamentalis Wahabi-Salafy dan Syi’ah yang belajar dari negara-negara Arab dan Iran bahwa sistem Syariat Agama (Islam atau Kristen) adalah perintah dari ALLAH SWT. Sebagaimana sistem pemerintahan Saudi Arabia, Iran dan Taliban. Sistem Syariat Kristen di Eropa di abad ke-13 dulunya. Demikian bukan?

Sesungguhnya ALLAH sebagai Raja di Raja di Bumi ini telah mencontohkan dan telah mengajarkan kepada Nabi-nabiNya lewat kitab-kitabNya bahwa sistem pemerintahan yang di inginkan oleh ALLAH bukan sistem pemerintahan agama, tetapi sistem pemerintahan hasil musyawarah dengan bermacam macam golongan yang tetulis di QS 3:159 atau dengan nama sekarang ini sistem “demokrasi-sekular”, dimana pemimpin dipilih oleh rakyat.

“There is no contradiction between implementing the word of God and respecting the constitution, respecting the Judiciary and the system democraticy-Seculer.”

Dalam Kerajaan ALLAH, semua diperlakukan dengan adil, tanpa diskriminasi atas dasar; agama, gender, umur, suku, warna kulit, bahasa, bangsa, termasuk anti Tuhan, musrik, gay-lesbian-banci, dan lainnya. Semua agama merdeka menjalankan keyakinan agamanya, dan yang tidak beragamapun merdeka.

ALLAH memberikan rezeki juga tanpa melihat agama, suku, jenis dan bangsa. Malah ALLAH memberikan rezeki atau hadiah kepada orang orang anti ALLAH dan gay-lesbian lebih banyak dari pada orang orang yang taat melakukan ibadah ritual atau mengaku pengikut-pengikut ALLAH dan Sunah Rasul yang sejati.

Menjadi pertanyaan bagi kita bukan? Kenapa demikian? Bisakah anda memberikan jawabannya?

Mari kita lihat peraturan-peraturan ALLAH dibawah ini yang saya ambil dari Kitab Qur’an dan Alkitab sebagai rujukan kita semua yang beriman kepada Nabi-nabi dan kitab-kitabNya.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahim

Semoga ALLAH melindungi saya dari tipu daya Setan terkutuk dalam menjelaskan ayat-ayat di bawah ini.

Menyilami rahasia-rahasia ALLAH dalam Qur’an/Bible sangat menarik perhatian saya bertahun-tahun. Saya salah seorang yang termotifasi mempelajari kembali Islam semenjak terjadi peristiwa pemboman 9/11 2001 oleh Al-Qaeda.

Saya tidak yakin bahwa bahwa membunuh masyarakat sipil itu adalah ajaran Islam dari ALLAH SWT.

Saya juga tidak yakin sistem pemerintahan Syariat Islam itu dari perintah ALLAH dalam Qur’an, karena terjadi penindasan-penindasan dan tidak ada kemerdekaan beragama, berpakaian dan berekpresi, dan lainnya.

Saya tidak yakin pula bahwa orang-orang gay-lesbian, diperlakukan dengan kasar, dan diskrimnasi bahkan ditangkap dan dibunuh di beberapa negara Arab.

Saya tidak yakin bahwa sistem pemerintahan Syariat Islam Saudi Arabia, Taliban, Sudan dan Iran adalah sistem yang dinginkan oleh ALLAH dalam Qur’an yang mana tidak ada kemerdekaan beragama, berekspresi dan berpakaian seperti sistem komunis diktator.

Alhamdulillah, berkat bimbingan ALLAH saya menemukan kesalahan-kesalahan ulama-ulama Islam fundamentalis Saudi dan Iran yang ingin mendirikan sistem Syariat Islam, menghina dan menzalimi orang-orang gay-lesbian, dan membunuh masayarakat sipil tidak berdosa. Melakukan perbuatan-perbuatan diskrimnasi kepada kelompok Muslim minoritas yang tidak sepaham dengan penguasa.

Saya yakin anda baru pertama kali mengetahui rahasia ALLAH dibawah ini. Semoga anda dapat menikmati buahnya.

ALLAH adalah Raja di dunia ini, dilangit dan di Bumi. Sebagai contoh bagi manusia untuk mengikuti sistem pemerintahan kerajaan ALLAH di Bumi.

Rakyat ALLAH di Bumi ini terdiri dari bermacam bangsa, agama, suku, warna kulit, bahasa, wanita dan laki-laki, lesbian dan gay, tua dan muda, beriman dan tidak beriman (ateis). Dengan kata lain adalah rakyat yang PLURAL. Benar bukan?

Mari kita simak peraturan-peraturan ALLAH dibawah ini.

QS 23:116
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

QS 3:26
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS 59:22-24
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

QS 24:41-45
Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk). Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS 3:109
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.

Kalau kita menjadikan Qur’an sebagai pedoman hidup kita di dunia ini, ternyata pemerintahan ALLAH di KerajaanNya di bumi adalah sistem yang netral-liberal, berlaku adil untuk semua rakyatnya tanpa melihat agama, suku, jenis dan umur.

  • Maknanya adalah ALLAH memberikan kemerdekaan kepada rakyatnya:
  1. Untuk memilih jalan hidupnya, ada yang beriman dan Kafir.
  2. Memilih agamanya, maka terdapatlah banyak keyakinan.
  3. Cara berpakaiannya, maka terdapatlah banyak model pakaian.
  4. Berbicara yang baik dan yang buruk.
  • ALLAH berlaku adil, yaitu memberikan rezeki kepada semua rakyatnya:
  1. Kepada semua sekte-sekte agama, baik islam, kristen, buddha, dan lainnya.
  2. Kepada anti-Tuhan sekali pun, yaitu ateis.
  3. Kepada homoseks, gay atau lesbian.
  4. Kepada semua suku, gender, tua dan muda.
  • ALLAH sangat tolerensi:
  1. Dengan perbedaan-perbedaan agama, keyakinan.
  2. Dengan bermacam suku, warna kulit dan bahasa.
  • ALLAH memberikan kasih sayangNya:
  1. Kepada semua rakyatnya, tanpa pilih kasih.
  2. Kepada anti-Tuhan sekali pun.

Untuk menjalankan peraturan-peraturan ALLAH tersebut, ALLAH menujuk seorang Nabi/Rasul untuk memberikan peringatan-peringatan dan kabar gembira kepada masyarakat dan pemimpin-pemimpin bangsa.

Inilah peraturan ALLAH yang menjelasakan manusia merdeka memilih jalan hidupnya; mau beriman atau tidak. 100% manusia diberikan kemerdekaan.

QS 90:10
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,

Perintah kemerdekaan memilih jalan hidupnya ini, juga di terdapat di Bilble:

Ulangan 30:1, 15
(1) Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau,
(15) Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

Artinya: Hari ini AKU berikan kamu sebuah pilihan antara baik dan buruk (Setan) atau antar rahmat ALLAH dan kutukan ALLAH atau antara hidup dan kematian. You were born with the freedom of choice.

QS 17:15
Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

ALLAH SWT tidak memaksa rakyatnya untuk beragama yang sama, cara berpakaian yang sama dan beriman atau tidak.

ALLAH SWT tidak memerintahkan kepada Nabi-nabinya untuk melarang atau menghukum orang-orang yang; anti-ALLAH, gay-lesbian, syrik, homoseks, orang-orang makan babi, minum alkohol, orang-orang tidak berjilbab, orang-orang yang berpakaian mini, dan lainnya.

ALLAH hanya menganjurkan untuk mengikuti perintah-perintah ALLAH dengan baik, siapa yang ikut silakan dan siapa yang ingkar silakan nanti ALLAH saja yang berhak mengadili/menghukumnya.

Ulama-ulama dan pemerintah tidak dibenarkan menghukum mereka-mereka itu. Tugas Nabi-nabi dan ulama-ulama hanya sebagai memberikan peringatan-peringatan/pendidikan kepada masyarakat, tanggung jawabnya selesai sudah. Mereka mau mengikuti atau tidak, itu urusan mereka lagi dengan ALLAH.

Sebagaimana ALLAH jelaskan kepada Nabi-nabiNya;

QS 13:40
Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.

QS 10:99
Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?

(Tidak ada paksaan mengikuti perintah-perintah ALLAH bukan?)

QS 18:28
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

QS 10:100
Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Jadi manusia itu merdeka menentukan hidupnya, jalan hidupnya, inilah yang dimaksud dengan “Hak Asasi Manusia.” Hak dasar kemerdekaan seseorang yang diberikan oleh ALLAH SWT. Sebagai hak istimewa dari ALLAH, terimakasih ya ALLAH.

Hak asasi manusia inilah menjadi dasar moral bermasyarakat International yang bermacam-macam budaya agama dan bermacam corak berpakaian dari menutup semua tubuhnya (burqa) sampai menutup kemaluan saja. Itulah moral masyarakat International atau moral kerajaan ALLAH di Bumi ini. Etnik moral masyarakat plural, masyarakat demokrasi.

Jadi moral, atau budaya salah satu bangsa atau agama tidak bisa dijadikan sebagai standar kepada bangsa atau agama lain. Masing-masing budaya atau agama hanya ALLAH semata yang berhak menghakiminya. Kalau kita serahkan kepada ALLAH maka masyarakat yang plural ini dapat hidup damai-harmoni-dan-sejahtera.

Alangkah indahnya kalau semua dapat menghormati setiap keyakinan agama dan budaya masing-masing sebagaimana ALLAH jelaskan kepada Nabi Daud AS;

Mazmur 133:1
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Betapa indahnya itu, betapa enaknya kalau semua hamba-hamba ALLAH dapat hidup bersama-sama dengan harmoni.

ALLAH MAHA ADIL DAN TIDAK ADA DISKRIMINASI DALAM KERAJAANNYA

Sistem pemerintahan ALLAH sangat “netral”, adil, tidak ada diskriminasi, tolerensi, dan mengajak semua rakyatNya untuk berkasih sayang, dan saling hormat menghormati, saling bantu membantu; Tidak ada penindasan terhadap golongan yang lemah, sebagaimana terjadi di negara-negara Islam, atau negara-negara Kristen di Eropa dulunya dimana golongan kuat menindas golongan minoritas karena berbeda keyakinan.

Golongan yang lemah yang tertindas oleh penguasa atau moyoritas diperintahkan oleh ALLAH untuk membela kaum yang tertindas atau minoritas.

Membela HAM artinya membela peraturan ALLAH dibawah ini:

QS 4:75
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.

ALLAH memerintahkan berlaku adil kepada semua rakyat tanpa melihat agama, suku, jenis kelamin dan bangsa. Kecuali orang-orang yang memerangi kamu dan mengusir kamu dari kampungmu.

QS 60:7-8
Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Dalam hal ini ALLAH berpihak kepada golongan tertindas sebagaimana Firman ALLAH.

Mazmur 103:6
TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.

Hakim Allah mendukung kaum tertindas dan memberi hak hak mereka. ALLAH mengungkapkan rencanaNya kepada Musa dan membiarkan orang Israel melihat perbuatan perkasaNya. Tuhan Maha Pemurah dan Penyayang.

ALLAH meminta kepada pemimpin-pemimpin negara untuk berlaku adil dan berkasih sayang kepada semua orang tanpa melihat jenisnya, agamanya, keyakinannya, bangsanya, warna kulitnya dan lainnya. Termasuk orang orang gay dan lesbian yang melakukan homeseksual.

Allah memberikan rezeki kepada semua orang-orang yang dihidupkan oleh ALLAH, walaupun orang-orang itu anti-Tuhan, gay-lesbian, homoseksual yang tidak menyembah ALLAH.

Demikianlah keadilan, tolerensi dan kasih sayang ALLAH kepada semua rakyatnya yang mesti kita contoh, terutama kepada pemimpin-pemimpin yang memegang kekuasaan.

Pemerintah haruslah berlaku netral, adil, tidak ada diskriminasi, dan semua mempunyai hak yang sama di depan hukum dan didepan ALLAH SWT.

Rasululah SAW menjelaskan dengan ayat ALLAH QS 60:7-8. Bahwa Rasul berkasih sayang-berlaku adil kepada semua orang.

QS 60:7-8
Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

SISTEM PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN MUSYAWARAH

Sistem demokrasi dalam Islam kalau dalam musyawarah tidak dapat suara mufakat, maka solusi terakir adalah dengan pemilihan suara. Suara yang terbanyaklah yang akan memimpin masyarakat.

QS 3:159
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

SISTEM PEMERINTAHAN ADALAH SEKULAR. DIMANA PEMERINTAH DAN AGAMA TERPISAH (MASJID, GERAJA)

QS 4:59
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

QS 4:83
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).

Artinya antara pemerintah Ulil Amri dan Masdjid (Rasul), dan Gereja terpisah (pastor). Ulil Amri harus berlaku adil kepada semua golongan agama.

KECUALI PERBUATAN-PERBUATAN KRIMINAL

ALLAH meminta kepada pemimpin negara-negara, untuk lansung menghukum orang-orang yang berbuat perbuatan-perbuatan kriminal tanpa menunggu hukuman di akhirat nantinya seperti; perbuatan kekerasan, seperti; mencuri, korupsi, berzina, membunuh, membrontak dengan senjata kepada pemerintah yang sah, orang-orang yang tidak membayar zakat.

Hanya terbatas perbuatan kriminal saja. Sedangkan perbuatan-perbuatan amoral, ajaran-ajaran sesat, orang-orang penyembah berhala, perbuatan-perbuatan dosa homeseksual, seks bebas dan lain-lainnya, pemerintah tidak berhak untuk melarang, menghukum, menzolimi dan menangkapnya, hanya ALLAH saja yang berhak menghakimi dan mengadilinya.

Orang-orang yang melanggar perintah-perintah ALLAH yang lain, terutama mengenai keyakinan beragama, makanan haram, orang-orang syirik, orang-orang yang dianggap sesat seperti Ahmadiyyah, Syi’ah, Sufi, Pluralisme, cara berpakaian seperti Lady Gaga dan lainnya, hanya ALLAH saja yang berhak menentukan dan menghukum apakah mereka sesat atau tidak. ALLAH yang membuat peraturan-peraturan hanya ALLAH yang berhak menghakimi atau menghukum.

God has made laws for His people, Only God can judge those who follow God’s Laws or who does not. Who does you think you are to judge one another, you all will kneel before God’s judgment hereafter.

QS 16:125
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

QS 13:40
Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.

Pemerintahan yang mengikuti sistem pemerintahan ALLAH adalah sistem pemerintahan Amerika dengan mempunyai konstitusi yaitu:

Liberty with freedom of religion, speech, expression, dressing, etc, justice for all without discrimination based on religion, race, nationality, gender, age, and skin-color etc.

Oleh karena itu ALLAH memberikan rahmatNya kepada masyarakat Amerika dengan kehidupan yang penuh kedamaian, sejahtera/kemakmuran dan harmoni diantara bermacam agama dan suku bangsa.

ALLAH berfirman kepada Nabi Daud AS sebagai berikut ini:

Mazmur 133:1
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Betapa indahnya itu, betapa enaknya kalau semua hamba-hamba ALLAH dapat hidup bersama-sama dengan harmoni.

Pertanyaan kepada kita; apakah sistem pemerintahan negara-negara Arab itu sistem yang dianjurkan oleh ALLAH?

Apakah ulama-ulama dan pemimpin-pemimpin Islam yang mengaku pengikut-pengikut setia ALLAH dan Sunah itu benar-benar pengikut-pengikut Sunah?

Apakah Rasulullah pernah melakukan perbuatan-perbuatan kejam, kekerasan, penindasan kepada ajaran-ajaran yang dianggap sesat? Tidak pernah bukan?

Jadi sesungghnya mereka itu bukan pengikut-pengikut ALLAH dan Sunah Rasul, tapi pengikut-pengikut nenek moyangnya yang suka membunuh, menzolimi orang lain yaitu Setan.

QS 2:168-170
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”.

Jadi tidaklah salah, kalau kita lihat negara-negara yang bersistem agama seperti Saudi, Iran, Taliban, Sudan dan lainnya, sistem komunis atau setengah-setengah demokrasi/agama, masyarakatnya kacau, terbelakang dan sering terjadi penindasan-penindasan dan perbuatan-perbuatan diskriminasi. Tidak ada kemerdekaan beragama, berpakaian, berbicara dan berekpresi dan lainnya. Orang-orang gay dan lesbian dizolimi bahkan di bunuh dengan hina.

KESIMPULAN

1. Sesungguhnya sistem kerajaan, atau pemerintah yang diinginkan oleh ALLAH sesuai dengan wahyu-wahyu ALLAH diatas itu bukan sistem agama, bukanpula sistem komunis, tapi sistem demokrasi yang berkeadilan untuk semua rakyatnya tanpa diskriminasi sama sekali. Dimana pemerintah dan agama terpisah. Pemerintah melindungi semua rakyatnya tanpa melihat agama, suku, bangsa dan jenis manusia.

Contoh yang terbaik sekarang ini adalah pemerintahan Amerika dibawah Presiden Obama, dimana Obama memperlakukan masyarakat gay-lesbian sama dengan masyarakat lainnya. Obama mengizinkan pernikahan sesama jenis.

Dalam wawancaranya: Obama menyatakan saya tidak menyukai pernikahan sejenis, tapi saya selaku kepala pemerintahan saya wajib berlaku adil kesemua rakyat sebagaimana ALLAH mencontohkan katanya. Sebagaimana diperintah oleh Bible dan konstitusi Amerika.

Kalau kita merujuk kepada wahyu ALLAH dibawah ini, ternyata Obama adalah mengikuti wahyu-wahyu ALLAH sebagai berikut ini:

Wahyu 22:11
Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”

(Kalau seseorang ingin menjadi gay-lesbian, silakan saja.)

QS 90:10
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,

Betapa ALLAH menjelaskan dengan wahyu-wahyuNya bahwa manusia merdeka mentaati atau tidak mentaati peraturan-peraturan ALLAH, ALLAH tetap memberikan keadilan, kasih sayangNya kepada gay-lesbian dengan kehidupan damai-sejahtera dan bahagia. Bahkan ALLAH memberikan rezeki yang lebih banyak dari pada orang-orang yang mengaku beragama yang benar baik orang Islam maupun orang Kristen. Apakah ALLAH berlaku tidak adil atau tidak senang dengan orang mengaku bergama baik dari orang orang gay-lesbian yang dianggap berdosa?

Hanya saja nanti di akhirat ALLAH akan bertanya dan akan mengadili masyarakat gay-lebian dan kita semua tidak lepas dari pengadilan ALLAH, apakah kita telah mempelakukan kasih sayang atau kekerasan, diskriminasi kepada saudara-saudara gay-lesbian?

Firman ALLAH kepada Nabi Muhammad SAW:

QS 17:15
Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

Demikian wahyu-wahyu ALLAH menjelaskan tentang sistem kerajaan ALLAH, sistem bermasyarakat menurut agama dan sistem pemerintahan manusia di Bumi ini, dan kedudukan orang orang gay-lesbian atau homoseksual dalam kerajaan ALLAH.

Semoga ayat-ayat ALLAH diatas itu dapat memperbaiki akidah kita yang sudah sesat selama ini.

PERINTAH ALLAH YANG UTAMA DAN PERTAMA YAITU

Akhlaq yang mulia yaitu manusia mesti saling cinta mencintai.

Islam is the spirit of love.

QS 3:31
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Matius 22:39
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

As ALLAH love you all, you must love each other.
ALLAH want you must live in love.
So let us all love each other.

1 Yohanes 4:19-20
(19) Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
(20) Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Hadis Sahih Muslim:
Kamu belum mencintai ALLAH, sebelum mencintai manusia. (Artinya kalau kamu tidak mencintai gay-lesbian, anti-Tuhan, dan lainnya sesungguhnya kamu belum mencintai ALLAH.)

Hadis Sahih Muslim:
Kamu belum lagi beriman kepada ALLAH, kalau kamu belum mencintai manusia (yang berbeda beda agama, budaya, bahasa dan jenis).

Jadi ALLAH memerintahkan umat manusia saling cinta mencintai walaupun berbeda agama, budaya, bahasa, warna kulit, jenis kelamin (laki-laki, wanita, banci, gay-lesbian) dan berlaku adil kepada semua orang.

Perintah ALLAH yang Maha Penting lagi cara bermasyarakat plural yaitu:

Jangan menghakimi/melarang agama, dan budaya orang lain yang berbeda dengan kamu, hanya ALLAH saja yang berhak menghakimi, karena ALLAH yang membuat peraturan-peraturan untuk manusia. Bukan manusia yang menghakimi manusia. ALLAH berfirman;

Yakobus 4:12
Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

QS 39:41
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.

Serulah [manusia] kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

QS 16:125
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Mari kita sebarkan artikel ini kepada ratusan juta umat Islam di Indonesia. Saya tidak akan sukses menyebarkan Islam yang penuh kasih sayang dan toleransi ini tanpa batuan pembaca budiman.

With love.
If we love each other, we can achieve a big works in this planets,
So let love each other, may ALLAH blees us all.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: