TAHUN GAJAH

Tradisi Islam mengatakan bahwa Muhammad lahir di Tahun Gajah, yaitu tahun 570 M. Kejadian kelahirannya berkaitan dengan invasi Arab Selatan oleh Raja Abraha yang berbaris ke Mekkah, gajahnya (bernama ‘Mahmud’) menolak untuk memasuki kota, agar tidak membahayakan Kakbah! Kejadian ini tercatat dalam QS 105 Al-Fil 1-5

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?
dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,
yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Lihat juga tentang Raja Abraha:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Abraha
  2. http://www.muhammadanreality.com/yearelephant.htm

Namun ternyata kisah tersebut hanyalah mitos belaka, sebab kita menemukan sebuah prasasti yang melemahkan klaim Islam tentang serbuan Raja Abraha ke Mekkah yang gagal di tahun 570 M. Bahkan tidak pernah tercatat ada kota bernama Mekkah yang ia coba tundukkan. Sejarah mencatat bahwa Raja Abrahah berhasil menundukan Arab Utara pada tahun 552 M, bukannya kalah seperti yang dicatat oleh Qur’an. Lihatlah bukti prasasti ini, saya sertakan teks bahasa Inggrisnya:

Prasasti ini tertanggal 552 M dan tertulis:

“With the power of the Almighty, and His Messiah King Abraha Zeebman, the King of Saba’a, Zuridan, and Hadrmaut and Yemen and the tribes (on) the mountains and the coast wrote these lines on his battle against the tribe of Ma’ad (in) the battle of al-Rabiya in the month of “Dhu al Thabithan” and fought all of Bani A’amir and appointed the King Abi Jabar with Kinda and Al, Bishar bin Hasan with Sa’ad, Murad, and Hadarmaut in front of the army against Bani Amir of Kinda. and Al in Zu Markh valley and Murad and Sa’ad in Manha valley on the way to Turban and killed and captured and took the booty in large quantities and the King and fought at Halban and reached Ma’ad and took booty and prisoners, and after that, conquered Omro bin al-Munzir. (Abraha) appointed the son (of Omro) as the ruler and returned from Hal Ban (halban) with the power of the Almighty in the month of Zu A’allan in the year sixty-two and six hundred.”

Saya kutip dari sini.

Kita semua melihat dengan jelas bahwa ekspedisi Abraha ini dijelaskan secara rinci dan bertentangan dengan dongeng yang kita dengar dari Ibn Ishaq dan para tradisionalis. Sama sekali tidak ada penyebutan apapun yang berhubungan dengan Kakbah atau Mekkah. Prasasti itu tidak menyebutkan gajah. Mengingat fakta bahwa membawa gajah ke padang gurun adalah sangat tidak praktis, yang berarti harus membawa banyak cadangan air di tubuhnya. Jadi jelas Abraha tidak menunggang gajah.

Seperti yang kita lihat bahwa kisah Raja Abraha adalah kisah kegemilangan, yang berarti kisah kekalahan bagi bangsa Arab. Namun sebaliknya cerita desas-desus dari orang-orang seperti Ibn Ishaq diisi dengan rincian menakjubkan, ketegangan, dan drama kemenangan bagi Arab. Mereka menangkap imajinasi orang dengan detail yang luar biasa dari karakter seorang pria tua lemah (tokoh fiktif – Abdul Muttalib) yang berdiri di tengah-tengah barisan Tentara Abraha. Cerita-cerita fiksi ini memiliki detil menakjubkan tentang gajah dan kutukan pada tentara raja Abraha sehingga mereka jatuh, dan lainnya.

Cerita desas-desus yang dikarang kaum Arab 200 tahun setelah kejadian faktualnya memang memiliki nilai hiburan yang sangat tinggi dan menarik massa seperti halnya film-film Hollywood, namun sama sekali tidak memiliki nilai bagi mereka yang tertarik pada kebenaran sejarah.

Sebagai catatan tambahan, tanggal prasasti itu ketika dikonversi setara dengan tahun 552 M. Menurut kisah tradisi Muslim, yaitu Sirat Nabi, Muhammad lahir pada tahun 570 M bertepatan dengan ekspedisi Raja Abraha. Berarti ada rentang 20 tahun ketidak-sesuaian antara fakta sejarah dengan tradisi Islam.

Fakta ini tentu saja menciptakan masalah besar bagi para tradisionalis. Sekarang mereka harus merevisi seluruh Sirat Nabi, atau mereka harus membuang semua Hadis mereka untuk satu alasan logis yang sederhana, yaitu semua angka penanggalan harus dikurangi 20 tahun agar sesuai dengan fakta sejarah.

Tambahan pendalaman tentang Tahun Gajah dan QS 105 Al-Fil diambil dari sini.

Untuk menegaskan legitimasi mereka, Bani Hasyim, yang darinya akan menjadi Kekhalifahan Abbasiyah, mulai mempromosikan kemenangan kaum Arab yang dipimpin oleh Abdul Muttalib melawan Abraha … Kekhalifahan Abbasiyah secara resmi mendasarkan klaim leluhur mereka dari keturunan ‘Abbas ibn ‘Abd al-Muttalib. Klaim ini saja sudah merupakan indikasi yang jelas mengapa mereka cenderung mempromosikan cerita kemenangan seperti ini.

Sebuah catatan yang sangat membingungkan dalam penaklukan Muslim awal adalah bahwa Pertempuran Qadisiyyah. Ini adalah pertempuran kaum Muslimin melawan Persia Sassanid kekuatan di 636 M. Gajah-gajah yang ditunggangi tentara Persia membuat kavaleri Arab ketakutan, dan berhasil menciptakan kebingungan massa di antara pejuang Arab selama dua hari berturut-turut. Pada hari ketiga pertempuran, tentara Muslim berhasil menakut-nakuti gajah Persia melalui berbagai trik improvisasi. Ketika seorang prajurit Arab berhasil membunuh gajah pemimpin, sisanya melarikan diri dan menginjak-injak tentara musuh. Orang-orang Arab terus maju melancarkan serangan pada malam hari … Mengapa tampaknya tentara Arab ketakutan dalam pertempuran itu, bukankah peperangan melawan gajah, konon, bukan pertama kali bagi bangsa Arab? …

Membayangkan gajah-gajah digunakan dalam peperangan, apalagi mereka harus memakan berton-ton daun setelah berjalan setiap mil-nya, selanjutnya, mereka harus tinggal di tempat teduh atau di kolam air, dan bahkan menuangkan lumpur pada dirinya sendiri untuk tetap tenang, maka padang pasir yang panas terik hampir tidak mungkin untuk menggunakan gajah. Bahkan gajah-gajah gurun Afrika akan cenderung menolak berjalan di tempat semacam itu.

Jika Abraha menggunakan gajah dalam ekspedisinya, bisakah mereka bertahan dalam kondisi cuaca yang keras di gurun Arab? Sederhananya, dengan membawa gajah membuat jalan mereka dari Yaman ke Mekkah akan menjadi perjuangan yang berat mengingat kondisi alam yang keras, lagi pula dengan tidak adanya menyinggung adanya gajah pada prasasti tersebut menjadi indikator penting bahwa tidak ada gajah yang digunakan.

Selain itu, ekspedisi oleh Abraha berakhir dengan kemenangan dan ia kembali ke ibukotanya sesuai dengan prasasti. Ini hampir dua dekade sebelum tahun yang di duga sebagai “Tahun Gajah”. Tidak ada penyebutan tentang ekspedisi kedua dalam kisah sejarah mereka, yang berarti dia harus bertempur dan mengalahkan setiap suku Arab yang ia lewati dalam ekspedisinya. Selanjutnya, disimpulkan bahwa jika memang orang-orang Mekkah bererperang Abraha di Mekkah, mereka dapat diyakini menderita kekalahan dari Abraha. Prasasti di atas adalah bukti tak terbantahkan yang akan membuat tulang punggung para tradisionalis menggigil kedinginan. Lebih jauh lagi, QS 105 Al-Fil berbicara tentang “Orang-orang Gajah” dan tentu saja bukan tentara Abraha.

Saya tambahkan di bawah ini satu kutipan lagi (dengan editing untuk menyingkat bacaan kita).

Sebuah masalah yang jauh lebih besar bagi tradisi Islam adalah penanggalan pada prasasti itu adalah 552 M. Menurut catatan para sejarawan, Raja Abraha meninggal pada tahun 553 M atau segera sesudahnya – tetapi, menurut Muslim, Muhammad lahir tahun 570 M. Jadi, jika kita masih ingin tetap mempercayai Tradisi Islam tentang Abraha, maka kita harus mendorong kembali kelahiran Muhammad 15, 16 atau bahkan 18 tahun dari tahun yang selama ini dipercaya benar oleh Tradisi Islam. Hal ini memiliki konsekuensi yang sangat besar untuk sebagian besar sejarah Islam awal. Jika Muhammad lahir 18 tahun sebelumnya, kapan Muhammad mulai menerima wahyu? Kapan hijrah terjadi? Kapan Muhammad mati? Kapan berbagai pertempuran terjadi, dan kapan pemerintahan pertama empat khalifah? Hal ini berpotensi mengacaukan segala sesuatu yang Muslim percaya tentang sejarah awal mereka.

Selain itu, fakta ini menghasilkan keraguan yang serius atas banyak kisah dari Tradisi Islam. Akurasi dari apa yang mereka sebut Hadis “Sahih” tidak dapat dipercaya lagi sebab “rantai transmisi” itu mungkin telah rusak – peristiwa yang paling penting dalam kehidupan Muhammad telah harus didorong kembali 18 tahun dari penanggalan sebelumnya dan ada jurang kesenjangan untuk membuka tabir rantai transmisi antara Muhammad dengan jaman dimana pengumpul Hadis seperti Bukhari, Muslim dan kolektor lainnya hidup …

Hisham Ibn Al-Kalbi mengatakan bahwa Muhammad lahir 15 tahun sebelum “Tahun Gajah”. Ja’far ibn Abi ‘al-Mughira memperkirakan Muhammad lahir 10 tahun setelah “Tahun Gajah”, sedangkan Al-Kalbi mengatakan kepada kita bahwa Shuayb ibn Ishaq mengatakan bahwa Muhammad lahir 23 tahun setelah kejadian ini. Ibn Shihab al-Zuhri percaya bahwa Muhammad lahir 30 tahun setelah “Tahun Gajah”, sementara Musa ibn ‘Uqba percaya bahwa Muhammad lahir 70 tahun kemudian! Jika kita mengasumsikan bahwa Tahun Gajah adalah 570 M, maka Muhammad bisa saja lahir kapan saja antara 555 M sampai dengan 640 M, dan bisa mati kapan saja antara 615 M dan 700 M! Bagaimana kita bisa percaya salah satu dari Hadis? Para penerima transmisi kisah itu/Isnad, seperti yang dikutip oleh Hadis, tidak mungkin hidup sejaman dengan Muhammad, untuk menyaksikan benar tidaknya peristiwa yang konon mereka terima dari orang lain. Masalah penanggalan tahun lahir Muhammad merupakan masalah yang tidak hanya mempengaruhi tradisi Hadis, tetapi juga mempengaruhi validitas seluruh sejarah koleksi Qur’an dan kompilasinya.

Untuk itu, jika Tahun Gajah tertanggal 552 M, maka seluruh catatan dalam Tradisi Islam tentang Muhammad (570–632 M) hancur luruh berantakan. Semua Hadis dan Sirah Nabi, seluruh rantai transmisi lisan akan tergelincir dan usang!

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: